Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembinaan Usia Dini, Thunderstorm Gelar Kompetisi Antar-akademi
Kompetisi Antar Akademi Dinilai Perkuat Pembinaan Basket Usia Dini (Dok. Thunderstorm Basketball)
  • Thunderstorm Basketball Academy menggelar Seri 2 Season 3 Liga Antar Akademi Basket pada 1, 2, dan 8 Agustus 2026 di Sentul, melibatkan empat akademi dan kategori usia 8-14 tahun.
  • Liga yang bergulir sejak 2024 secara bergantian ini ditujukan menghadirkan kompetisi sehat serta mempererat kolaborasi akademi demi memperkuat ekosistem pembinaan basket usia dini.
  • Penyelenggara menekankan pembinaan jangka panjang, mencakup teknik dasar, basketball IQ, karakter, kualitas pelatih, kurikulum, dan sport science, ketimbang sekadar mengejar prestasi turnamen usia dini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Minat masyarakat terhadap olahraga bola basket terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya akademi basket yang bermunculan di berbagai daerah sebagai wadah pembinaan atlet usia muda.

Melihat perkembangan tersebut, Thunderstorm Basketball Academy akan menggelar Seri 2 Season 3 Liga Antar Akademi Basket pada 1, 2, dan 8 Agustus 2026. Turnamen ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan basket usia dini.

Ajang yang berlangsung di Bucketlist, Taman Budaya Sentul ini akan mempertandingkan kategori KU-8 Mix, KU-10 Mix, KU-12 Putra dan Putri, serta KU-14 Putra dan Putri. Empat akademi akan ambil bagian, yakni Thunderstorm Basketball Bogor, Asaba Basketball Jakarta, Tamtelahitu Basketball Jakarta, dan Crossover Basketball sebagai tim undangan.

Penyelenggara berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga ruang kolaborasi antar-akademi dalam meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda di Indonesia.

1. Liga antar-akademi diharapkan memperkuat ekosistem basket

ilustrasi permainan basket (pexels.com/wopke)

Founder Thunderstorm Basketball Academy, Romy Tanaka Pattipeilohy, mengatakan liga antar-akademi telah bergulir sejak 2024 dan diselenggarakan secara bergantian oleh akademi peserta. Pada seri kali ini, Thunderstorm Basketball Academy mendapat kesempatan menjadi tuan rumah.

"Kompetisi ini merupakan Seri 2 Season 3 dari liga antar akademi yang telah bergulir sejak 2024. Setiap seri diselenggarakan secara bergantian oleh akademi peserta, dan pada penyelenggaraan kali ini Thunderstorm Basketball Bogor Academy bertindak sebagai tuan rumah."

"Melalui penyelenggaraan Seri 2 Season 3 Liga Antar Akademi Basket, kita semua berharap dapat menghadirkan kompetisi yang sehat sekaligus mempererat kolaborasi antar akademi dalam membangun ekosistem pembinaan bola basket Indonesia," kata Romy, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, Thunderstorm Basketball Academy lahir pada 2020 dari gagasan tiga mantan pemain Citra Satria yang ingin menghadirkan wadah positif bagi generasi muda. Akademi tersebut kini membina hampir 80 atlet dengan dukungan lima pelatih yang menggelar latihan di Sentul, Menteng, Panglima Polim, dan Cibubur.

2. Pertumbuhan akademi disebut jadi sinyal positif

ilustrasi sepatu basket indoor (freepik.com/rawpixel.com)

Menurut Romy, meningkatnya jumlah akademi basket menjadi indikator bahwa olahraga tersebut semakin diminati masyarakat. Ia menilai semakin banyak orang tua yang melihat basket sebagai sarana membangun karakter, disiplin, dan gaya hidup sehat bagi anak-anak.

"Olahraga bola basket merupakan kegiatan yang sangat positif dan semakin digemari masyarakat. Salah satu indikatornya adalah semakin banyak akademi basket yang bermunculan di berbagai kota. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap basket terus meningkat dan orang tua mulai melihat basket bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, disiplin, dan gaya hidup sehat," kata Romy.

Meski demikian, ia mengingatkan pertumbuhan jumlah akademi perlu diiringi peningkatan kualitas pembinaan. Menurutnya, aspek seperti kurikulum latihan, kualitas pelatih, filosofi pembinaan, jalur pengembangan atlet, hingga penerapan sport science menjadi pembeda utama antar-akademi.

3. Pembinaan jangka panjang dinilai lebih penting dari prestasi

Kompetisi Antar Akademi Dinilai Perkuat Pembinaan Basket Usia Dini (Dok. Thunderstorm Basketball)

Romy menilai kompetisi antar-akademi merupakan bagian penting dari proses belajar atlet muda. Selain memberikan pengalaman bertanding, ajang tersebut juga mendorong setiap akademi untuk terus berinovasi dalam metode pembinaan.

"Akademi tidak boleh hanya mengejar prestasi sesaat di turnamen usia dini. Kalah dan menang itu biasa dan tidak terlalu spesial bagi kami. Yang jauh lebih penting adalah membangun teknik dasar yang benar, meningkatkan basketball IQ, membentuk karakter, serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap olahraga."

"Jika itu menjadi fokus bersama, saya dan juga teman-teman penggiat akademi basket di Indonesia, optimistis dalam 10 hingga 15 tahun ke depan Indonesia akan memiliki kualitas pemain yang jauh lebih baik," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan kompetisi seperti IBL, meningkatnya kualitas pemain muda, serta antusiasme penonton menjadi sinyal positif bagi basket Indonesia. Dengan pembinaan yang konsisten sejak usia dini, ia optimistis kualitas pemain nasional akan semakin meningkat pada masa mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article