Bandung, IDN Times – Dentuman papan skateboard beradu dengan permukaan beton terdengar bersahutan dengan deru kendaraan yang melintas di atas Jalan Layang Mochtar Kusumaatmadja atau Jembatan Pasupati, Kota Bandung. Suara itu menjadi bagian dari keseharian di Skatepark Tamansari, tempat anak-anak hingga orang dewasa menghabiskan waktu untuk berlatih seluncur papan.
Di tengah ruang latihan yang terbatas, seorang bocah berusia empat tahun tampak sibuk mendorong papan skateboard-nya. Sesekali, ia mencoba melakukan trik dasar. Ketika berhasil, wajahnya berbinar. Namun, ketika terjatuh, ia kembali bangkit dan mencoba lagi.
Bocah itu adalah Muhammad Alby, yang akrab disapa Iboy. Di usianya yang masih belia, ia sudah akrab dengan papan skateboard dan menjadikan area di bawah Jembatan Pasupati sebagai tempat untuk belajar sekaligus merajut mimpi.
Iboy bukan satu-satunya anak kecil yang menghabiskan waktu di skatepark tersebut. Menurut Firman, pelatih sekaligus penggiat skateboard setempat, ada sekitar 10 anak yang rutin bermain di sana. Usia mereka beragam, mulai dari empat tahun hingga orang dewasa berusia 45 tahun.
"Sekarang kurang lebih ada sepuluh anak kecil yang bermain. Usianya beragam, mulai dari Iboy yang paling kecil, empat tahun, sampai orang dewasa berusia 45 tahun juga ada," ujar Firman.
Bagi mereka, skatepark itu bukan sekadar tempat bermain. Di atas permukaan beton yang terbatas, ada keberanian yang terus diasah, keterampilan yang dipelajari sedikit demi sedikit, serta harapan untuk suatu hari bisa berprestasi melalui skateboard.
