Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Krisis Sampah Bandung Raya, Pemprov Jabar Kebut PSEL Legok Nangka
TPPAS Legok Nangka (kpbu.jabarprob.go.id)
  • Kapasitas Zona 5 TPA Sarimukti telah terisi sekitar 80 persen dan diproyeksikan penuh pada November 2026, mengancam krisis sampah di Bandung Raya.

  • Pemprov Jabar melanjutkan proyek PSEL Legok Nangka senilai Rp7,4 triliun untuk mengolah sampah dari enam daerah menjadi listrik berkapasitas target 40,79 MW.

  • PSEL Legok Nangka ditargetkan beroperasi pada akhir 2029 atau awal 2030; selama masa transisi, pemerintah menyiapkan pemadatan sampah Sarimukti dengan teknologi aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
29 Juli 2026

Peletakan batu pertama proyek PSEL Legok Nangka dilakukan.

9 Oktober 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu Sumitomo Corporation untuk membahas persiapan lanjutan pembangunan PSEL Legok Nangka.

November 2026

Zona 5 TPA Sarimukti diperkirakan penuh, lebih cepat dari proyeksi sebelumnya.

Agustus 2027

Perkiraan awal menyebut kapasitas Zona 5 TPA Sarimukti baru akan habis pada waktu ini.

2029–2030

PSEL Legok Nangka ditargetkan mulai beroperasi.

kuartal IV 2029

PSEL Legok Nangka ditargetkan mencapai commercial operation date pada periode ini.

kuartal I 2030

Alternatif target commercial operation date PSEL Legok Nangka berada pada periode ini.

kini

Pemprov Jabar menyiapkan solusi jangka pendek, termasuk pemadatan timbunan sampah Sarimukti dengan teknologi aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat mempercepat persiapan PSEL Legok Nangka untuk mengolah sampah Bandung Raya menjadi listrik, sementara Zona 5 TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada November 2026.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekda Jabar Herman Suryatman, Sumitomo Corporation, konsorsium PT Jabar Environmental Solutions, ahli ITB, serta pemerintah enam kabupaten/kota terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    PSEL akan dibangun di Legok Nangka, Kabupaten Bandung. Sampah selama ini dibuang ke Zona 5 TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat.
  • When?
    Pertemuan persiapan proyek berlangsung Jumat, 9 Oktober 2026. Zona 5 Sarimukti diproyeksikan penuh pada November 2026, sedangkan PSEL ditargetkan beroperasi kuartal IV 2029 atau kuartal I 2030.
  • Why?
    Kapasitas Zona 5 Sarimukti sekitar 700 ribu ton telah terisi sekitar 560 ribu ton atau 80 persen. PSEL disiapkan untuk menangani sampah dari enam daerah dan menghasilkan listrik.
  • How?
    Proyek Rp7,4 triliun memakai skema KPBU dan teknologi waste-to-energy, berkapasitas 2.131 ton per hari serta target listrik 40,79 MW. Selama transisi, Pemprov menyiapkan pemadatan sampah dengan teknologi aman karena gas metana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tempat sampah Sarimukti di Bandung hampir penuh pada November 2026. Sampah dari enam daerah jadi masalah. Pak Dedi Mulyadi dan perusahaan Jepang menyiapkan tempat baru di Legok Nangka. Di sana sampah akan dibuat jadi listrik. Tapi tempat itu baru bisa dipakai sekitar tahun 2029 atau 2030. Sekarang pemerintah mencari cara agar sampah tetap muat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan kapasitas Sarimukti, persiapan PSEL Legok Nangka menunjukkan adanya arah penanganan yang terstruktur: pemerintah telah berkomitmen dengan investor, pendanaan proyek telah dipetakan, dan fasilitas dirancang melayani enam daerah sambil menghasilkan listrik. Untuk masa transisi, keterlibatan ahli ITB dalam analisis pemadatan juga mencerminkan perhatian pada keselamatan dan ketepatan teknologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kuota Tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti digadang-gadang akan habis pada akhir tahun ini. Secara otomatis, wilayah Bandung Raya yang merupakan daerah utama pembuang sampah di TPA tersebut terancam menghadapi krisis.

Di tengah ancaman penuhnya zona penampungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melanjutkan persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka yang ditargetkan beroperasi pada 2029–2030.

