Bandung, IDN Times - Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Rakhmat Prasetia mengatakan, berdasarkan rekomendasi kewaspadaan cuaca, sejumlah wilayah Jawa Barat masuk dalam daftar daerah yang perlu mendapat perhatian.
"Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi siaga menghadapi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu," kata Rakhmat, Minggu (4/10/2026).
Pada Senin, 5 Oktober 2026, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur. Sementara pada Selasa, 6 Oktober 2026, kewaspadaan perlu ditingkatkan di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kabupaten Bandung.
Kemudian pada Rabu, 7 Oktober 2026, potensi cuaca yang perlu diantisipasi berada di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Garut. Sedangkan pada Kamis hingga Minggu, 8-11 Oktober 2026, tidak terdapat wilayah yang masuk dalam rekomendasi kewaspadaan.
Masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana juga diimbau mengenali kondisi lingkungan sekitar. Jika terjadi bencana, warga diminta mengikuti arahan dan protokol evakuasi yang ditetapkan pemerintah daerah.
Selain itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, maupun udara. Informasi mengenai kondisi cuaca perlu dipantau secara berkala sebelum melakukan perjalanan.
Masyarakat dapat memperoleh informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG. Pembaruan informasi tersebut penting dilakukan mengingat kondisi cuaca dapat berubah dalam waktu singkat.
"Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologis di wilayah masing-masing," pungkasnya.
