Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Farhan Minta Polisi Tangkap Pencuri Fasilitas Traffic Light di Bandung
Kotak Traffic Light di Bandung Dicuri, Sejumlah Lampu Lalu Lintas Mati. IDN Times/Istimewa
  • Sejumlah traffic light di Bandung, termasuk Tegallega, Patung Ikan, dan Jalan BKR, lumpuh pada 28 September 2026 setelah kotak pengendalinya dicuri, mengganggu arus lalu lintas.
  • Wali Kota Muhammad Farhan berkoordinasi dengan Dishub untuk mempercepat perbaikan dan meminta polisi mengungkap pelaku, karena pencurian fasilitas publik berisiko meningkatkan kecelakaan.
  • Pengendara sempat diarahkan memutar, sementara DPRD meminta kewaspadaan dan penempatan petugas; Polrestabes Bandung menyatakan sedang menyelidiki kasus tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Bandung, beberapa lampu lalu lintas mati karena kotak pengaturnya dicuri. Mobil jadi harus memutar di Tegallega, Patung Ikan, dan Jalan BKR. Wali Kota Farhan meminta polisi mencari pencurinya. Petugas sedang memperbaiki lampu dan polisi sedang menyelidiki. Pengendara diminta hati-hati saat lewat persimpangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons Pemerintah Kota Bandung, DPRD, dan kepolisian menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap gangguan fasilitas publik yang langsung memengaruhi keselamatan pengguna jalan. Koordinasi untuk mempercepat perbaikan, penyelidikan pelaku, serta imbauan kewaspadaan memberi landasan penanganan yang terarah, sementara pengaturan jalur alternatif membantu menjaga arus kendaraan tidak mengalami kemacetan panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Bandung sempat terganggu setelah beberapa lampu lalu lintas tidak berfungsi pada Senin (28/9/2026). Kondisi itu terjadi di sejumlah titik, mulai dari kawasan Tegallega, Patung Ikan, hingga Jalan BKR, yang membuat pengendara harus menyesuaikan rute perjalanan mereka.

Belakangan diketahui, gangguan tersebut bukan disebabkan kerusakan teknis biasa. Sejumlah perangkat traffic light dilaporkan lumpuh setelah kotak pengendalinya dicuri oleh orang tak dikenal. Akibatnya, sistem pengaturan lalu lintas di beberapa persimpangan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Pemerintah Kota Bandung kini berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mempercepat perbaikan fasilitas yang rusak, sekaligus meminta kepolisian segera mengungkap pelaku pencurian.

"Sama kepolisian sudah koordinasi dan polisi pasti cepat lah geraknya," kata Farhan di Pendopo, Senin(28/9/2026).

1. Pencurian fasilitas publik kembali terulang

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (IDN Times/Yogi Pasha)

Farhan menuturkan pencurian terhadap fasilitas publik bukan kali pertama terjadi di Kota Bandung. Menurutnya, kasus serupa sebelumnya juga pernah menyasar berbagai infrastruktur milik pemerintah yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Ia bahkan mengaku pernah memergoki dan menangkap langsung pelaku pencurian lampu di kawasan Jembatan Layang Kopo. Pengalaman itu, menurut Farhan, meninggalkan kesan tersendiri karena pelaku yang ditangkap merupakan orang yang sudah berusia lanjut.

"Kalau lihat pelakunya ini kasian dia badannya bergetar, tegang saat ditangkap," ujarnya.

Meski demikian, Farhan menegaskan pencurian fasilitas publik tetap tidak bisa ditoleransi karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Dalam kasus traffic light yang mati, gangguan tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

2. Pengendara sempat harus memutar jalur perjalanan

Ilustrasi. U Turn Kedaton. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Gangguan pada lampu lalu lintas membuat arus kendaraan di sejumlah titik harus diatur secara berbeda. Beberapa kendaraan bahkan diarahkan untuk memutar lebih jauh demi menghindari potensi penumpukan kendaraan di persimpangan yang lampunya tidak berfungsi.

Salah seorang pengendara, Idrus, mengatakan dirinya merasakan langsung dampak dari kondisi tersebut saat melintas dari arah Mohammad Toha menuju kawasan Alun-alun Bandung. Menurut dia, kendaraan tidak bisa langsung melintas seperti biasa dan harus mengambil jalur memutar terlebih dahulu.

"Karena tadi siang jadi ga terlalu macet, cuman jadi harus putar balik," kata Idrus.

Ia menjelaskan kendaraan dari arah Mohammad Toha diarahkan memutar ke depan Museum Sri Baduga sebelum kembali mengambil jalur menuju Alun-alun Bandung. Meski tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang, perubahan arus lalu lintas membuat perjalanan menjadi lebih panjang dibanding kondisi normal.

3. DPRD dan polisi minta masyarakat tetap waspada

traffic light. (unsplash.com/Tsvetoslav Hristov)

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyana mengatakan informasi yang diterimanya juga menunjukkan bahwa matinya sejumlah traffic light dipicu oleh aksi pencurian perangkat pengendali lampu lalu lintas. Karena itu, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati saat melintas di persimpangan yang terdampak.

"Memang ada aksi pencurian, makanya untuk pengendara tetap waspada saat melintas di beberapa jalan," kata Asep.

Menurut dia, Dinas Perhubungan Kota Bandung perlu menyiagakan petugas di lokasi yang mengalami gangguan untuk membantu mengatur arus kendaraan dan mencegah terjadinya kecelakaan. Asep juga mendukung langkah Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung untuk mengusut pelaku pencurian yang menyebabkan terganggunya fasilitas publik tersebut.

"Saya pun mendukung langkah Pak Wali dan Polrestabes Bandung memburu pencuri kabel fasilitas publik ini, semoga segera terungkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga ada efek jera," ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian yang menyebabkan sejumlah traffic light tidak berfungsi.

"Kami sedang melakukan penyelidikan," kata Anton.

Curated For You

Editorial Team

Related Article