Tumbang dari Persija, Coach Igor Ingin Fokuskan Persib ke laga ACL2

- Persib Bandung kalah 1-2 dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, lalu menjalani pemulihan di Tangerang sebelum menghadapi FC Seoul pada laga perdana AFC Champions League Two.
- Pelatih Igor Tolic meminta maaf kepada Bobotoh karena Persib tampil buruk selama 60 menit awal, meski permainan membaik setelah perubahan dan tekanan meningkat pada 30 menit terakhir.
- Igor menegaskan kekalahan bukan kesalahan individu; Persib kurang fokus, komunikasi, dan saling membantu, sementara gol kedua Persija berawal dari sapuan kurang beruntung serta umpan silang.
Bandung, IDN Times - Persib Bandung akhirnya harus merasakan kekalahan dari rival abadi mereka, Persija Jakarta. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Pangeran Biru tumbang dengan skor 1-2.
Pasca pertandingan, pelatih Persib Igor Tolic memberikan selamat kepada Persija atas kemenangan tersebut. Saat ini para pemain masih melakukan pemulihan di Tangerang untuk segera berangkat ke Korea guna menjalani laga perdana AFC Champions League Two melawan FC Seoul di Seoul World Cup Stadium, Rabu (16/9/2026).
"Kami harus segera melakukan pemulihan, pergi ke Seoul, menunjukkan penampilan yang baik, kemudian setelah dari Seoul kami sudah memiliki jadwal pertandingan lainnya. Mari kita lihat apa yang akan terjadi dalam dua pertandingan berikutnya," kata dia.
1. Igor minta maaf kepada Bobotoh

Partai Persija Jakarta versus Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (IDN Times / Sandy Firdaus) Igor mengakui Persib tidak tampil sesuai harapan, terutama pada 60 menit pertama pertandingan. Permainan Pangeran Biru baru terlihat lebih baik pada 30 menit terakhir setelah sejumlah perubahan dilakukan.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada para fans. Dalam 60 menit pertama, kami bisa dibilang, tidak bermain dengan baik. Kemudian dalam 30 menit terakhir, ketika kami melakukan beberapa perubahan, kami menunjukkan bagaimana seharusnya kami bermain dalam pertandingan seperti ini," ujar Igor.
Ia menyebut Persib mulai bermain lebih berani pada periode tersebut. Para pemain mulai melakukan pressing, berlari mencari ruang, meminta bola, hingga berani mengambil risiko untuk mengejar ketertinggalan.
Persib sebenarnya sempat memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, kesalahan kecil membuat peluang tersebut gagal dimanfaatkan.
"Jadi secara keseluruhan, sekali lagi, selamat untuk Persija. Bagi mereka pertandingan ini seperti final Liga Champions. Sudah cukup lama mereka tidak menang atas kami. Hari ini mereka sedikit lebih beruntung dan pantas meraih kemenangan," katanya.
2. Igor tak puas dengan performa tim

Partai Persija Jakarta versus Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (IDN Times / Sandy Firdaus) Igor juga menegaskan kekalahan Persib bukan disebabkan kesalahan satu pemain. Hal itu disampaikan ketika ia ditanya mengenai penampilan Luka Majer dan Kakang Rudianto, terutama karena dua gol Persija berasal dari sisi kanan pertahanan Persib.
"Saya pikir hari ini tidak ada yang seharusnya merasa puas dengan penampilan siapa pun. Ini bukan kesalahan satu orang. Semua pemain harus bisa bermain dengan baik dan saling membantu. Hari ini, dua kali kami gagal melakukan hal tersebut," kata Igor.
Menurutnya, Persib beberapa kali mampu menggagalkan peluang Persija. Namun, secara keseluruhan ia menilai penampilan timnya dalam pertandingan tersebut belum cukup baik.
"Kami kesulitan sepanjang babak pertama. Di babak kedua, kami masih mengalami masalah selama sekitar 10 menit. Setelah itu, selama 15 menit berikutnya pertandingan menjadi lebih terbuka," ujarnya.
Igor menyebut Persib sebenarnya mampu memberikan tekanan kepada Persija setelah permainan menjadi lebih terbuka. Namun, timnya kembali kebobolan setelah Persija memasukkan penyerang bertubuh besar.
"Mereka memasukkan satu penyerang besar lagi dan dia mencetak gol. Itu memang tugasnya. Akhirnya skor menjadi 2-1," kata dia.
3. Persib kurang beruntung

Partai Persija Jakarta versus Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (IDN Times / Sandy Firdaus) an momentum karena sebuah kesalahan pada proses terciptanya gol kedua Persija. Ia menyebut gol tersebut bermula dari sapuan bola yang kurang beruntung, kemudian dilanjutkan dengan umpan silang.
"Pada akhirnya, ada satu sapuan bola yang kurang beruntung, kemudian terjadi umpan silang dan gol. Namun, sebelum itu saya pikir pertandingan terlihat akan berakhir dengan skor 1-1," ujar Igor.
Menurutnya, hasil tersebut memang mengecewakan, tetapi menjadi bagian dari sepak bola. Ia mengakui Persib tidak mampu menunjukkan permainan terbaik sejak awal pertandingan.
"Sayangnya, hasil ini tidak baik bagi kami maupun para fans. Tetapi inilah sepak bola. Terkadang Anda menang pada menit-menit terakhir, terkadang Anda kalah pada menit-menit terakhir," katanya.
Igor pun menilai atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dipenuhi suporter tidak seharusnya menjadi alasan bagi Persib untuk tampil buruk. Menurutnya, tekanan dari puluhan ribu penonton justru dapat menjadi motivasi bagi pemain.
"Menurut saya, stadion penuh di Jakarta seharusnya menjadi sebuah inspirasi untuk bermain. Saya tidak berpikir hal itu menjadi masalah. Kami sudah terbiasa bermain dalam tekanan," ujarnya.
Ia berharap para pemain dapat mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut, terutama terkait pentingnya fokus dan komunikasi ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
"Kami tetap fokus dan ingin melakukan yang terbaik. Kami sudah mengatakan kepada para pemain bahwa mereka harus mengamati situasi dan berhati-hati sejak awal pertandingan. Kami harus sangat fokus, saling membantu, kemudian mencoba berkembang menit demi menit," kata Igor.
















