Ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Debbie Sutrisno)
Kunjungan Komisi V DPRD Jabar tersebut juga berkaitan dengan perluasan akses layanan kesehatan dan pelaksanaan sistem perlindungan kesehatan masyarakat. Peninjauan dilakukan di rumah sakit jejaring pengampuan layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).
Namun, kejelasan mekanisme pembiayaan dan klaim menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan agar masyarakat yang membutuhkan perawatan tidak menghadapi hambatan berkepanjangan untuk memperoleh layanan medis.
Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat memperluas jangkauan pengobatan terhadap masyarakat. Sebanyak 100 rumah sakit negeri dan swasta dipastikan bisa melayani warga Jabar yang hendak berobat secara gratis.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyatakan, lebih dari 100 rumah sakit negeri dan swasta yang terlibat dalam kerja sama tersebut, termasuk sejumlah rumah sakit di Jakarta. Meski begitu, layanan gratis hanya bisa digunakan untuk perawatan kelas 3.
"Nanti berobat ke seluruh rumah sakit ini asal di kelas 3. Dijamin pembayarannya," kata KDM, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kerja sama itu melibatkan Pemprov Jabar bersama 27 pemerintah kabupaten/kota. Jaringan rumah sakit tersebut tidak hanya berada di Jawa Barat, tetapi juga mencakup rumah sakit rujukan di Jakarta.
Dengan begitu, KDM meminta warga Jawa Barat yang sedang berada di Jakarta dan membutuhkan layanan kesehatan untuk tetap mendapatkan pengobatan di rumah sakit yang masuk dalam jaringan kerja sama.
"Bagi warga Jabar yang di Jakarta kalau sakit tinggal datang ke rumah sakit-rumah sakit tadi, jangan ragu. Pemerintah daerah dan provinsi bertanggung jawab terhadap pengobatannya," kata dia.
Adapun rumah sakit yang masuk dalam jaringan kerjasama tersebut antara lain RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, dan RSPAD.
Selain rumah sakit di Jakarta, terdapat pula rumah sakit rujukan di Jawa Barat seperti RS Mata Cicendo dan RS Paru Cisarua. KDM mengatakan, perluasan jaringan tersebut ditujukan agar warga memiliki lebih banyak pilihan ketika membutuhkan penanganan penyakit tertentu.