Perkembangan proyek senilai Rp7,4 triliun itu dibahas dalam pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM dengan Sumitomo Corporation, investor asal Jepang yang terlibat dalam pembangunan PSEL Legok Nangka, Jumat (9/10/2026). Pertemuan tersebut berlangsung setelah peletakan batu pertama proyek pada 29 Juli 2026.

"Ini kita sudah bertemu dengan salah satu investor yang membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Legok Nangka. Kami sudah berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan," ujar KDM.

1. PSEL Legok Nangka sudah sangat dibutuhkan

Bandung Siapkan 100 Armada Sampah Jelang Operasional Legok Nangka. Dok Diskominfo Bandung

KDM mengatakan, pertemuan tersebut membahas persiapan lanjutan pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Kabupaten Bandung itu. KDM juga menegaskan bahwa sampah dari enam kabupaten/kota di Jawa Barat nantinya akan diolah menjadi energi listrik di fasilitas tersebut.

"Nanti masyarakat Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Garut, Sumedang, sampahnya diproduksi menjadi listrik di Legok Nangka dan ini yang punya modalnya," kata dia.

PSEL Legok Nangka ini menjadi sangat dinantikan karena, dalam waktu dekat ini Kapasitas Zona 5 TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat kian terbatas. Zona tersebut memiliki kapasitas sekitar 700 ribu ton sampah, dengan volume yang telah mencapai sekitar 560 ribu ton atau 80 persen.

Dengan kondisi tersebut, zona penampungan diperkirakan penuh pada November 2026. Proyeksi ini lebih cepat dibandingkan perkiraan awal yang menyebut kapasitasnya baru akan habis pada Agustus 2027.

2. PSEL Legok Nangka dirancang olah 2.131 ton sampah per hari

Bandung Siapkan 100 Armada Sampah Jelang Operasional Legok Nangka. Dok Diskominfo Bandung

Sementara, PSEL Legok Nangka disiapkan untuk mengolah sampah dari enam daerah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.

Fasilitas tersebut diklaim memiliki kapasitas pengolahan hingga 2.131 ton sampah per hari. Sampah akan diproses menggunakan teknologi waste-to-energy untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 40,79 megawatt (MW).

Proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dengan Pemprov Jabar sebagai penanggung jawab proyek kerja sama. Sumitomo Corporation tergabung dalam konsorsium PT Jabar Environmental Solutions (JES), bersama EPN, Kanadevia, dan Kyuden.

Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp7,4 triliun. Rincian pendanaan yang disampaikan mencakup sekitar Rp5 triliun dari investor, Rp2 triliun hibah pemerintah pusat, dan Rp350 miliar hibah Pemerintah Belanda.

3. Legok Nangka baru ditargetkan beroperasi pada 2029–2030

Bandung Siapkan 100 Armada Sampah Jelang Operasional Legok Nangka. Dok Diskominfo Bandung

Pembangunan PSEL Legok Nangka diperkirakan membutuhkan waktu konstruksi sekitar 41 bulan. Fasilitas tersebut ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada kuartal IV 2029 atau kuartal I 2030.

Artinya, terdapat rentang waktu beberapa tahun sebelum fasilitas ini dapat beroperasi secara komersial. Sementara itu, kapasitas Zona 5 Sarimukti diperkirakan habis pada November 2026.

Perbedaan waktu tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah penanganan sampah selama masa transisi. Pengoperasian Legok Nangka pada masa mendatang tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan akan solusi jangka pendek.

Sekdah Jabar Herman Suryatman mengatakan, ada beberapa solusi jangka pendek kini tengah dipersiapkan Pemprov Jabar, salah satunya melakukan pemadatan kembali timbunan sampah untuk mendapatkan ruang tambahan.

Namun, pengerjaan tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, gunungan sampah terdapat gas metana yang mudah terbakar. Karena itu, proses pemadatan membutuhkan perhitungan dan teknologi yang aman.

"Bahkan teman-teman ahli dari ITB juga turun untuk membantu melakukan analisis cepat, tiga bulan ini akan ditreatment, salah satunya dicompacting (pemadatan), tentu dengan teknologi yang akuntabel karena ada gas metana," ujar Herman, belum lama ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

v10 Oct 2026, 09:53 WIB