TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Bey Akui Jumlah Penumpang Harian di BIJB Kertajati Masih Rendah

Usul pembukaan rute baru masih belum direspon Kemenhub

Inin Nastain IDN Times Jabar/ BIJB Kertajati

Bandung, IDN Times - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Triadi Machmudin mengaku kunjungan penumpang di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, masih rendah dan belum memenuhi target.

Bahkan berdasarkan laporan yang didapatkan Bey, kunjungan penumpang ke bandara yang berlokasi di Kabupaten Majalengka ini perharinya masih berkisar 2.000 orang. Sedangkan targetnya jauh dari angka tersebut.

"Sampai saat ini penumpang (ke BIJB) masih jauh dari target yaitu sekitar 7.500 per hari. Sedangkan sampai sekarang masih 2.000 perhari. Jadi masih jauh," ujar Bey saat ditemui di Gedung Sate Bandung, Rabu (13/3/2024).

1. Pemprov Jabar menginginkan ada peningkatan penumpang harian

Inin Nastain IDN Times Jabar/ Calon penumpang di BIJB

Untuk menggenjot kunjungan penumpang, Bey memastikan akan melakukan berbagai cara, salah satunya mendorong pemerintah pusat memberikan rute tambahan ke wilayah lainnya di Indonesia.

Adapun saat ini BIJB Kertajati melayani tujuh rute penerbangan, yaitu ke Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Denpasar, Makassar, Medan dan Palembang, termasuk rute penerbangan mancanegara dari dan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Maskapai ada Air Asia, Citilink dan Super Air Jet.

"Kami akan upayakan, tapi belum ada pembahasan seperti apa. Tapi intinya, kita ingin ada kenaikan karena sampai saat ini penumpang (di BIJB) masih jauh dari target," ungkapnya.

2. Rute penerbangan harus ada penambahan

Inin Nastain IDN Times Jabar/ penunjuk arah di BIJB

Selain itu penerbangan ke Surabaya sendiri masih belum ada di BIJB Kertajati. Menurut Bey, hal itu kini tengah diupayakan agar segera diujicobakan. Selain itu, penambahan jam terbang untuk beberapa rute lainnya juga perlu dilakukan.

"Penerbangan juga harus nambah seperti ke Bali kan paling siang pukul 12:00 WIB dan 13:00 WIB, kalau bisa ada malam. Jadi misalkan pegawai (ASN) ada kegiatan di Bali besok, nah dia jadi harus berangkat duluan di 12:00 WIB, harusnya ada sore atau malam," jelasnya.

Berita Terkini Lainnya