Bandung, IDN Times - Penataan trotoar kawasan Gasibu kembali menjadi sorotan oleh kelompok pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Trotoar yang sebelumnya viral karena terlalu tinggi itu kembali dikritik karena perbaikannya tidak memudahkan akses untuk disabilitas.
Salah satu yang menyoroti hal ini yaitu Koalisi Pejalan Kaki (Kopeka) Bandung. Mereka menilai kondisi trotoar di kawasan Gasibu Bandung belum ramah bagi pejalan kaki, khususnya penyandang disabilitas.
Koordinator Kopeka Bandung, Muhammad Fadhil mengatakan, persoalan tersebut terlihat dari sejumlah bagian trotoar yang belum memenuhi aspek aksesibilitas bagi pengguna kursi roda.
Menurut Fadhil, salah satu persoalan yang ditemukan adalah ramp atau pelandaian trotoar yang tidak menyatu dengan permukaan aspal di titik penyeberangan.
"Di dalam kemiringan itu harus disediakan pegangan untuk rekan-rekan disabilitas. Gunanya agar rekan-rekan disabilitas bisa memegang pegangan itu dan tidak mudah untuk jatuh ke bawah," ujar Fadhil, Senin (28/9/2026).
