Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kota Bandung Resmi Jadi Tuan Rumah Peparda VII Jabar 2026
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Dok Diskominfo
  • Kota Bandung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Peparda VII Jawa Barat 2026, dengan dukungan penuh dari Wali Kota Muhammad Farhan dan seluruh pemangku kepentingan daerah.
  • Pemkot Bandung menargetkan kesuksesan penyelenggaraan dan prestasi atlet, sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata olahraga yang inklusif dan ramah disabilitas.
  • Ajang ini akan mempertandingkan 17 cabang olahraga di berbagai venue ternama Bandung, melibatkan kolaborasi lintas lembaga serta inovasi pembiayaan di luar APBD.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat Tahun 2026. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik penyelenggaraan Peparda dengan tangan terbuka. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan dunia paralimpik sejak terlibat dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) pada gelaran sebelumnya.

“Paralimpik itu sangat penting. Saya tahu betul bahwa ini adalah satu event yang punya nilai tersendiri,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (3/3/2026).

Menurut Farhan, ada dua alasan utama Peparda VII memiliki arti strategis bagi Kota Bandung. Pertama, nilai keolahragaan sekaligus kisah kemanusiaan (human story) dari para atlet disabilitas. Kedua, momentum memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi utama wisata olahraga pada 2026.

“Kami mencanangkan 2026 sebagai tahun Kota Bandung menjadi destinasi utama wisata olahraga. Jadi secara sosial, keolahragaan, dan ekonomi, nilainya sangat tinggi bagi kami,” katanya.

1. Gerakkan seluruh kelembagaan

Lapangan Sidolig Dok. Humas Kota Bandung

Ia menyatakan, Kota Bandung harus sukses dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi. Karena itu, ia meminta Dispora, NPCI, dan seluruh pemangku kepentingan mengawal serius persiapan teknis, dukungan politik, hingga pengelolaan yang transparan.

“Kota Bandung siap mendukung 100 persen. Penyelenggaraan harus sukses, prestasi juga harus sukses,” tegasnya.

Selain aspek kompetisi, Farhan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan ruang-ruang publik yang ramah disabilitas sebagai bagian dari promosi dan edukasi.

Ia mencontohkan trotoar akses disabilitas di kawasan Taman Lalu Lintas serta sejumlah ruang publik seperti Alun-alun Kota Bandung yang sudah semakin inklusif.

“Kita ingin peserta dari 26 kota/kabupaten bukan hanya bertanding, tapi juga merasakan Bandung sebagai kota yang ramah disabilitas,” tuturnya.

2. Penyelenggaran harus dibuat berkualitas

Nanda Mei Sholihah, Atlet Paralimpik Cabang Atletik (dok. Her World)

Sementara itu, Kepala Dispora Jawa Barat, Hery Antasari, menyampaikan salam Gubernur Jawa Barat sekaligus menyerahkan secara simbolis SK Gubernur terkait penetapan Kota Bandung sebagai tuan rumah Peparda VII 2026.

Ia menjelaskan, semangat multievent olahraga saat ini adalah efisiensi dan kolaborasi. Karena itu, NPCI dan pemerintah daerah didorong untuk berinovasi dalam pembiayaan di luar APBD, termasuk membuka peluang sponsor sesuai regulasi.

“Prestasi harus tetap dijaga dan penyelenggaraan harus tetap berkualitas di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.

3. Ada 17 cabor diperlombakan

ilustrasi perempuan disabilitas di pinggir pantai (freepik.com/freepik)

Dalam paparannya, sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan dengan memanfaatkan berbagai venue yang tersebar di Kota Bandung dan sekitarnya.

Untuk cabang atletik akan digelar di Stadion Arcamanik. Catur dan anggar direncanakan berlangsung di Hotel Horison, sementara angkat berat dan boccia di Hotel Grand Pasundan.

Cabang renang akan menggunakan Kolam Renang UPI Bandung. Judo akan berlangsung di Laga Satria Arcamanik, sedangkan taekwondo dan goalball di Laga Tangkas Arcamanik. Tenis meja dijadwalkan di Youth Centre Arcamanik.

Untuk tenis kursi roda akan digelar di Lapang Tenis Taman Maluku. Voli duduk dipusatkan di GOR Pajajaran, tenpin bowling di Siliwangi Bowling Centre, dan panahan di Lapang Softball Arcamanik.

Cabang anggar juga memanfaatkan Hotel Horison. Sementara menembak digelar di GOR Menembak Lodaya. Balap sepeda akan berlangsung di Velodrome Cimahi dan bulutangkis di GOR Lodaya.

Editorial Team