Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Cuma Internet, Bisnis Butuh Jaringan Aman dan Terintegrasi
Dok.Istimewa
  • Perusahaan membutuhkan jaringan yang cepat, andal, aman, serta terintegrasi karena pengelolaan banyak perangkat dan penyedia dapat memperumit penanganan gangguan.
  • Dalam GO! NEXT 2026 di 24 kota, FiberStar memperkenalkan layanan terintegrasi, termasuk WiFi as a Service dan Managed Service Firewall, dari instalasi hingga pemantauan 24/7.
  • Fiber optik dan satelit Starlink ditawarkan sebagai pilihan konektivitas sesuai lokasi, termasuk wilayah terpencil, area tanpa jangkauan fiber, atau kebutuhan koneksi cadangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
FiberStar datang ke Bandung lewat acara GO! NEXT 2026. Mereka bilang perusahaan tidak cuma butuh internet cepat. Perusahaan juga butuh jaringan yang aman dan mudah dijaga. FiberStar menawarkan internet, WiFi, pengaman data, dan bantuan 24 jam. Mereka juga punya internet satelit untuk tempat yang jauh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pendekatan jaringan terintegrasi membuka ruang bagi perusahaan untuk mengelola konektivitas, keamanan, dan perangkat secara lebih praktis sesuai kebutuhan operasionalnya. Dengan dukungan pemantauan, pemeliharaan, serta pilihan fiber optik dan satelit, bisnis dapat memiliki alternatif yang lebih fleksibel untuk menjaga kelancaran layanan dan memusatkan perhatian pada pengembangan usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Ketergantungan perusahaan terhadap sistem digital membuat kebutuhan jaringan bisnis semakin kompleks. Koneksi internet yang cepat saja tidak cukup, karena perusahaan juga perlu memastikan keamanan, pemantauan, dan pemeliharaan infrastruktur jaringan agar operasional tetap berjalan sesuai kebutuhan.

Pengelolaan jaringan yang melibatkan berbagai perangkat dan penyedia layanan dapat menambah kompleksitas ketika terjadi gangguan. Karena itu, integrasi konektivitas, perangkat, dan sistem keamanan menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan untuk menyederhanakan pengelolaan infrastruktur digital perusahaan.

Branch Manager FiberStar Jawa Barat, Slamet Hidayat, mengatakan setiap perusahaan memiliki kebutuhan dan tantangan jaringan yang berbeda. Menurutnya, konektivitas perlu didukung pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan operasional agar perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis dan pelayanan pelanggan.

“Perusahaan saat ini membutuhkan konektivitas yang bukan hanya cepat, tetapi juga andal dan didukung pengelolaan yang tepat. Kami memahami bahwa setiap bisnis memiliki kebutuhan serta tantangan yang berbeda. Karena itu, FiberStar berupaya menghadirkan solusi yang dapat membantu perusahaan mengelola jaringan dengan lebih praktis, sehingga tim internal dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis dan peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan,” ujar Slamet dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam GO! NEXT 2026, inisiatif FiberStar yang menyambangi 24 kota, termasuk Bandung. Mengusung tema “Fast, Secure, Reliable. Business Without Limit.”, kegiatan ini memperkenalkan berbagai pendekatan pengelolaan konektivitas dan infrastruktur digital bagi pelaku bisnis.

1. Pengelolaan Jaringan Perlu Lebih Terintegrasi

Dok.Istimewa

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan FiberStar adalah FiberStar as a Service, yakni layanan yang mengintegrasikan konektivitas internet dengan pengelolaan jaringan. Cakupannya meliputi perencanaan, instalasi, konfigurasi, integrasi, pemantauan, hingga pemeliharaan.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengelola kebutuhan jaringan melalui satu penyedia layanan, alih-alih mengoordinasikan berbagai perangkat dan penyedia secara terpisah. FiberStar menyebut model ini dapat membantu menyederhanakan proses penanganan kendala dan mendukung pengelolaan infrastruktur secara berkelanjutan.

Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah WiFi as a Service (WaaS). Layanan ini menggabungkan konektivitas internet dedicated dengan pengelolaan perangkat jaringan, mulai dari perencanaan sesuai kebutuhan dan cakupan area hingga pemasangan, konfigurasi, pemantauan, serta pemeliharaan berkala.

Dari sisi pembiayaan, model berlangganan juga menjadi alternatif bagi perusahaan yang ingin mengurangi kebutuhan investasi awal untuk pengadaan infrastruktur jaringan. Menurut FiberStar, skema tersebut memungkinkan perusahaan merencanakan biaya operasional berdasarkan kebutuhan layanan yang digunakan.

