Ilustrasi pekerja migran Indonesia saat akhir pekan di Korea Selatan. (IDN Times/Faiz Nashrillah)
Sebelumnya diberitakan, dari video yang beredar di media sosial, Sri berangkat pada 14 September 2026 dengan tujuan ke Dubai. Tak berselang lama usai pamit berangkat ke Dubai, Sri memberi kabar ke keluarganya telah menjadi korban penyekapan.
Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB Dewi Andani mengatakan, pihak keluarga sudah melaporkan hal tersebut pada akhir pekan kemarin.
"Betul, dinas menerima laporan hari Jumat dan sudah sounding dengan pihak keluarga," kata Dewi, Senin (12/10/2026).
Sri merupakan warga Kampung Sukatani, RT 03 RW 05, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Sri berangkat pada September tahun ini.
"Sri berangkat dari Indonesia dengan tujuan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Dia berangkat pada 14 September 2026," ucap Dewi.
Pihak keluarga kemudian mendapatkan kontak dari Sri yang mengabarkan dirinya sedang mengalami penyekapan. Dewi mengungkapkan, perkara ini nantinya akan terlebih dahulu dilaporkan ke pemerintah pusat terlebih dahulu, karena berkaitan langsung dengan Kementerian Luar Negeri.
"Kami akan tindaklanjuti dari pengaduan keluarga ke Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kemenlu," ujarnya.
"Yang bersangkutan tidak terdaftar dalam sistem kami, kemungkinan difasilitasi calo, dan untuk ke Timur Tengah pemerintah Indonesia masih moratorium, PMI hanya bisa kerja di sektor formal," kata Dewi.