Bandung, IDN Times - Limbah organik seperti sisa makanan, daun, dan bahan-bahan alami lainnya kerap dianggap sebagai sampah yang harus segera dibuang. Padahal, material tersebut masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi kompos yang berguna untuk tanah dan pertanian.
Melihat potensi tersebut, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan Asem7, dekomposer berbasis tujuh mikroba fungsional yang membantu mempercepat proses penguraian limbah organik menjadi kompos.
Asem7 dikembangkan melalui kolaborasi riset Sekolah Vokasi Unpad dengan PT Akselagro Gain Energi. Sejak awal, penelitian ini memang diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan temuan di laboratorium, tetapi juga agar bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dosen Program Studi Bisnis Logistik Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Rani Sukmadewi, M.AB., mengatakan bahwa pengembangan Asem7 berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan dekomposer dengan efektivitas yang baik.
“Riset ini diawali dengan adanya kebutuhan untuk membuat produk yang memiliki efektivitas dengan fungsi produk yang dinilai lebih baik dari produk atau pesaing yang sudah ada di pasaran. Dan juga penelitian ini sebetulnya memang diarahkan ke arah hilirisasi, sehingga memang sejak awal penelitian ini dibentuk,” ujar Rani dikutip dari laman unpad.ac.id, Minggu (4/10/2026).
