Timnas Malaysia pada Fifa Asean Cup. Dok FIfa
Gavin mengatakan Singapura sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Bahkan, setelah Malaysia mendapatkan penalti pada awal laga, Singapura mampu bangkit dan tetap berusaha memberikan tekanan kepada pertahanan lawan.
Namun, Malaysia kemudian mampu memanfaatkan peluang yang didapat. Sementara itu, Singapura yang terus berupaya mencetak gol justru meninggalkan ruang di lini belakang.
"Ya, seperti yang saya katakan, jujur saya pikir meskipun kita memulai pertandingan dengan baik, maksud saya kita bangkit dengan baik dari penalti di awal itu. Lalu gol lainnya yang tercipta dari, saya pikir, salah satu dari sedikit sekali peluang mereka, sementara kita terus mengetuk pintu pertahanan mereka," ujar Gavin.
Menurutnya, Singapura bahkan lebih sering masuk ke area penalti Malaysia dibandingkan saat menghadapi Bangladesh. Namun, kondisi pertandingan membuat Malaysia tampil sangat termotivasi karena membutuhkan banyak gol untuk mengejar selisih gol.
"Lucunya, saya pikir hari ini kita masuk ke area penalti jauh lebih banyak daripada saat melawan Bangladesh, Anda tahu. Tapi sekali lagi, hari ini kita menghadapi tim yang sangat termotivasi berdasarkan selisih gol, jadi kita tahu apa yang mencoba mereka lakukan," katanya.
Gavin mengakui Singapura tetap berusaha mengejar gol meski sudah tertinggal. Menurutnya, saat tertinggal 2-0 atau 3-0, Singapura masih memiliki peluang untuk kembali ke pertandingan apabila mampu mencetak satu gol.
"Di saat yang sama kita tidak akan menyerah, jadi kita terus mencoba mengetuk pintu pertahanan mereka dan kita meninggalkan ruang di belakang. Ketika Anda memberikan ruang kepada tim yang termotivasi dan ingin mencetak gol, ya, kita dihukum dalam beberapa hal," ujarnya.
"Tapi itu adalah usaha kita untuk mencoba mencetak gol balasan, karena kita tahu bahkan saat tertinggal 2-0 atau 3-0, jika kita bisa mencetak satu gol balasan, kita masih ada di dalam permainan. Itu adalah pola pikir dan mentalitas kita. Namun sayangnya, kita meninggalkan pintu belakang terlalu terbuka dan kita dihukum dalam hal itu," katanya..