Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPRD Jabar Desak Penyerangan Bus U-18  Persib di Batang Diusut Tuntas
Seorang pria ditangkap karena terlibat perusakan bus Persib. (IDN Times/Dok Polres Batang)
  • Fraksi PPP DPRD Jawa Barat mengecam penyerangan, perusakan, dan penjarahan bus Persib EPA U-18 di rest area Batang sebagai tindakan kriminal, bukan rivalitas suporter.

  • Zaini Shofari mendesak pengusutan tuntas serta efek jera bagi pelaku, termasuk untuk kekerasan di luar stadion, sambil mengapresiasi pengejaran polisi hingga Karawang.

  • Polresta Batang menangkap satu terduga pelaku pelemparan bus setelah memeriksa TKP, saksi, dan CCTV; Bobotoh juga diminta menahan diri serta tidak melakukan balasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebelumnya

Polresta Batang menangkap seorang terduga pelaku pelemparan bus Persib EPA U-18 di Karawang setelah melakukan pengejaran. Tim gabungan juga melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, dan memeriksa CCTV.

Senin (12/10/2026)

Zaini Shofari mengecam penyerangan, perusakan, dan penjarahan terhadap bus Persib EPA U-18 sebagai tindakan kriminal. Ia mendesak pengusutan tuntas, penindakan pelaku, serta meminta Bobotoh tidak melakukan aksi balasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bus Elite Pro Academy U-18 Persib Bandung diserang, dirusak, dan dijarah di sebuah rest area di wilayah Batang. Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku.
  • Who?
    Bus Persib EPA U-18 menjadi sasaran. Polresta Batang menangkap satu terduga pelaku di Karawang, sementara Zaini Shofari dari Fraksi PPP DPRD Jawa Barat mendesak pengusutan tuntas.
  • Where?
    Penyerangan terjadi di rest area wilayah Batang, Jawa Tengah. Seorang terduga pelaku diamankan polisi di wilayah Karawang, Jawa Barat.
  • When?
    Penangkapan dan pernyataan terkait kasus ini disampaikan pada Senin, 12 Oktober 2026. Waktu pasti terjadinya penyerangan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Motif penyerangan per saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari penyidikan. Zaini Shofari menilai perusakan dan penjarahan tersebut merupakan tindakan kriminal, bukan rivalitas suporter.
  • How?
    Polisi menerima laporan, melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, memeriksa CCTV, lalu mengejar terduga pelaku hingga Karawang dan mengamankan satu orang untuk diproses hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bus tim muda Persib U-18 diserang di tempat istirahat di Batang. Bus itu dilempari, dirusak, dan ada barang yang diambil. Pak Zaini dari DPRD Jawa Barat meminta polisi mencari semua pelaku. Polisi sudah menangkap satu orang di Karawang. Polisi masih memeriksa saksi dan kamera. Bobotoh diminta tidak membalas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat Polres Batang, didukung pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV, menunjukkan adanya upaya serius untuk menempatkan penyerangan bus Persib U-18 sebagai tindak kriminal yang diproses secara hukum. Apresiasi terhadap penegakan hukum serta ajakan menahan diri kepada Bobotoh juga membuka ruang agar insiden ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, mengecam keras penyerangan terhadap bus Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung di rest area wilayah Batang, Jawa Tengah.

Zaini menilai aksi perusakan dan penjarahan tersebut bukan lagi bagian dari rivalitas suporter sepak bola, melainkan sudah masuk ranah kriminalitas. Dia juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak seluruh pelaku tanpa pandang bulu.

"Perilaku perusakan dan penjarahan yang terjadi bukan lagi masuk ranah rivalitas, tetapi sudah masuk tindakan kriminalitas. Perlu diusut tuntas sehingga pada masa mendatang tidak terjadi lagi, siapa pun pelakunya," ujarnya, Senin (12/10/2026).

1. Minta diusut dengan tuntutas

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Zaini menilai, perlu ada efek jera bagi pelaku kekerasan dalam sepak bola, dan sanksi tidak hanya diterapkan ketika pelanggaran terjadi di dalam stadion, tetapi juga terhadap tindakan kriminal yang dilakukan di luar arena pertandingan.

"Harus ada efek jera, di luar aturan hukum yang ada, agar suporter manapun jika memperlakukan tim atau pendukung lain seperti itu akan tahu akibatnya. Di dalam stadion saja, saat pertandingan ada sanksinya, pun di luar stadion," katanya.

Di sisi lain, Zaini mengapresiasi jajaran Polres Batang yang bergerak cepat mengejar para terduga pelaku hingga ke Karawang, Jawa Barat. Dia juga menyoroti penyebaran foto dan video kejadian maupun terduga pelaku di media sosial.

Menurutnya, rekaman kamera pengawas (CCTV) dan kamera ponsel dapat menjadi pengingat bahwa tindakan seseorang bisa terekam dan tersebar dengan cepat.

"Semua harus sadar kamera. CCTV dan kamera HP akan mudah merekam kejadian apa pun. Begitu kejadian terjadi, dalam hitungan detik sudah tersebar," katanya.

2. Bobotoh diimbau tidak terprovokasi

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Zaini turut mengingatkan para pendukung Persib atau Bobotoh agar tidak terpancing dan melakukan aksi balasan. Ia meminta semua pihak menahan diri agar insiden tersebut tidak memicu konflik yang lebih luas antar suporter.

"Kejadian ini tentu menjadi perhatian kita semua, terutama Bobotoh Persib agar tidak melakukan hal demikian dan tidak melakukan balasan. Sekali lagi, kita sudah beda kelas," tuturnya.

3. Polisi amankan satu orang tersangka

Bus tim EPA U-18 Persib diserang di Batang. (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, Polresta Batang telah menangkap seorang pelaku yang terlibat aksi pelemparan bus milik Persib EPA U-18. Kapolresta Batang Kombes Warsono mengatakan, upaya penangkapan dilakukan setelah dilakuka pengejaran pasca pihaknya menerima laporan kejadian.

"Hasil pengejaran berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku kejadian ini di daerah Karawang," katanya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (12/10/2026).

Tim gabungan kemudian melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan satu orang di wilayah Karawang.

"Kami Polres Batang akan menindaklanjuti dengan proses hukum sesuai dengan ketentuan," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article