Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Grab Perluas Edukasi Bahasa Isyarat bagi Mitra dan Merchant
Ilustrasi gerakan tangan bahasa isyarat (Pexels.com/Kevin Malik)
  • Grab Indonesia memperluas edukasi bahasa isyarat bagi 650 mitra di enam kota, mencakup pengemudi, merchant, pengguna, dan karyawan internal pada Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026.
  • Bersama Indosat, Grab membagikan 1.000 rompi Teman Setara kepada Mitra Pengemudi Tuli, dilengkapi ilustrasi isyarat dasar untuk memudahkan komunikasi dengan penumpang.
  • Grab mengembangkan pelatihan merchant dan fitur digital inklusif; sepanjang 2025, GrabAccess memberi akses pendapatan kepada 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Grab Indonesia memperluas upaya membangun ekosistem yang lebih inklusif bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026. Program tersebut menyasar mitra pengemudi, mitra GrabMerchant, pengguna, hingga karyawan internal.

Mengusung semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh”, rangkaian inisiatif Grab mencakup edukasi bahasa isyarat bagi 650 mitra di enam kota dan distribusi 1.000 rompi Teman Setara bagi Mitra Pengemudi Tuli.

Selain edukasi langsung, Grab juga menghadirkan pembelajaran inklusif di lingkungan internal serta mengembangkan sejumlah fitur digital untuk mengurangi hambatan komunikasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Grab selama hampir satu dekade dalam memperluas akses dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Sepanjang 2025, Grab mencatat sebanyak 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara memperoleh akses pendapatan melalui GrabAccess. Program tersebut menjadi salah satu pendekatan Grab untuk membuka kesempatan ekonomi yang lebih setara bagi penyandang disabilitas.

1. Edukasi bahasa isyarat diperluas ke mitra pengemudi

Grab Perluas Edukasi Bahasa Isyarat bagi Mitra dan Merchant (Dok. Grab)

Director of Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan perjalanan bersama Teman Tuli menjadi bagian dari pembelajaran Grab dalam membangun interaksi yang lebih setara di dalam ekosistemnya.

“Selama hampir satu dekade, perjalanan bersama Teman Tuli mengajarkan kami bahwa ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian. Perjalanan bersama Teman Tuli, baik sebagai Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, maupun pelanggan, terus memberikan berbagai pengalaman dan pembelajaran bagi kami."

"Melalui berbagai ruang interaksi dan edukasi yang telah kami hadirkan, kami ingin memperluas pemahaman bahwa inklusivitas merupakan bagian dari pengalaman bersama dalam ekosistem Grab," kata Richard, dalam siaran pers yang diterima Jumat (25/9/2026).

Ratusan Mitra Pengemudi di Medan, Semarang, dan Jakarta mengikuti edukasi bahasa isyarat melalui Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat. Dalam kegiatan yang didukung GERKATIN, HWDI, Konekin, dan DNetwork tersebut, mitra diajak mengenal budaya Tuli sekaligus mempraktikkan komunikasi yang lebih inklusif.

2. Sebanyak seribu rompi Teman Setara dibagikan

Mitra pengemudi Grab (Dok. Grab)

Bersama Indosat, Grab mendistribusikan seribu rompi Teman Setara kepada Mitra Pengemudi Tuli. Rompi tersebut dilengkapi ilustrasi bahasa isyarat dasar untuk membantu pengguna dan mitra membangun komunikasi yang lebih mudah, termasuk ketika memberikan arahan sederhana selama perjalanan.

Imelda Situmorang, Teman Tuli sekaligus Mitra Pengemudi Perempuan Grab, menilai edukasi dan rompi tersebut membantu memperkenalkan cara berkomunikasi yang dapat digunakan dalam keseharian.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi kami untuk saling belajar dan berbagi pemahaman tentang budaya Tuli, termasuk mengenalkan fitur Grab yang dapat digunakan dalam keseharian. Rompi Teman Setara juga membantu memperlancar komunikasi karena memuat informasi visual yang dapat dilihat penumpang, misalnya untuk memberi arahan kiri atau kanan serta menggunakan isyarat sederhana seperti ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’."

"Kalau kegiatan seperti ini diadakan kembali, saya akan ikut lagi karena banyak ilmu baru yang didapatkan,” kata Imelda.

3. Edukasi inklusif menyasar merchant dan fitur digital

Grab Perluas Edukasi Bahasa Isyarat bagi Mitra dan Merchant (Dok. Grab)

Edukasi bahasa isyarat juga diberikan kepada 450 Mitra GrabMerchant di Bali, Bandung, dan Yogyakarta melalui Teras Perwira Spesial Hari Bahasa Isyarat. Para pelaku usaha diperkenalkan dengan bahasa isyarat dasar untuk mendukung pelayanan kepada pelanggan Tuli.

Nur Maria Ulfah, pemilik usaha Pasta Nafisa-Sukapura sekaligus salah satu Mitra GrabMerchant di Bandung, mengatakan pembelajaran tersebut membuatnya lebih percaya diri saat melayani pelanggan Tuli.

“Sebelumnya saya belum pernah belajar bahasa isyarat, jadi awalnya bingung juga kalau harus berkomunikasi dengan pelanggan tuli. Setelah ikut sesi ini, ternyata kita bisa mulai dari hal-hal sederhana. Buat saya, edukasi yang diberikan sangat berguna karena sebagai pedagang, kan kita ketemu macam-macam pelanggan. Saya jadi lebih percaya diri untuk melayani Teman Tuli dengan lebih baik,” kata Nur.

Di lingkungan internal, Grab menghadirkan pop-up booth Kopi Sunyi dan sesi immersion bersama Mitra Pengemudi Tuli agar karyawan dapat memahami pengalaman komunikasi secara langsung. Grab juga menyediakan fitur Disable Call, GrabSupport bagi mitra penyandang disabilitas, serta Smart Suggestion Chat Information untuk membantu komunikasi berbasis teks dan memahami kebutuhan pelanggan penyandang disabilitas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article