Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fenomena Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Pendakian Ditutup
Gunung Papandayan (commons.wikimedia.org/Dadi Hernada12)
  • Pendakian Gunung Papandayan di Garut ditutup setelah Badan Geologi mengamati fenomena blue fire di sejumlah titik pada 23 September 2026.
  • Badan Geologi mengaitkan nyala biru keunguan dengan pembakaran belerang di area solfatara, sambil memeriksa penyebab dan potensi bahayanya.
  • Aktivitas Papandayan tetap Level I Normal, tetapi pengunjung dilarang beraktivitas atau menginap dalam radius 500 meter dari kawah aktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api biru muncul di beberapa tempat di Gunung Papandayan, Garut. Badan Geologi melihatnya dan sedang memeriksa penyebabnya. Api ini mungkin dari gas panas dan belerang. Pendakian gunung ditutup dulu supaya orang aman. Gunungnya masih normal, tetapi orang tidak boleh dekat kawah aktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Munculnya blue fire di Papandayan memperlihatkan respons cepat Badan Geologi dalam memantau perubahan kondisi kawah, melakukan pemeriksaan lapangan, dan mengidentifikasi potensi bahaya. Dengan status gunung tetap Level I serta penutupan pendakian sebagai langkah antisipasi, pengelolaan keselamatan pengunjung dan masyarakat dijalankan secara hati-hati sambil kajian ilmiah berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pendakian Gunung Papandayan di Kabupaten Garut ditutup menyusul munculnya fenomena api biru atau blue fire di sejumlah titik kawasan gunung tersebut. Fenomena tersebut terpantau oleh Badan Geologi pada Rabu (23/9/2026). Nyala berwarna biru keunguan terlihat di beberapa titik dengan sebaran yang cukup luas.

Sehari setelahnya, nyala api yang terlihat lebih sedikit dan terkonsentrasi di beberapa titik. Warnanya juga berubah menjadi biru keputihan.

Badan Geologi menginterpretasikan nyala biru tersebut sebagai fenomena blue fire yang berkaitan dengan pembakaran belerang di area solfatara. Fenomena serupa sebelumnya juga pernah dilaporkan muncul di kawasan Kawah Baru Gunung Papandayan.

1. Blue fire berkaitan dengan pembakaran belerang

Potret gunung Papandayan (unsplash.com/Idris Hasibuan)

Kepala PVMBG Badan Geologi S.S Rita Susilawati mengatakan, fenomena tersebut masih dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab serta potensi bahayanya.

“Ada kemungkinan perubahan ini mempengaruhi jalur keluarnya gas panas, sehingga gas keluar melalui rekahan atau bagian dinding kawah lainnya, termasuk di sekitar lokasi nyala yang kini teramati,” ujar Rita, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, gas panas yang keluar di area yang mengandung belerang dapat menghasilkan nyala berwarna biru.

Namun, hubungan antara perubahan kondisi kawah dengan munculnya blue fire tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan visual.

“Namun, hubungan antara penyempitan bukaan Kawah Manuk dan kemunculan nyala biru masih perlu dikaji. Rekaman visual saja belum cukup untuk memastikannya,” katanya.

2. Bukaan Kawah Manuk cenderung menyempit sejak 2025

Potret gunung Papandayan (unsplash.com/Ken Petung)

Badan Geologi mencatat adanya perubahan pada Kawah Manuk sejak 2025. Bukaan kawah tersebut terpantau cenderung menyempit dan disertai berkurangnya asap yang terlihat di permukaan.

Perubahan tersebut diduga dapat memengaruhi jalur keluarnya gas panas dari dalam kawasan kawah. Gas panas kemudian diduga dapat keluar melalui rekahan atau bagian lain dari dinding kawah. Jika gas tersebut melewati area yang mengandung belerang, kondisi itu dapat menghasilkan nyala biru.

Meski demikian, Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan keterkaitan antara kondisi Kawah Manuk dengan fenomena blue fire yang muncul saat ini.

Tim Badan Geologi juga tengah melakukan pemeriksaan lapangan untuk menganalisis fenomena tersebut sekaligus mengidentifikasi potensi bahayanya.

3. Aktivitas Gunung Papandayan masih Level I

Kawah aktif gunung Papandayan (dok. pribadi/Farhanah Maulinda)

Di tengah kemunculan fenomena blue fire, Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Papandayan masih berada pada Level I atau Normal.

Masyarakat dan pengunjung tetap diminta tidak melakukan aktivitas maupun menginap dalam radius 500 meter dari bukaan kawah aktif. Badan Geologi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan Badan Geologi serta pemerintah daerah setempat.

Penutupan pendakian dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi risiko selama pemeriksaan dan pengamatan terhadap fenomena blue fire masih berlangsung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article