Bandung, IDN Times - Kala viral kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak makin mudah ditemukan, sudah seharusnya pemerintah menerapkan teknologi terkini, seperti Artificial Intelligence dan Big Data, untuk mengeliminirnya.
Pakar big data serta Senior Member Startup Bandung, Aqsath Rasyid Naradhipa mengatakan, pemanfaatan teknologi artificial intelligence dan big data sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi pemerintah dan perusahaan agar terus relevan di era digital.
“Tapi pemanfaatan teknologi yang tepat tentu harus diimbangi juga dengan pengembangan kapasitas dari penggunanya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih maksimal," katanya dalam keterangan pers, awal pekan ini.
Dia mengomentari layanan SAPA 129 dari KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Sebagai sebuah layanan pengaduan publik, jumlah interaksi yang kian hari kian masif, maka menciptakan tantangan tersendiri untuk kementerian dalam memilah dan memilih data representatif.
