TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Suhu Udara Majalengka dan Ciayumajakuning Lebih Dingin, Ini kata BMKG

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Juli

unsplash.com

Majalengka, IDN Times- Suhu dingin dialami masyarakat di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) dalam beberapa hari terakhir. Padahal, dalam waktu yang sama, cuaca di wilayah itu cenderung terik.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari fenomena alam yang terjadi saat ini. Musim kemarau, menjadi salah satu pemicu kondisi yang terjadi sejak beberapa hari itu.

"Memang beberapa hari ini terasa lebih dingin, walaupun panas terik. Penyebabnya adalah karena minimnya jumlah awan saat musim kemarau," kata prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati Dyan Anggraini

1. Selain kemarau, suhu dingin juga dipicu beberapa hal

Masuknya musim kemarau, kata Dyan, menjadi salah satu pemicu suhu udara dalam beberapa hari ini terasa dingin. Kemarau, jelas dia, berdampak terhadap tidak adanya penahan radiasi gelombang. 

"Radiasi gelombang panjang yang dilepaskan ke angkasa tidak ada penahannya, otomatis udara jadi lebih cepat dingin," kata dia. 

Kecepatan angin yang terjadi juga memicu suhu udara terasa lebih dingin. "Ditambah lagi angin yang cukup kencang menyebabkan awan sulit terbentuk," ungkap dia.

"Selain itu, faktor lain yang menyebabkan hal tersebut adalah karena pada musim kemarau angin berhembus dari Australia menuju indonesia yang sifatnya dingin dan kering karena di Australia saat ini sedang musim dingin," lanjut Dyan. 

Berdasarkan gerak semu matahari, kata Dyan, saat ini posisi matahari baru bergerak balik dari belahan bumi utara kembali ke selatan. Namun, letaknya masih di belahan bumi utara.

"Sehingga di Australia relatif menerima panas yang lebih sedikit karena musim dingin. Sehingga menambah suhu relatif dingin di Indonesia,"beber dia.

2. Suhu udara akan kembali naik pada Agustus

Dijelaskan Dyan, berdasarkan data yang ada, pada Juli ini memang biasanya terjadi penurunan suhu udara, yang berdampak relatif lebih dingin. Kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga akhir bulan nanti.

"Kalau dilihat dari kondisi rata-ratanya memang biasanya pada bulan Juli ini akan ada penurunan suhu. Kemudian suhu akan meningkat kembali mulai bulan Agustus hingga Oktober," kata Dyan. 

Terjadinya kenaikan suhu pada Agustus itu, tambah dia, dikarenakan adanya pergerakan matahari ke arah ekuator. "Ini juga karena posisi matahari yang pada bulan tersebut (Agustus) akan bergerak menuju ke ekuator dan belahan bumi selatan," jelas dia. 

Pada saat itu, suhu udara di Ciayumajakuning dan Indonesia akan mengalami kenaikan. "Sehingga wilayah Indonesia, khususnya Ciayumajakuning akan kembali mengalami kenaikan suhu," papar dia.

Berita Terkini Lainnya