Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Kebun ke Meja Makan, Anak-anak Diajak Mengenal Perjalanan Bahan Pangan
Dok.Istimewa
  • Seluruh pasokan paprika untuk 43 gerai Pizza Hut di Bandung berasal dari petani binaan Bandung Barat, termasuk Kelompok Tani Sumber Tani Mulya yang bermitra sekitar tujuh tahun.

  • Program Pizza Hut Peduli Petani sejak 2013 melibatkan lebih dari 243 petani di 15 area, dengan hampir tiga hektare lahan dan lebih dari 100 greenhouse.

  • Kemitraan menyediakan modal, pendampingan teknis, serta kepastian pembelian panen; kegiatan Pizza Maker Junior juga mengajak anak-anak mengenal budidaya paprika hingga membuat pizza.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Paprika untuk semua Pizza Hut di Bandung datang dari petani lokal di Bandung Barat. Kelompok Tani Sumber Tani Mulya sudah bekerja sama sekitar tujuh tahun. Pizza Hut membantu petani dengan modal, belajar bertani, dan membeli panen. Sekarang, anak-anak juga diajak melihat paprika tumbuh, lalu membuat pizza memakai paprika itu.Anak-anak di Bandung Barat pergi ke kebun paprika. Mereka melihat petani menanam dan merawat paprika sampai bisa dipanen. Mereka juga belajar paprika bisa jadi makanan, seperti pizza. Petani Sumber Tani Mulya memasok paprika ke restoran Pizza Hut. Sekarang anak-anak tahu makanan datang dari kebun dan kerja keras petani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kemitraan Pizza Hut dengan petani lokal menunjukkan bagaimana kebutuhan bahan baku dapat berjalan seiring dengan penguatan usaha tani. Pasokan paprika dari Bandung Barat didukung pendampingan, standar budidaya, dan kepastian pembelian, sementara kunjungan anak-anak ke kebun memberi pengalaman langsung untuk memahami perjalanan pangan dari penanaman hingga menjadi hidangan.Perjalanan anak-anak dari kebun paprika ke kegiatan memasak menghadirkan pembelajaran yang lebih utuh tentang pangan: mereka tidak hanya berkreasi dengan makanan, tetapi juga menyaksikan perawatan tanaman dan peran petani di baliknya. Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kemitraan dengan petani lokal dapat menghubungkan hasil panen dengan bahan yang digunakan restoran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Sebelum makanan tersaji di meja makan, ada proses panjang yang sering kali luput diketahui anak-anak. Mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen, setiap bahan pangan memiliki perjalanan tersendiri sebelum akhirnya diolah menjadi hidangan.

Pengalaman itulah yang coba diperkenalkan kepada sejumlah anak di Kabupaten Bandung Barat melalui kunjungan ke Kelompok Tani Sumber Tani Mulya. Mereka diajak melihat langsung budidaya paprika, salah satu komoditas hortikultura yang banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan 10 tahun program Pizza Maker Junior yang selama ini dikenal melalui aktivitas membuat pizza. Kali ini, pengalaman belajar diperluas dengan mengajak anak-anak memahami proses yang terjadi jauh sebelum makanan sampai ke tangan konsumen.

Local Store Manager Pizza Hut Indonesia, Herryady, mengatakan selama satu dekade program tersebut berupaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak melalui pengalaman langsung.

"Selama 10 tahun, Pizza Maker Junior telah menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi melalui pengalaman membuat pizza. Sebagai puncak perayaan satu dekade Pizza Maker Junior, kami ingin memperluas pengalaman tersebut melalui rangkaian kunjungan ke pertanian di berbagai wilayah," ujar Herryady dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times.

Menurut dia, anak-anak perlu mengetahui asal bahan makanan yang mereka gunakan sehari-hari agar memahami proses panjang yang terjadi sebelum makanan tersaji.

"Anak-anak diajak melihat langsung bagaimana bahan makanan yang mereka gunakan sehari-hari berasal dan dipersiapkan, sehingga mereka dapat memahami bahwa setiap hidangan memiliki perjalanan yang dimulai jauh sebelum sampai di meja makan," katanya.

1. Mengenal perjalanan paprika dari kebun hingga panen

Dok.Istimewa

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak berkeliling area pertanian untuk mengenal proses budidaya paprika. Mereka melihat langsung bagaimana tanaman dirawat hingga menghasilkan buah yang siap dipanen.

Selain memperkenalkan teknik budidaya sederhana, kegiatan itu juga memberi gambaran mengenai peran petani dalam menjaga ketersediaan bahan pangan.

Ketua Kelompok Tani Sumber Tani Mulya, Dedey, menilai kunjungan seperti ini penting karena banyak anak hanya mengenal sayuran setelah menjadi bagian dari makanan yang mereka konsumsi.

"Kami senang anak-anak bisa datang dan melihat langsung bagaimana paprika ditanam dan dirawat sampai siap dipanen. Biasanya mereka mengenal paprika setelah sudah menjadi bagian dari makanan, jadi lewat kegiatan ini mereka bisa tahu bahwa ada proses yang cukup panjang sebelum bahan tersebut sampai ke meja makan," ujar Dedey.

2. Kemitraan petani lokal jadi bagian rantai pasok pangan

Dok.Istimewa

Kelompok Tani Sumber Tani Mulya merupakan salah satu kelompok tani yang selama ini memasok paprika untuk kebutuhan sejumlah outlet restoran di Bandung.

Kelompok tani tersebut juga tergabung dalam program Pizza Hut Peduli Petani yang memberikan dukungan berupa pendampingan teknis, bantuan modal usaha, hingga kepastian pasar bagi hasil panen petani.

Secara nasional, program kemitraan tersebut telah melibatkan lebih dari 243 petani yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa, Bali, dan Sulawesi. Komoditas yang dihasilkan antara lain paprika, tomat, buncis, dan selada romaine.

Pizza Hut Indonesia menyebut saat ini seluruh kebutuhan paprika dan tomat yang digunakan di Pizza Hut Restaurant berasal dari petani lokal yang menjadi mitra perusahaan.

3. Dari kebun, anak-anak belajar mengolah bahan pangan menjadi makanan

Dok.Istimewa

Setelah mengenal proses budidaya di lahan pertanian, anak-anak melanjutkan kegiatan dengan mengolah bahan pangan yang telah mereka pelajari sebelumnya menjadi makanan siap santap.

Paprika yang sebelumnya mereka lihat di kebun kembali ditemui sebagai salah satu bahan yang digunakan dalam aktivitas memasak. Dengan cara tersebut, anak-anak dapat melihat hubungan antara proses produksi pangan dan makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil akhir sebuah makanan, tetapi juga pada perjalanan panjang yang melibatkan petani, lahan pertanian, hingga proses pengolahan sebelum makanan tersaji di meja makan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article