Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BP3MI Jabar Telusuri Keberadaan PMI Cililin Diduga Disekap di UEA
Ilustrasi disekap/penculikan. (IDN Times/Agung Sedana)
  • BP3MI Jawa Barat menelusuri keberadaan Sri Nurhaida Pratiwi, PMI asal Cililin yang diduga disekap di UEA, dengan lokasi terakhir yang dibagikan keluarga berada di Ajman.

  • Sri terakhir melakukan video call pada 12 Oktober 2026 dan mengaku disekap. Pesan suara dari nomor tak dikenal menyebut kondisinya baik, tetapi belum terverifikasi.

  • Penelusuran SISKOP2MI tidak menemukan data penempatan Sri ke UEA. BP3MI melibatkan instansi terkait serta siap mendampingi keluarga melaporkan dugaan keterlibatan calo ke polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
14 September 2026

Sri Nurhaida Pratiwi berangkat dari Indonesia menuju Dubai, Uni Emirat Arab.

hari Jumat

Keluarga Sri melaporkan dugaan penyekapan kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat.

12 Oktober 2026

Sri terakhir berkomunikasi dengan keluarganya melalui video call WhatsApp. Ia terlihat berada di ruangan tertutup dan mengaku disekap.

tak lama setelah video call

Keluarga menerima pesan suara dari nomor tak dikenal yang menyebut Sri dalam kondisi baik, tetapi informasinya belum dapat dipastikan.

16 Oktober 2026

BP3MI Jabar berkoordinasi dengan keluarga dan menelusuri lokasi terakhir Sri di Ajman, Uni Emirat Arab. BP3MI juga menyatakan Sri diduga berangkat secara ilegal karena tidak ditemukan data penempatannya di SISKOP2MI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BP3MI Jawa Barat menelusuri keberadaan Sri Nurhaida Pratiwi, pekerja migran asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang diduga disekap di Uni Emirat Arab dan belum dipulangkan.
  • Who?
    Sri Nurhaida Pratiwi, BP3MI Jawa Barat, keluarga Sri, Disnaker Kabupaten Bandung Barat, Perwakilan RI, serta otoritas setempat terlibat dalam penanganan dan penelusuran kasus ini.
  • Where?
    Lokasi terakhir Sri yang dikirim kepada keluarganya berada di wilayah Ajman, Uni Emirat Arab. Sri merupakan warga Kampung Sukatani, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
  • When?
    Sri berangkat menuju Dubai pada 14 September 2026. Ia terakhir berkomunikasi melalui video call WhatsApp dengan keluarga pada 12 Oktober 2026. BP3MI menyampaikan penelusuran pada 16 Oktober 2026.
  • Why?
    Sri mengaku sedang disekap saat video call. Keberadaannya ditelusuri karena keluarga belum dapat kembali berkomunikasi langsung dengannya dan kebenaran pesan suara dari nomor tak dikenal belum dapat dipastikan.
  • How?
    BP3MI Jawa Barat berkoordinasi dengan keluarga dan instansi terkait, menggunakan informasi lokasi terakhir sebagai bahan penelusuran Perwakilan RI serta otoritas setempat. BP3MI juga siap mendampingi keluarga melapor polisi terkait dugaan calo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sri dari Cililin pergi ke Dubai pada 14 September. Lalu ia bilang kepada keluarganya bahwa ia disekap di Ajman, Uni Emirat Arab. Ia terakhir menelepon lewat video dan terlihat di ruangan tertutup. BP3MI Jawa Barat sedang mencari Sri bersama pihak lain. Keluarganya belum bisa bicara lagi dengan Sri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Koordinasi BP3MI Jawa Barat, keluarga, instansi terkait, serta rencana pelibatan Perwakilan RI dan otoritas setempat menunjukkan adanya respons perlindungan yang terarah. Informasi lokasi terakhir di Ajman memberi titik awal penelusuran, sementara kesiapan pendampingan bagi keluarga untuk melapor juga membuka ruang penanganan dugaan peran calo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pekerja migran Indonesia asal Cililin, Sri Nurhaida Pratiwi yang diduga disekap di Uni Emirat Arab masih belum dipulangkan. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jabar masih mengupayakan agar korban bisa dipulangkan ke tanah air.

