Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PPP Mulai Panaskan Mesin Politik di Jabar untuk Pemilu 2029

Kota Bandung
3 min read
PPP Mulai Panaskan Mesin Politik di Jabar untuk Pemilu 2029
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • PPP memperkuat struktur politik di Jawa Barat untuk Pemilu 2029, dengan target meraih 40 juta suara di provinsi berpenduduk terbesar Indonesia.

  • Konsolidasi kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota telah selesai, lalu dilanjutkan ke kecamatan, desa, dan kelurahan dengan target rampung akhir 2026 sebelum verifikasi KPU.

  • PPP menggerakkan kader hingga TPS melalui agen RT, sementara DPW Jawa Barat menargetkan kenaikan kursi legislatif melampaui enam kursi DPRD Provinsi saat ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperkuat struktur kepengurusan secara masif untuk meraih banyak suara di Provinsi Jawa Barat. Partai berlambang kabah itu menargetkan 40 juta suara bisa diraih dalam pemilu 2029 mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPP PPP Muhamad Mardiono saat Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PPP di Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026). Dia mengatakan Mukerwil bukanlah ajang seremonial semata.

"Mukerwil ini bukan seremonial seperti pelantikan atau pengukuhan, melainkan momentum konsolidasi menyeluruh untuk mengevaluasi apakah tugas-tugas dalam agenda partai sudah berjalan atau belum," kata Mardiono.

  1. 1. Targetkan raih 40 juta suara

    IMG-20261010-WA0093.jpg
    Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Mardiono mengatakan, konsolidasi di Jabar menunjukkan kemajuan signifikan. Setelah Musyawarah Wilayah (Muswil) dan penyusunan pengurus DPW rampung, seluruh Musyawarah Cabang (Muscab) di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat kini telah dinyatakan selesai 100 persen.

    Agenda konsolidasi kini memasuki tahap Musyawarah Ranting Cabang (Musrancap) di tingkat kecamatan, disusul pembentukan Pengurus Ranting di tingkat desa dan kelurahan.

    Seluruh jejaring tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026, tepat sebelum tahapan verifikasi partai politik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dimulai.

    "Jawa Barat menjadi agenda yang sangat penting bagi PPP karena memiliki penduduk terbesar di Indonesia, dengan perkiraan 40 juta pemilih pada Pemilu 2029. Alhamdulillah kali ini Jawa Barat solid, tidak ada lagi friksi maupun riak-riak masa lalu. Kami bersatu menyongsong masa depan," kata dia.

  2. 2. Perkuat konsolidasi hingga ranting

    IMG-20261010-WA0096.jpg
    Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    DPP PPP menginstruksikan kader untuk bergerak hingga tingkat TPS melalui agen-agen di lingkungan RT. Agen ini bertugas menyosialisasikan visi perjuangan partai serta mengawal aspirasi masyarakat sejalan dengan komitmen dukungan PPP terhadap program kesejahteraan rakyat Kabinet Presiden Prabowo Subianto.

    "Kader di tingkat RT itulah yang akan menjadi agen untuk mengendalikan TPS dan menggerakkan pemegang hak suara bersama PPP. Sampaikan misi dan agenda perjuangan kita, terutama komitmen menyejahterakan rakyat," ucap dia.

    Sementara itu Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, kelegaan atas tuntasnya dinamika internal organisasi, sehingga mandat kepemimpinan kini telah sah secara legal formal maupun politik.

    Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu menegaskan tekadnya untuk mendongkrak perolehan kursi legislatif PPP pada Pemilu 2029 melampaui capaian enam kursi yang saat ini dimiliki di DPRD Provinsi Jawa Barat.

    "Partai besar bukan dinilai dari berapa lama berdiri, melainkan dari jumlah perolehan kursi di setiap tingkatan. Saat ini kami memiliki enam kursi di Jawa Barat, dan pada Pemilu 2029 target kami adalah meraih kursi yang jauh lebih banyak," kata Uu.

  3. 3. Optimistis raih banyak suara di Jabar

    IMG_20260419_110950.jpg
    Plt Ketua DPW PPP Jabar Uu Ruzhanul Ulum (inin nastain/IDN Times)

    Kendati begitu, politikus yang akrab disapa Kang Uu ini menekankan prinsip kepemimpinan kolegial bersama seluruh jajaran DPC hingga PAC di seluruh wilayah Jabar.

    "Amanah ini memang berat, tetapi dalam politik tidak bisa 'one man show', melainkan harus kolektif kolegial. Dengan kebersamaan seluruh pengurus dan doa restu masyarakat Jawa Barat, beban yang berat ini insyaallah akan menjadi ringan," ucap Uu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More