Aksi Besar-besaran Juga akan Digelar Masyarakat Sipil di Kota Bandung

- Aksi demonstrasi masyarakat sipil di Bandung berlanjut hari ini terkait kasus meninggalnya pengemudi ojek online.
- Seruan aksi turun ke jalan dari sejumlah kampus di Bandung untuk berorasi bersama di depan Gedung DPRD Jawa Barat.
- RS Pelni merawat empat orang dari aksi demonstrasi di Jakarta, termasuk pengendara ojek online, dalam kondisi stabil.
Bandung, IDN Times - Aksi demonstrasi dari masyarakat sipil termasuk mahasiswa dan pelajar dipastikan akan berlanjut, Jumat (29/8/2025). Aksi hari ini juga tidak terlepas dari adanya kasus meninggal seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21).
Ajakan untuk melanacarkan aksi ini ramai di media sosial sejumlah kampus. Mulai dari kampus UIN, Widyatama, Unisba, Unpad, dan kampus lainnya melakukan seruan agar ada aksi turun ke jalan khususnya ke depan Gedung DPRD Jawa Barat untuk ikut berorasi bersama.
"Melihat kondisi yang terjadi di negeri ini. Diam dan membiarkan ini terus terjadi adalah bentuk pengkhiatanan terhadap kemanusiaan. Sudah saatnya mahasiswa mengambil sikap tegas," kutip seruan konsolidasi dan aksi kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Bukan hanya kepada anggota dewan, aksi ini pun kemungkinan akan mendorong aparat kepolisian agar mengambil langkah tegas atas meninggalnya Affan karena dilindas kendaraan rantis polisi.
"Darurat kekerasan polri, rakyat ingin revolusi," ungkap seruan lainnya dilihat IDN Times di berbagai media sosial.
Setelah aksi demonrtasi besar-besaran di Jakarta kemarin, RS Pelni mengonfirmasi masih merawat total empat orang dari aksi demonstrasi di Jakarta yang berlangsung pada Kamis (28/8/2025). Seluruhnya dipastikan kini dalam kondisi stabil.
Keempat orang yang masih dirawat adalah warga sipil dan seluruhnya laki-laki dengan inisial FER (19 tahun), IJ (20 tahun), UM (30 tahun), dan ROM (40 tahun).
"Untuk empat korban itu saat ini sedang menjalani terapi rawat inap. Kondisi dari empat korban saat ini stabil, sadar, dapat berkomunikasi dan juga masih dalam observasi perawatan dari tim dokter di RS Pelni," kata Direktur RS Pelni Laili Fathiyah di RS Pelni, Jakarta Barat, Jumat (29/8/2025).
Salah satu dari keempat pasien yang dirawat inap adalah pengendara ojek online, Moh Umar Amarudin.
"(UM) Umar kayaknya yang ojol (ojek online) ya. Itu yang ojol," kata VP Corporate Secretary and Legal PT RS Pelni, Abdul Aziz Purnomo, ditemui di lokasi yang sama.
Sementara pihak Grab sudah menginformasi bahwa mitra pengemudinya dirawat di RS Pelni. "Saat ini masih dalam perawatan dokter di RS Pelni," kata Chief of Public Affairs, Grab Indonesia, Tirza Munusamy kepada IDN Times.
Selain itu, RS Pelni juga sempat merawat 10 orang lainnya yang juga terdampak. "Terkait dengan korban pada aksi kemarin ada 14 orang yang datang ke RS Pelni, 10 korban sudah mendapatkan terapi dan bisa dilakukan rawat jalan," ujar Laili.
RS Pelni berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik. "Kami dari RS Pelni berkomitmen untuk bisa memberikan pelayanan kdpada pasien dengan baik dan juga melakukan evaluasi," kata Laili.