Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Modus Ban Kempes, Komplotan Gondol Rp1,3 Miliar di Karawang
Mobil WNA Dibobol Perampok di Karawang Rp1,3 M Raib, Polisi Periksa Sejumlah Saksi. Dok Istimewa
  • Komplotan diduga mengikuti korban sejak mengambil uang perusahaan Rp1,9 miliar di bank Cikampek hingga perjalanan menuju Gerbang Tol Kalihurip.
  • Pelaku mengelabui korban dengan informasi ban kempes, lalu memecahkan kaca mobil dan membawa tas berisi Rp1,3 miliar; tas Rp600 juta tertinggal.
  • Polisi menduga tiga hingga empat pelaku berbagi peran untuk mengawasi, mengikuti, dan mengeksekusi aksi; dua saksi serta rekaman CCTV sedang diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang jahat diduga mengikuti tiga orang setelah mereka mengambil uang perusahaan di bank Cikampek. Mereka bilang ban mobil kempes. Saat korban melihat ban, orang lain memecahkan kaca mobil dan mengambil tas berisi Rp1,3 miliar. Polisi Karawang sedang mencari tiga atau empat pelaku dan memeriksa saksi serta kamera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons kepolisian menunjukkan penanganan yang terarah melalui pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara, penelusuran rekaman kamera pengawas, serta pendalaman pola pembagian peran para pelaku. Rangkaian langkah ini mencerminkan upaya membangun gambaran kejadian secara menyeluruh, termasuk menelusuri perjalanan korban sejak dari bank hingga lokasi perampokan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karawang, IDN Times – Komplotan pelaku yang menggasak uang tunai Rp1,3 miliar dari sebuah mobil di Jalan Raya Dawuan Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, diduga telah mengikuti korban sejak keluar dari bank. Dugaan itu mengemuka setelah penyidik menelusuri rangkaian perjalanan korban sebelum aksi perampokan bermodus ban kempes terjadi.

Kasat Reskrim Polresta Karawang, Kompol Ali Jupri, mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga menelusuri aktivitas korban sejak mengambil uang tunai milik perusahaan di salah satu bank di wilayah Cikampek.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan saksi-saksi. Sudah dua orang dan dari pihak bank sudah kami lakukan interogasi dan cek tempat kejadian perkara,” kata Ali saat dihubungi, Rabu (30/9/2026).

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku tidak bekerja secara spontan. Mereka diyakini telah mengamati korban sejak berada di area bank hingga akhirnya menjalankan aksinya di jalan menuju Gerbang Tol Kalihurip.

Ali mengatakan, penyidik masih menelusuri titik awal pelaku mulai mengikuti kendaraan korban. Dugaan sementara mengarah pada aksi pengintaian yang dilakukan sejak korban keluar dari bank dengan membawa uang dalam jumlah besar.

“Pelaku kami perkirakan bisa jadi 3 sampai 4 orang. Ada yang memantau situasi di bank, ada yang sebagai pemutus,” ujar Ali.

1. Korban baru mengambil uang Rp1,9 miliar dari bank

ilustrasi uang (unsplash.com/Mufid Majnun)

Peristiwa itu bermula ketika tiga orang korban, termasuk dua warga negara asing, mengambil uang tunai milik perusahaan senilai Rp1,9 miliar dari sebuah bank di wilayah Cikampek. Uang tersebut kemudian dibagi ke dalam dua tas untuk dibawa menggunakan mobil.

Satu tas berisi uang Rp600 juta, sedangkan tas lainnya menyimpan uang tunai sebesar Rp1,3 miliar. Setelah transaksi selesai, korban melanjutkan perjalanan menuju arah Gerbang Tol Kalihurip.

Dalam perjalanan itulah korban didatangi dua pria yang mengendarai sepeda motor matik. Kedua orang tersebut memberi tahu bahwa ban belakang kendaraan yang ditumpangi korban mengalami kempes.

Tanpa menaruh curiga, korban menghentikan mobil di pinggir jalan dan turun untuk memeriksa kondisi ban yang disebut bermasalah tersebut.

2. Pelaku memecahkan kaca mobil dan membawa kabur tas berisi Rp1,3 miliar

Ilustrasi pecah kaca. (Istimewa)

Saat perhatian korban teralihkan ke kondisi ban kendaraan, pelaku lain diduga langsung menjalankan aksi utama. Kaca mobil bagian kanan dipecahkan dan tas yang berisi uang Rp1,3 miliar diambil dari dalam kendaraan.

Aksi itu berlangsung cepat sehingga korban tidak sempat melakukan perlawanan. Setelah berhasil menguasai tas berisi uang tunai tersebut, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Menurut Ali, salah satu pelaku yang bertugas sebagai eksekutor diduga menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU untuk mendekati kendaraan korban dan memecahkan kaca mobil.

“Pelaku diindikasikan menggunakan motor Satria FU yang memecahkan kaca, dan langsung membawa tas milik korban,” ungkapnya.

Sementara itu, tas lain yang berisi uang Rp600 juta tidak ikut dibawa pelaku.

3. Polisi buru komplotan yang diduga berbagi peran

Ilustrasi Perampok Bank (IDN Times/Mardya Shakti)

Penyidik menduga aksi tersebut dilakukan oleh sebuah komplotan yang memiliki tugas berbeda-beda. Sebagian pelaku diduga bertugas mengamati situasi di sekitar bank, sementara lainnya mengikuti kendaraan korban dan menjalankan eksekusi di lokasi kejadian.

Pola tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan karena menunjukkan adanya persiapan sebelum aksi dilakukan. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan pelaku telah memantau korban dalam waktu tertentu sebelum perampokan terjadi.

Hingga kini, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas para pelaku. Rekaman kamera pengawas di sejumlah titik juga tengah ditelusuri guna memperkuat rangkaian peristiwa.

“Sejauh ini dua orang saksi sudah kami periksa. Kami juga masih mendalami rangkaian kasus tersebut untuk mengungkap para pelaku,” tandas Ali.

Curated For You

Editorial Team

Related Article