Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bandung Jadi Saksi Saat RoRI Memulai Perjalanan Dekade
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melepas ratusan rider RoRi dari berbagai daerah mengikuti rolling thunder menuju Lanud Husein Sastranegara dalam perayaan bertajuk RoRI X – One Decade of Royal Soul, di Balaikota Bandung, Sabtu (8/8/2026). (Dok.Humas Bandung)
  • RoRI merayakan satu dekade di Bandung melalui rolling thunder dan pelantikan Ambar Widodo sebagai Presiden periode 2026–2028, menggantikan Harry Prasetyo.
  • Komunitas Royal Enfield ini kini memiliki 17 chapter dan 24 sub-chapter; persaudaraan, rasa hormat, loyalitas, serta keselamatan berkendara menjadi fondasi keberlanjutannya.
  • Pada dekade kedua, RoRI menyiapkan kaderisasi, penguatan chapter, kolaborasi antardaerah, dan transformasi digital untuk menjaga organisasi tetap solid serta relevan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak orang naik motor Royal Enfield berkumpul di Bandung. Mereka merayakan RoRI yang sudah berumur 10 tahun. Mereka naik motor bersama ke Lanud Husein Sastranegara. Ambar Widodo sekarang jadi pemimpin RoRI sampai 2028, menggantikan Harry Prasetyo. RoRI punya 17 kelompok di banyak daerah dan ingin tetap kompak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perayaan satu dekade RoRI di Bandung memperlihatkan bagaimana kesamaan hobi dapat berkembang menjadi ikatan lintas daerah, usia, dan profesi. Dengan 17 chapter serta 24 sub-chapter, komunitas ini memasuki pergantian kepemimpinan sambil mempertahankan brotherhood, respect, loyalty, dan safety riding, didukung agenda kaderisasi, kolaborasi, serta penguatan organisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Suara mesin motor khas Royal Enfield mulai terdengar sejak pagi di kawasan Balai Kota Bandung, Sabtu (8/8/2026). Ratusan rider dari berbagai daerah berdatangan, saling menyapa, bertukar cerita perjalanan, lalu bersiap mengikuti rolling thunder menuju Lanud Husein Sastranegara.

Namun, perjalanan pagi itu bukan sekadar konvoi perayaan komunitas motor. Bagi Royal Riders Indonesia (RoRI), momen tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru organisasi setelah menuntaskan perjalanan selama satu dekade. Dalam perayaan bertajuk RoRI X – One Decade of Royal Soul, komunitas pengguna dan pencinta Royal Enfield itu tidak hanya merayakan ulang tahun ke-10, tetapi juga melakukan estafet kepemimpinan nasional dengan melantik Ambar Widodo sebagai Presiden RoRI periode 2026–2028 menggantikan Harry Prasetyo.

Di dunia komunitas, usia 10 tahun bukan pencapaian yang bisa diraih begitu saja. Banyak komunitas lahir dari semangat yang sama, tetapi tidak semuanya mampu bertahan menghadapi pergantian generasi, dinamika organisasi, dan perubahan zaman. Karena itu, perayaan yang digelar di Bandung kali ini memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar seremoni ulang tahun. Bagi RoRI, ini adalah momentum untuk menutup satu fase perjalanan sekaligus membuka lembaran baru menuju dekade kedua.

Saat ini RoRI telah berkembang menjadi salah satu komunitas Royal Enfield terbesar di Indonesia dengan 17 chapter dan 24 sub-chapter yang tersebar di berbagai daerah. Pertumbuhan tersebut menjadi bukti bahwa komunitas yang lahir dari kesamaan hobi dapat berkembang menjadi organisasi yang mampu bertahan dan beregenerasi.

1. Ketika persaudaraan menjadi alasan untuk tetap bertahan

Ratusan rider RoRi dari berbagai daerah sebelum mengikuti rolling thunder menuju Lanud Husein Sastranegara dalam perayaan bertajuk RoRI X – One Decade of Royal Soul, di Balaikota Bandung, Sabtu (8/8/2026). (Dok.Istimewa))

Ketika RoRI berdiri pada 2016, yang menyatukan para anggotanya adalah kecintaan terhadap motor Royal Enfield. Namun seperti banyak komunitas yang berhasil bertahan lama, hubungan yang terbangun di dalamnya perlahan berkembang melampaui sekadar kesamaan kendaraan yang digunakan.

Perjalanan touring, kegiatan sosial, hingga pertemuan rutin di berbagai daerah membentuk ikatan yang membuat anggota tetap terhubung meski berasal dari latar belakang profesi, usia, dan daerah yang berbeda. Dari waktu ke waktu, rasa persaudaraan itu justru menjadi fondasi yang membuat komunitas terus tumbuh.

