TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

TNCC Ciremai Rekam Pergerakan Tiga Macan Tutul Muda

Warga diimbau tak rusak habitat macan

Ilustrasi macan. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Bandung, IDN Times - Pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menduga adanya tiga ekor macan tutul anyar di kawasan mereka. Perkiraan ini muncul setelah kamera trap yang dipasang di kawasan tersebut menangkap lima gambar yang diduga remaja macan tutul.

Hal ini terungkap saat berbincang dengan Maman Surahman, Kepala Balai TNGC di Bandung. Ini adalah hasil tangkapan layar dari lima kamera trap yang terpisah. Setelah diteliti lebih detail, ternyata hanya tiga individu macan yang berusia remaja. Maman menyebut baru satu yang bisa dipastikan jenis kelaminnya, yakni jantan.

"Saat terekam kamera, macan tutul ini terekam di bagian buntutnya. Di situlah tampak jenis kelamin, karena ada semacam alat kelamin jantan pada macam tutul tersebut", ungkap Maman melalui siaran pers, Selasa (12/12/2023).

1. Macan merupakan satwa kunci di Ciremai

Gunung Ciremai dilihat dari jauh. (commons.wikimedia.org)

Sedangkan dua individu lainnya, masih akan dicari tahu jenis kelaminnya. Menurut Maman, hal ini perlu diskusi lebih jauh dengan beberapa pihak yang fokus pada keberadaan macam tutul.

Dalam diskusi itu nanti TNCC akan membuatkan peta lima kamera untuk mendiskusikan soal kemungkinan apakah tiga individu itu berbeda satu dan yang lainnya atau sama.

"Pada diskusi nanti tentunya kami akan menganalisa dengan para ahli macan tutul, pegiat lingkungan, dan pemerhati macan tutul. Nanti kami akan analisis lima foto macan tutul tersebut untuk membandingkan lorengnya atau ciri khusus lainnya, baru keluar kesimpulan yang lebih akurat", katanya.

Pengelola TNGC merasa sangat senang dengan keberadaan individu anyar di TNGC. Artinya proses perkembangbiakan terhadap tiga satwa kunci yakni macan tutul, elang Jawa, dan surili setidaknya bisa dikatakan mengalami kemajuan.

Khusus satwa kunci macan tutul ini bisa berkembang karena dukungan satwa mangsa yang masih banyak. Babi hutan, trenggiling, monyet ekor panjang, landak, dan kancil juga masih sangat berlimpah di TNGC.

2. Imbau warga tak merusak habitat hewan

Ilustrasi petugas mengangkut kandang berisi macan tutul. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Selama ini TNCC melakukan proteksi terhadap kawasan tersebut dengan melakukan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi pentingnya perkembangan ekosistem di kawasan termasuk di dalamnya pohon pohonan dan juga populasi satwa mangsa.

Maman menuturkan, TNCC mendapati masyarakat di sekitar kawasan masih ada yang berburu dan melakukan pembalakan.

"Kami hanya menyampaikan kepada mereka, silakan kalau mau berburu atau melakukan penebangan pohon, tapi jangan salahkan kami kalau suatu saat macan tutul turun gunung untuk mencari makan dan memangsa satwa peliharaan warga", ujarnya.

Sosialisasi semacam itu dilakukan secara terbuka dan langsung ke warga karena bila terus dilarang dengan kata jangan, masyarakat malah jadi penasaran untuk mencoba.

Berita Terkini Lainnya