ilustrasi kanker serviks (IDN Times/Novaya Siantita)
Sebelumnya, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI Indri Yogyaswari mengatakan pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki dilakukan secara bertahap sebelum diperluas secara nasional.
"Jadi memang di tahun ini kami rencanakan untuk BIAS bulan Agustus, kita akan memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta, dan Bali," kata Indri
Indri mengatakan, pemerintah tidak langsung menerapkan vaksin HPV untuk anak laki-laki secara nasional. Program tersebut akan diperluas secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan di daerah sebelumnya.
Pada 2027, pemerintah berencana menambah tiga provinsi sebagai sasaran program, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Selanjutnya, pada 2028 program akan diperluas ke Jawa Timur sebelum ditargetkan diterapkan secara nasional.
"Jadi memang kita mulai dulu di tahun ini untuk tiga provinsi, yang tadi kami sudah sampaikan, nanti di tahun depan akan ada tiga provinsi lagi tambahan, tahun 2028 akan ada tambah satu provinsi, sebelum rencana kita akan nationwide," tutur Indri.
Menurutnya, penerapan bertahap juga mempertimbangkan rekomendasi Komisi Imunisasi Nasional (KIN) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Salah satu pertimbangannya adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah yang menjadi sasaran. Cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan ditargetkan telah mencapai 90 persen sebelum program vaksinasi HPV untuk anak laki-laki diperluas di wilayah tersebut.
"Karena memang dari sisi rekomendasi KIN atau Komisi Imunisasi Nasional dan WHO juga, jadi memang untuk yang HPV boys ini tidak ada syaratnya. Syaratnya adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah tersebut sudah 90 persen. Jadi inilah alasannya kenapa kami bikin bertahap, tidak langsung nationwide," kata Indri.