Meski demikian, manfaat efisiensi dan penghematan yang diperoleh setiap perusahaan dapat berbeda, bergantung pada kondisi infrastruktur, kebutuhan jaringan, serta model pembiayaan yang diterapkan.

2. Keamanan dan Pemantauan Menjadi Bagian dari Kebutuhan Bisnis

Dok.Istimewa

Selain konektivitas, keamanan jaringan juga menjadi aspek penting dalam pengelolaan infrastruktur digital. Perusahaan perlu mengatur akses dan lalu lintas data untuk membantu mengurangi risiko akses tidak sah serta potensi ancaman siber.

Untuk kebutuhan tersebut, FiberStar memperkenalkan Managed Service Firewall, layanan pengelolaan sistem keamanan jaringan yang mencakup pemantauan, penyaringan, dan pengendalian lalu lintas data berdasarkan aturan keamanan yang ditetapkan.

Technical Solution FiberStar Jawa Barat, Syukur Ashar Kurniawan, menjelaskan bahwa tantangan jaringan bisnis tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan koneksi internet. Integrasi perangkat, sistem keamanan, serta proses pemeliharaan juga perlu diperhatikan agar pengelolaan jaringan berjalan lebih terarah.

“Jaringan bisnis yang baik perlu dirancang sesuai kebutuhan, dikonfigurasi dengan tepat, serta dipantau dan dipelihara secara berkala. Ketika pengelolaan konektivitas dan perangkat dilakukan secara terpisah, perusahaan berpotensi menghadapi proses penanganan gangguan yang lebih kompleks. Melalui layanan terintegrasi, FiberStar membantu menyederhanakan proses tersebut, mulai dari implementasi hingga dukungan operasional, agar perusahaan dapat mengelola infrastrukturnya dengan lebih efektif,” jelas Syukur.

FiberStar juga menyediakan layanan pengelolaan jaringan yang mencakup implementasi, konfigurasi, integrasi, pemantauan selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, dukungan jarak jauh maupun kunjungan teknis sesuai kebutuhan, penggantian perangkat, serta pemeliharaan preventif.

Rangkaian layanan tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan mengelola infrastruktur jaringan secara berkelanjutan. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada rancangan jaringan, kebutuhan operasional, dan penerapan pengamanan di masing-masing perusahaan.

3. Fiber Optik dan Satelit Menjadi Alternatif Konektivitas

Dok.Istimewa

Kebutuhan jaringan perusahaan juga dipengaruhi kondisi geografis dan lokasi operasional. Perusahaan yang berada di wilayah dengan keterbatasan jangkauan fiber optik, misalnya, dapat membutuhkan alternatif konektivitas untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

FiberStar memperkenalkan konektivitas berbasis satelit Starlink sebagai salah satu pilihan bagi perusahaan. Menurut perusahaan, layanan ini dapat digunakan untuk operasional kantor, proyek di wilayah terpencil, lokasi yang belum terjangkau fiber optik, maupun sebagai koneksi cadangan.

Sebagai salah satu Starlink Authorized Reseller di Indonesia, FiberStar menyatakan menyediakan layanan pendukung berupa pengiriman dan instalasi perangkat, dashboard pelanggan untuk pemantauan secara real-time, dukungan lokal 24/7, serta pilihan integrasi jaringan melalui teknologi SD-WAN sesuai kebutuhan.

Syukur mengatakan, pemilihan teknologi konektivitas perlu mempertimbangkan kondisi lokasi dan pola operasional perusahaan, bukan hanya kecepatan internet.

“Setiap lokasi bisnis memiliki tantangan yang berbeda. Ada perusahaan yang membutuhkan jaringan dengan kapasitas tinggi untuk mendukung aktivitas operasional sehari-hari, ada pula yang membutuhkan konektivitas di wilayah yang belum terjangkau fiber optik atau memerlukan koneksi alternatif. Karena itu, pemilihan solusi perlu mempertimbangkan kondisi lokasi, kebutuhan pengguna, keamanan, serta pola operasional perusahaan. Kami ingin membantu pelanggan menemukan pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Melalui GO! NEXT 2026, FiberStar berupaya memperkenalkan pendekatan pengelolaan infrastruktur digital yang menggabungkan konektivitas, keamanan, perangkat, dan dukungan operasional. Bagi perusahaan, pemilihan solusi jaringan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko operasional masing-masing agar infrastruktur digital dapat mendukung aktivitas bisnis secara berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article