Kepala BP3MI Jabar, Kombes Singgih Hermawan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan berdasarkan lokasi terakhir yang dikirim, ada di wilayah Ajman, Uni Emirat Arab.

"Informasi mengenai lokasi terakhir yang dibagikan kepada keluarga, yakni di wilayah Ajman, Uni Emirat Arab, diharapkan dapat menjadi bahan penelusuran lebih lanjut oleh Perwakilan RI dan otoritas setempat," kata Singgih saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/10/2026).

1. Keluarga masih belum berhasil berkomunikasi dengan korban

ilustrasi disekap (freepik)

Singgih mengungkapkan, Sri terakhir kali berkomunikasi dengan keluarganya melalui video call WhatsApp pada Senin (12/10/2026). Saat itu, Sri terlihat berada di sebuah ruangan tertutup bersama seseorang yang belum diketahui identitasnya. Sri mengaku sedang disekap.

Kemudian, tak lama setelah video call, keluarga menerima pesan suara dari nomor tak dikenal yang memberitahukan bahwa Sri berada dalam kondisi baik. Namun demikian, informasi mengenai kondisi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Keluarga belum dapat memastikan informasi tersebut karena belum berhasil berkomunikasi langsung kembali dengan yang bersangkutan," ucap dia.

2. BP3MI Jabar siap mendampingi keluarga korban

Ilustrasi pekerja migran Indonesia (PMI) (IDN Times/Athif Aiman)

Singgih menambahkan, Sri diduga berangkat ke Uni Emirat Arab secara ilegal. Sebab, dari hasil penelusuran di laman SISKOP2MI, tak ditemukan data penempatan ke Uni Emirat Arab atas nama Sri.

"Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan data penempatan atas nama Sri Nurhaida Pratiwi ke Persatuan Emirat Arab," ujar dia.

BP3MI Jabar dipastikan terus berupaya mencari keberadaan Sri dengan melibatkan instansi terkait. Pemerintah juga siap mendampingi pihak keluarga apabila hendak membuat laporan ke polisi untuk menelusuri calo yang memfasilitasi keberangkatan Sri ke Uni Emirat Arab.

"BP3MI Jawa Barat juga siap mendampingi keluarga apabila akan membuat laporan kepada kepolisian terkait dugaan keterlibatan pihak sponsor dalam kasus ini," ujar dia.

3. Korban tidak terdaftar dalam pekerja migran Indonesia

Ilustrasi pekerja migran Indonesia saat akhir pekan di Korea Selatan. (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Sebelumnya diberitakan, dari video yang beredar di media sosial, Sri berangkat pada 14 September 2026 dengan tujuan ke Dubai. Tak berselang lama usai pamit berangkat ke Dubai, Sri memberi kabar ke keluarganya telah menjadi korban penyekapan.

Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB Dewi Andani mengatakan, pihak keluarga sudah melaporkan hal tersebut pada akhir pekan kemarin.

"Betul, dinas menerima laporan hari Jumat dan sudah sounding dengan pihak keluarga," kata Dewi, Senin (12/10/2026).

Sri merupakan warga Kampung Sukatani, RT 03 RW 05, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Sri berangkat pada September tahun ini.

"Sri berangkat dari Indonesia dengan tujuan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Dia berangkat pada 14 September 2026," ucap Dewi.

Pihak keluarga kemudian mendapatkan kontak dari Sri yang mengabarkan dirinya sedang mengalami penyekapan. Dewi mengungkapkan, perkara ini nantinya akan terlebih dahulu dilaporkan ke pemerintah pusat terlebih dahulu, karena berkaitan langsung dengan Kementerian Luar Negeri.

"Kami akan tindaklanjuti dari pengaduan keluarga ke Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kemenlu," ujarnya.

"Yang bersangkutan tidak terdaftar dalam sistem kami, kemungkinan difasilitasi calo, dan untuk ke Timur Tengah pemerintah Indonesia masih moratorium, PMI hanya bisa kerja di sektor formal," kata Dewi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article