PSSI Sanksi Persib Dua Laga Tanpa Penonton, dan Tutup Sebagian Tribun

Bandung, IDN Times - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan sanksi kepada sejumlah klub yang dianggap melanggar aturan, di mana salah satunya adanya Persib Bandung. Dalam hasil sidang komite disiplin PSSI per 1 Oktober 2024 Persib disanksi setelah ada keributan antara Bobotoh dengan Steward usai laga versus Persija Jakarta.
Adapun jenis pelanggaran yang terjadi yaitu, penyalaan flare dalam jumlah banyak, pelemparan air mineral dalam botol dan plastik ke arah steward di pinggir lapangan, masuknya penonton ke area lapangan pertandingan yang mengakibatkan penganiayaan dan kerusuhan serta adanya korban luka-luka
"Sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah sampai separuh musim Kompetisi BRI Liga 1 Tahun 2024/2025, dengan rincian yaitu penutupan seluruh stadion sebanyak 2 (dua) pertandingan secara berturut-turut berlaku pada pertandingan terdekat.
"Silanjutkan penutupan sebagian stadion yaitu Tribun Utara dan Tribun Selatan sebanyak tiga pertandingan secara berturut-turut; dan denda Rp 295 juta," dikutip IDN Times dari laman PSSI, Jumat (4/10/2024).
1. Kasus ini awalnya viral di media sosial

Pemukulan puluhan Bobotoh kepada sejumlah steward atau panitia pengamanan di dalam lapangan pada laga Persib menjamu Persija, Senin (23/9/2024), memasuki babak baru. Kepolisian akan mencari siapa saja pelaku dan dalang dibalik pemukulan tersebut seiring adanya laporan ke Polresta Bandung.
Lantas bagaimana pemukulan ini bisa terjadi? Apakah ini diawali dari adanya seorang Bobotoh yang diduga dianiaya oleh steward, pemain, dan ofisial pada laga Persib vs Port FC pekan lalu?
Awal kekesalan Bobotoh kepada Persib baik manajemen dan beberapa pemain diawali dengan adanya penangkapan seorang suporter oleh steward dan panitia penyelenggara. Suporter tersebut dianggap melakukan provokasi dengan mengeluarkan kata-kata kasar kepada pemain setelah tidak puas Persib kalah dari Port FC di kandang sendiri.
Suporter tersebut kemudian dibawa oleh steward dan panpel untuk kemudian dibawa ke ruang ganti. Dari informasi yang tersebar, penonton tersebut mendapatkan penganiayaan dari beberapa orang.
Penangkapan ini pun viral di media sosial X yang kemudian memicu kemarahan banyak Bobotoh. Mereka menilai bahwa penangkapan suporter yang melakukan perkataan kasar dan kemudian mendapat penganiayaan tidak tepat.
2. Ribuan Bobotoh geruduk Graha Persib

Pada Sabtu (21/9/2024), ribuan Bobotoh mendatangi yang kesal dengan aksi tersebut mendatangi kantor PT PBB di Graha Persib. Mereka meminta kasus ini agar bisa diusut sehingga tidak tersebar informasi sumir dari berbagai pihak.
Dalam aksi tersebut Bobotoh melayangkan somasi terhadap PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) atas dugaan dugaan intimidasi seorang suporter oleh pemain serta ofisial. Somasi ini dilayangkan oleh Biro Bantuan Hukum Bobotoh Arvio Pratama saat aksi protes di Graha Persib. Selain somasi, ia juga turut menyampaikan tuntutan pada pihak manajemen.
Apabila tidak ada itikad baik dari manajemen, dalam waktu 1x24 jam, Arvio menyatakan, Bobotoh akan membawa kasus ini ke ranah yang lebih serius yaitu jalur hukum. Mengingat peristiwa dugaan intimidasi ini jangan sampai disepelekan oleh pihak manajemen.
3. Pastikan sanksi pemain yang bermasalah

PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) membantah pemainnya melakukan pemukulan terhadap seorang bobotoh usai pertandingan kontra Thailand Port FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (19/9/2024).
Bantahan ini dikeluarkan manajemen berdasarkan hasil investigasi internal yang dilakukan selama beberapa hari kemarin. Vice President Operasional PT PBB Andang Ruhiat mengatakan, tidak ada pemukulan terhadap bobotoh atas nama Riko Abdullah Mutakir yang dilakukan oleh pemain.
Ia menjelaskan, kejadian ini bermula dari Riko yang mengakui melontarkan kekecewaan kepada pemain dari tribun VIP dengan meneriakan kata-kata makian kepada penggawa.
Head of Communication PT PBB Adhi Pratama kemudian meminta steward untuk menangkap atau mengamankan Riko di tribun VIP. Tindakan itu dilakukan lantaran khawatir umpatan ini bisa memicu kegaduhan.
"Pengakuan Riko Abdullah Mutakhir dicekik dan ditarik secara paksa oleh Henhen Herdiana di tunnel tidak pernah terjadi. Namun Henhen justru merangkul Riko tanpa tindakan pemukulan dan mencoba memberikan rasa aman kepadanya," ujar Andang pada awak media, dikutip Sabtu (28/9/2024).