Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan Siswa-Guru Sukabumi Diduga Keracunan MBG, Sekolah Tak Laporan
Suasana Puskesmas Simpenan saat tangani korban keracunan MBG (dok IDN Times)
  • Sebanyak 151 siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh, Sukabumi, dilaporkan sakit setelah mengonsumsi dimsum ayam jamur dalam program Makan Bergizi Gratis pada 2 Oktober 2026.
  • Gejala mual, pusing, dan diare mulai muncul sejak sore hari, tetapi pihak sekolah disebut hanya melapor ke SPPG MBG, bukan kepada instansi berwenang.
  • Korban terdiri dari 125 siswa dan 26 guru; sebagian berobat jalan, sementara Dinas Kesehatan Sukabumi menyelidiki SPPG Cikujang 1 untuk memastikan penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SUKABUMI, IDN Times - Kasus dugaan keracunan massal mengguncang lingkungan SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 151 orang yang terdiri dari siswa dan guru dilaporkan jatuh sakit usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa dimsum ayam jamur.

Ironisnya, insiden yang terjadi pada awal pekan ini sempat ditutup-tutupi oleh pihak sekolah dan baru terungkap setelah menuai penelusuran lebih lanjut dari aparat setempat.

1. Kronologi awal mula dugaan keracunan

Siswa Cianjur dilarikan ke IGD usai keracunan MBG (IDN Times/Istimewa)

Peristiwa bermula saat pihak sekolah melakukan pengecekan kehadiran pada Senin (5/10/2026). Usai ditelusuri lebih dalam, para korban ternyata sudah mulai mengeluhkan berbagai gejala kesehatan yang mengarah pada keracunan sejak Jumat (2/10/2026) sore.

"Berdasarkan keterangan dari para siswa dan guru yang sakit, gejala mual, pusing, dan diare tersebut muncul beberapa waktu setelah mereka menyantap menu MBG berupa dimsum ayam jamur yang dikonsumsi pada pukul 13.00 WIB," ujar Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan, Kamis (8/10/2026).

2. Sempat ditutupi, pihak sekolah hanya lapor ke SPPG

Siswa saat membawa ompreng MBG (IDN Times/Siti Fatimah)

Kabar mengejutkan ini baru tercium oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama kepala Puskesmas pada Rabu (7/10/2026). Pihak sekolah dinilai tertutup lantaran tidak melaporkan insiden membahayakan ini kepada instansi berwenang, melainkan hanya menyampaikannya kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG terkait.

"Pihak SMK tidak melaporkan kejadian tersebut kepada berbagai pihak kecuali ke SPPG," kata Ridwan.

3. Total 151 orang terdampak keracunan

Kapolres Sukabumi AKBP Samian saat menjenguk korban keracunan massal (IDN Times/Istimewa)

Berdasarkan data dari Puskesmas Cibolang yang berkoordinasi langsung dengan pihak SMKN 1 Gunungguruh, total korban mencapai 151 orang yang mencakup 125 siswa dan 26 guru. Sebagian besar korban menjalani pengobatan jalan di rumah, sementara satu orang guru sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

"Sebagian siswa dan guru masih merasakan gejala tersebut dan menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing. Sementara satu orang guru yang sempat dirawat kini sudah dapat melaksanakan tugas mengajar kembali," kata Ridwan.

Sebagai tindak lanjut atas insiden ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi menyeluruh ke SPPG Cikujang 1 guna memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan massal tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article