Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PINTU Targetkan Ratusan Saham Global Bisa Dibeli Investor RI Lewat Tokeninasi
Dok.Istimewa
  • PINTU berkolaborasi dengan Ondo Finance untuk memperluas akses investor Indonesia ke saham global, ETF, indeks, komoditas, dan aset dunia nyata tertokenisasi melalui platform teregulasi.

  • Investor dapat membeli kepemilikan pecahan aset seperti Apple, NVIDIA, S&P 500, emas, dan perak mulai Rp11 ribu, dalam rupiah dan diperdagangkan 24 jam.

  • Jumlah aset tokenisasi PINTU meningkat dari empat pada Desember 2025 menjadi hampir 50; perusahaan menargetkan ratusan aset sepanjang 2026 sambil mengingatkan risiko volatilitas tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
PINTU bekerja sama dengan Ondo Finance agar orang Indonesia bisa membeli banyak saham dunia lewat token. Sekarang ada saham Apple, NVIDIA, emas, dan lainnya. Orang bisa mulai membeli dari Rp11 ribu dengan rupiah. PINTU ingin menambah sampai ratusan pilihan pada 2026. Tapi investasi ini bisa naik turun dan berisiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kolaborasi PINTU dan Ondo Finance menunjukkan upaya memperluas pilihan investasi digital bagi masyarakat Indonesia secara lebih terjangkau. Dengan kepemilikan pecahan mulai Rp11 ribu, transaksi rupiah, dan akses sepanjang waktu, aset tertokenisasi berpotensi memudahkan investor ritel memperoleh eksposur pada saham, indeks, serta komoditas global melalui ekosistem yang teregulasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Platform investasi aset kripto PINTU menargetkan perluasan akses investasi global bagi masyarakat Indonesia melalui pengembangan aset dunia nyata yang ditokenisasi atau tokenized real-world assets (RWA). Bersama Ondo Finance, perusahaan menyiapkan penambahan ratusan aset tertokenisasi yang dapat diakses investor Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

Langkah ini menjadi bagian dari ambisi PINTU membangun marketplace aset tertokenisasi yang lebih komprehensif, sekaligus membuka peluang bagi investor domestik untuk memiliki eksposur terhadap berbagai instrumen global tanpa harus mengakses pasar luar negeri secara langsung.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan kolaborasi dengan Ondo Finance dilakukan untuk memperluas pilihan investasi digital yang dapat diakses masyarakat melalui ekosistem yang telah teregulasi.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Ondo Finance dalam menghadirkan lebih banyak pilihan aset tertokenisasi bagi pengguna PINTU. RWA membuka jalan bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur terhadap aset-aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks, hingga komoditas yang bisa didapat secara fractional dan terjangkau,” kata Andy dalam keterangannya yang diterima IDN Times, Senin (28/9/2026).

1. Investor bisa mengakses saham global mulai dari Rp11 ribu

Dok.Istimewa

Saat ini, aset tertokenisasi yang tersedia di platform PINTU mencakup sejumlah saham global, seperti Apple dan NVIDIA, serta berbagai instrumen lain seperti ETF, indeks S&P 500, NASDAQ, emas, perak, hingga stablecoin.

Melalui sistem tokenisasi, investor tidak perlu membeli satu unit penuh sebuah saham atau aset. Kepemilikan dapat dilakukan secara pecahan (fractional ownership) dengan nilai investasi yang jauh lebih rendah.

PINTU menyebut investor dapat mulai berinvestasi pada aset-aset tersebut dengan nominal mulai Rp11 ribu. Seluruh transaksi juga dilakukan dalam denominasi rupiah dan dapat diperdagangkan selama 24 jam setiap hari tanpa mengikuti jam operasional bursa konvensional.

Perusahaan menilai model ini dapat memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi global yang sebelumnya relatif sulit dijangkau oleh investor ritel.

2. PINTU ingin menambah aset tokenisasi hingga ratusan produk

Dok.Istimewa

PINTU tercatat mulai menghadirkan aset tertokenisasi dari Ondo Finance sejak Desember 2025. Saat itu jumlah aset yang tersedia masih terbatas, yakni empat token.

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, jumlah tersebut meningkat menjadi hampir 50 aset. Perusahaan kini menargetkan ekspansi yang lebih agresif dengan membuka akses hingga ratusan aset tertokenisasi sepanjang 2026.

Andy mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun pasar aset tokenisasi yang lebih luas di Indonesia.

“PINTU menargetkan dengan kolaborasi bersama Ondo Finance ini akan membuka daftar aset tertokenisasi Ondo hingga ratusan aset di tahun 2026 ini. Komitmen ini adalah bagian dari visi jangka panjang PINTU membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA yang komprehensif bagi investor Indonesia,” ujarnya.

Jika terealisasi, investor Indonesia akan memiliki pilihan investasi yang jauh lebih beragam, mulai dari saham perusahaan global, indeks pasar internasional, hingga berbagai komoditas yang telah ditokenisasi.

3. Tokenisasi jadi tren baru industri aset digital dunia

Dok.Istimewa

Ekspansi yang dilakukan PINTU terjadi ketika pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi tengah berkembang pesat secara global.

Perusahaan mengutip data industri yang menunjukkan nilai aset RWA on-chain di luar stablecoin meningkat sekitar empat kali lipat dalam satu tahun terakhir dan telah mencapai kisaran US$25 miliar hingga US$35 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong masuknya berbagai institusi keuangan global yang mulai mengadopsi teknologi tokenisasi.

Senior Director Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pasar penting bagi pengembangan aset tertokenisasi di kawasan Asia Pasifik.

“Melalui kolaborasi dengan PINTU, kami menghadirkan saham dan ETF global secara on-chain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik, sehingga memberikan investor Indonesia cara yang lebih sederhana untuk mengakses pasar global melalui platform yang tepercaya dan teregulasi,” kata Rania.

Meski demikian, PINTU mengingatkan bahwa aset kripto maupun aset tertokenisasi tetap memiliki risiko tinggi dan volatilitas yang signifikan. Karena itu, investor diminta memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article