Bandung, IDN Times - Ada makanan yang datang dari tempat jauh, tetapi kemudian menemukan rumahnya di tempat lain. Perjalanan itu pula yang terjadi pada croissant yang dikembangkan Golden France sejak usaha tersebut berdiri pada 2004.
Ketika Golden France mulai berdiri, croissant belum menjadi panganan yang begitu akrab bagi masyarakat Bogor. Bagi Oryza Sativa, pemilik Golden France, kondisi tersebut justru menjadi peluang untuk memperkenalkan sesuatu yang masih terasa asing.
Alih-alih hanya menjual croissant, Oryza dan timnya mencoba mencari tahu bagaimana membuat panganan asal Prancis tersebut dapat diterima oleh lidah dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Berbagai resep dipelajari dan diuji hingga akhirnya Golden France menemukan formula yang dinilai sesuai.
"Kalau melihat perjalanan Golden France sekarang, sebenarnya semuanya berawal dari rasa penasaran. Waktu itu kami melihat croissant masih belum terlalu dikenal di Bogor. Kami kemudian mencoba memahami bagaimana membuat produk yang tetap punya karakter croissant, tetapi bisa dinikmati oleh lebih banyak orang. Prosesnya panjang, dan kami terus belajar dari waktu ke waktu,” ujar Oryza, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Minggu (20/9/2026).