Tidak sedikit komunitas berbasis hobi yang kehilangan arah ketika jumlah anggotanya semakin besar. Sebagian kesulitan menjaga regenerasi, sebagian lain menghadapi tantangan dalam mempertahankan rasa memiliki di antara para anggota. RoRI pun menghadapi tantangan serupa. Namun hingga memasuki usia 10 tahun, organisasi ini masih mampu menjaga semangat yang sejak awal menjadi identitas mereka, yakni brotherhood, respect, loyalty, dan safety riding.

Nilai-nilai tersebut yang membuat perjalanan RoRI tidak berhenti sebagai komunitas pengguna motor semata. Di balik setiap perjalanan dan kegiatan yang dilakukan, tumbuh hubungan yang membuat anggota tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar yang sama.

2. Memasuki dekade kedua dengan tantangan yang berbeda

RoRi melakukan estafet kepemimpinan nasional dengan melantik Ambar Widodo sebagai Presiden RoRI periode 2026–2028 menggantikan Harry Prasetyo. (Dok.Istimewa)

Jika dekade pertama banyak diisi dengan upaya membangun jaringan komunitas dan memperluas keanggotaan, maka tantangan pada dekade kedua akan jauh berbeda. Organisasi yang semakin besar membutuhkan fondasi yang lebih kuat agar mampu bertahan dalam jangka panjang.

Hal itulah yang menjadi salah satu fokus Ambar Widodo setelah resmi menerima estafet kepemimpinan nasional RoRI. Dalam pidato perdananya, ia tidak banyak berbicara mengenai target pertumbuhan anggota atau ekspansi organisasi. Sebaliknya, Ambar lebih menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang selama ini membuat RoRI tetap solid.

"Saya menerima amanah ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Sepuluh tahun RoRI bukan perjalanan satu atau dua orang. RoRI dibangun oleh banyak tangan, pemikiran, waktu, loyalitas, dan dedikasi dari seluruh keluarga besar Royal Riders Indonesia," kata Ambar.

Memasuki periode 2026–2028, RoRI menyiapkan sejumlah agenda penguatan organisasi, mulai dari kaderisasi kepemimpinan, penguatan chapter dan sub-chapter, peningkatan kolaborasi antardaerah, hingga transformasi digital organisasi. Langkah tersebut dinilai penting agar komunitas tetap relevan tanpa kehilangan identitas yang telah dibangun selama satu dekade terakhir.

Ambar juga menegaskan bahwa seluruh energi organisasi kini perlu diarahkan kembali untuk menjaga dan mengembangkan komunitas secara bersama-sama.

"Proses demokrasi organisasi telah selesai. Sekarang waktunya menyatukan kembali energi untuk bekerja, berkarya, dan menjaga RoRI bersama," ujarnya.

3. Bandung dan tradisi panjang sebagai kota komunitas

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melepas ratusan rider RoRi dari berbagai daerah mengikuti rolling thunder menuju Lanud Husein Sastranegara dalam perayaan bertajuk RoRI X – One Decade of Royal Soul, di Balaikota Bandung, Sabtu (8/8/2026). (Dok.Humas Bandung)

Pemilihan Bandung sebagai lokasi perayaan satu dekade RoRI bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, Kota Kembang dikenal sebagai salah satu titik tumbuh berbagai komunitas di Indonesia. Dari komunitas kreatif, musik, olahraga, hingga otomotif, Bandung menjadi ruang pertemuan bagi orang-orang yang dipersatukan oleh minat yang sama.

Karena itu, Bandung menjadi tempat yang tepat ketika RoRI ingin menandai awal perjalanan menuju dekade kedua. Kota ini bukan hanya menjadi lokasi berkumpulnya ratusan rider dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan komunitas yang berhasil bertahan dan berkembang selama 10 tahun.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang melepas keberangkatan para rider menilai keberadaan komunitas seperti RoRI menjadi bagian dari karakter kota yang selama ini tumbuh melalui semangat kolaborasi dan kebersamaan.

"Bandung adalah kota yang tumbuh bersama komunitas. Kami menyambut baik kegiatan RoRI karena menjadi ruang silaturahmi dan menjadi contoh bagaimana komunitas dapat menjaga keselamatan dan memberi energi positif bagi Kota Bandung," ujar Farhan.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Lanud Husein Sastranegara melalui inaugurasi kepengurusan baru, pemberian penghargaan, hingga penyematan anggota kehormatan kepada Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsekal Pertama TNI M.D. Irman Fathurahman sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya terhadap penyelenggaraan acara.

Editorial Team

Related Article