Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Unpad Hadirkan Asem7, Produk yang Bisa Ubah Limbah Organik Jadi Pupuk
Petugas memilah sampah organik di TPS untuk diolah menjadi kompos dan pakan magot. (Dok.Humas Pemkot Bandung)
  • Sekolah Vokasi Unpad bersama PT Akselagro Gain Energi mengembangkan Asem7, dekomposer tujuh mikroba fungsional untuk mempercepat penguraian limbah organik menjadi kompos.
  • Pengujian menunjukkan Asem7 menjaga populasi mikroba, menghasilkan kompos dengan N-total meningkat dan rasio C/N sesuai standar, serta menstabilkan pH pada hari ke-27.
  • Asem7 ditargetkan untuk petani, pelaku agribisnis, komunitas, dan rumah tangga, dengan pengembangan hilirisasi melalui peluang kerja sama berbagai pihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Unpad membuat Asem7 untuk mengubah sisa makanan dan daun jadi pupuk kompos. Asem7 punya tujuh mikroba kecil yang membantu sampah cepat hancur, kira-kira dua sampai empat minggu. Asem7 dibuat bersama PT Akselagro Gain Energi. Sekarang Asem7 ingin dipakai petani, komunitas, dan keluarga di rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Asem7 memperlihatkan bagaimana riset kampus dapat menjembatani pengelolaan limbah organik dengan kebutuhan pertanian secara praktis. Berbekal tujuh mikroba fungsional dan serangkaian pengujian, inovasi ini menawarkan proses pengomposan yang terukur sekaligus membuka pemanfaatan bagi petani, komunitas, hingga rumah tangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Limbah organik seperti sisa makanan, daun, dan bahan-bahan alami lainnya kerap dianggap sebagai sampah yang harus segera dibuang. Padahal, material tersebut masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi kompos yang berguna untuk tanah dan pertanian.

Melihat potensi tersebut, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan Asem7, dekomposer berbasis tujuh mikroba fungsional yang membantu mempercepat proses penguraian limbah organik menjadi kompos.

Asem7 dikembangkan melalui kolaborasi riset Sekolah Vokasi Unpad dengan PT Akselagro Gain Energi. Sejak awal, penelitian ini memang diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan temuan di laboratorium, tetapi juga agar bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dosen Program Studi Bisnis Logistik Sekolah Vokasi Unpad, Dr. Rani Sukmadewi, M.AB., mengatakan bahwa pengembangan Asem7 berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan dekomposer dengan efektivitas yang baik.

“Riset ini diawali dengan adanya kebutuhan untuk membuat produk yang memiliki efektivitas dengan fungsi produk yang dinilai lebih baik dari produk atau pesaing yang sudah ada di pasaran. Dan juga penelitian ini sebetulnya memang diarahkan ke arah hilirisasi, sehingga memang sejak awal penelitian ini dibentuk,” ujar Rani dikutip dari laman unpad.ac.id, Minggu (4/10/2026).

1. Mikroba dapat mengurai limbah

Meminimalisir food waste menjadi pupuk organik (istock/svetikd)

Asem7 digunakan sebagai bioaktivator dalam proses pembuatan kompos. Cara penggunaannya dengan mengaplikasikan produk tersebut pada bahan organik yang akan melalui proses penguraian. Sesuai namanya, Asem7 dikembangkan menggunakan tujuh mikroba fungsional. Mikroorganisme tersebut dirancang untuk bekerja secara sinergis dalam proses dekomposisi.

Formulasi tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan Asem7. Tim peneliti tidak hanya melihat kemampuan mikroba dalam menguraikan bahan organik, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas mikroba selama penyimpanan. Dengan formulasi tersebut, Asem7 diarahkan untuk membantu menghasilkan kompos dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu.

2. Sudah melalui serangkaian pengujian

ilustrasi pupuk organik (pexels.com/id-id/karolina-grabowska)

Sebelum dikembangkan menuju pemanfaatan yang lebih luas, Asem7 telah melewati sejumlah tahapan penelitian. Di antaranya formulasi produk, pengujian viabilitas mikroba, pengujian efektivitas dekomposisi hingga pengenalan kepada calon pengguna.

Hasil pengujian menunjukkan formulasi Asem7 mampu mempertahankan populasi mikroba dan menghasilkan karakteristik kompos yang baik. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan N-total dan penurunan rasio C/N yang menjadi salah satu penanda kematangan kompos.

Rani menuturkan, penelitian mengenai Asem7 juga telah dipublikasikan dalam Journal of Applied Agricultural Science and Technology (JAAST) Vol. 9 No. 2 pada 2025. Dalam penelitian berjudul Acceleration of Organic Waste Decomposition: A Comparative Study of ASEM-7 Decomposer Efficiency on Several Organic Wastes, tim peneliti mencatat Asem7 mampu menstabilkan pH kompos pada kisaran 7-8 sejak hari ke-27.

Sementara itu, dekomposer pembanding EM4 dalam penelitian tersebut baru mencapai kondisi pH stabil pada hari ke-37. Rasio C/N akhir kompos yang dihasilkan juga berada pada rentang 15-25 dan memenuhi standar mutu kompos.

3. Tak hanya menyasar petani, Asem7 juga disiapkan untuk rumah tangga

Pupuk Organik (freepik.com/rawpixel.com)

Setelah melewati tahap penelitian dan pengujian, pengembangan Asem7 kini diarahkan menuju pemanfaatan yang lebih luas. Petani dan kelompok tani menjadi salah satu target pengguna. Selain itu, produk ini juga ditujukan bagi pelaku pertanian organik, pelaku agribisnis, komunitas hingga rumah tangga yang melakukan pengolahan limbah organik secara mandiri.

Pengembangan lebih lanjut juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pengujian dan sertifikasi, produsen pupuk organik, distributor produk pertanian, kelompok tani hingga mitra industri. Bagi tim peneliti, hilirisasi menjadi bagian penting karena hasil riset tidak ingin berhenti sebagai pengetahuan di lingkungan akademik.

"Asem7 menjadi salah satu contoh bagaimana penelitian di perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Limbah organik yang sebelumnya berakhir sebagai sampah dicoba diolah kembali agar memiliki nilai guna," kata Rani.

Melalui pendekatan berbasis mikroba, bahan organik tersebut dapat diproses menjadi kompos yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk mendukung tanah dan kebutuhan pertanian. Perjalanan Asem7 tidak berhenti pada bagaimana membuat limbah cepat terurai. Tantangan berikutnya adalah bagaimana teknologi tersebut dapat benar-benar digunakan masyarakat dan menjadi bagian dari kebiasaan baru dalam mengelola limbah organik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article