Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penampakan Rutilahu di Bandung Dapat Bantuan Rp20 Juta dari KPKP
Perbaikan Rutilahu di Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Kementerian PKP mengalokasikan perbaikan bagi 1.458 rutilahu di Kota Bandung pada 2026, naik 1.225 persen dari 110 rumah pada 2025.

  • Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau rumah Lia Nuriawati di Babakan Ciamis, yang menunggu bantuan sejak sebelum pandemi; renovasi dijadwalkan 12 November-12 Desember.

  • Dari 1.458 rumah, 717 telah selesai dan 741 masih dikerjakan. Penghuni kontrakan dapat mengajukan bantuan dengan keterangan lurah atau kepala desa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sebelum pandemi COVID-19

Lia Nuriawati mengajukan bantuan perbaikan rutilahu.

2025

Perbaikan rutilahu di Kota Bandung mencakup 110 rumah.

2026

Kementerian PKP mengalokasikan bantuan perbaikan bagi 1.458 rutilahu di Kota Bandung. Bantuan yang diajukan Lia akhirnya terealisasi.

6 Oktober 2026

Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau rutilahu di Babakan Ciamis dan berbincang dengan pemilik rumah.

12 November hingga 12 Desember

Renovasi rumah Lia dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan. Pemerintah menyediakan bantuan tempat tinggal sementara selama perbaikan.

kini

Sebanyak 717 rumah telah selesai diperbaiki, sementara 741 rumah belum selesai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kementerian PKP memperluas bantuan perbaikan rumah tidak layak huni di Kota Bandung pada 2026, dengan alokasi untuk 1.458 rumah.
  • Who?
    Menteri PKP Maruarar Sirait, Lia Nuriawati, pemilik rumah di Babakan Ciamis, serta warga penerima bantuan rutilahu di Kota Bandung terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Program perbaikan berlangsung di Kota Bandung, termasuk rumah Lia Nuriawati di wilayah Babakan Ciamis, pusat Kota Bandung.
  • When?
    Peninjauan dilakukan Selasa, 6 Oktober 2026. Renovasi rumah Lia dijadwalkan berlangsung 12 November hingga 12 Desember 2026.
  • Why?
    Bantuan diberikan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni, termasuk rumah Lia yang mengalami kerusakan dan selama bertahun-tahun hanya ditambal seadanya karena keterbatasan biaya.
  • How?
    Pemerintah mengalokasikan perbaikan bagi 1.458 rumah; 717 telah selesai dan 741 belum selesai. Penghuni rumah kontrakan dapat mengajukan bantuan dengan keterangan lurah atau kepala desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Bandung, banyak rumah yang rusak akan diperbaiki pada 2026. Ada 1.458 rumah yang dapat bantuan. Lia Nuriawati juga senang karena rumahnya yang beratap seng akan diperbaiki. Ia sudah menunggu sejak sebelum COVID-19. Perbaikan mulai 12 November dan kira-kira selesai sebulan. Pemerintah juga memberi tempat tinggal sementara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perluasan perbaikan rutilahu di Bandung memberi ruang pemulihan yang nyata bagi warga seperti Lia, yang selama bertahun-tahun hanya mampu menambal kerusakan rumahnya secara seadanya. Kenaikan alokasi dan penyediaan tempat tinggal sementara selama renovasi menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan hunian yang lebih layak, sekaligus menjangkau penghuni kontrakan yang memenuhi ketentuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperluas bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Bandung pada 2026. Sebanyak 1.458 rumah mendapat alokasi bantuan, melonjak 1.225 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 110 rumah.

Menteri PKP Maruarar Sirait pun melihat langsung kondisi Rutilahu di Kota Bandung tepatnya di wilayah Babakan Ciamis. Dia melihat dan berbincang langsung dengan para pemilik rumah yang akan dilakukan perbaikan.

Salah satunya, Lia Nuriawati (46 tahun) yang sudah tinggal di rumah tersebut sejak kecil hingga berumah tangga. Berdasarkan pantauan IDN Times, rumah Lia memang berada di pusat Kota Bandung, namun kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, dan atapnya mengandalkan seng.

1. Pernah mengajukan perbaikan saat COVID-19

Perbaikan Rutilahu di Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Lia mengatakan, selama bertahun-tahun, kerusakan rumah hanya diperbaiki seadanya. Ketika ada bagian seng yang bolong, misalnya, Lia baru menggantinya jika memiliki uang.

"Kalau untuk memperbaiki sendiri tidak ada biayanya. Jadi selama ini dibenerin seadanya, ditambal-tambal. Kalau ada uang, misalnya seng sudah bolong, baru diganti," kata Lia, Selasa (6/10/2026).

Sebelum mendapatkan bantuan, Lia mengaku sudah mengajukan bantuan sejak lama. Bahkan, pengajuan tersebut dilakukan sebelum pandemi COVID-19, meski baru pada 2026 bantuan itu akhirnya terealisasi.

"Saya memang pernah mengajukan bantuan rutilahu sudah lama, bahkan sebelum COVID-19, tetapi baru sekarang terealisasi," ucapnya.

2. Masih ada beberapa perbaikan rumah yang belum selesai

Perbaikan Rutilahu di Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Selama dilakukan perbaikan, pemerintah memberikan bantuan untuk tempat tinggal sementara. Renovasi dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan, mulai 12 November hingga 12 Desember.

Sementara itu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, jumlah perbaikan rutilahu di Kota Bandung mengalami kenaikan dari 2025 yang hanya 110 rumah, kini bertambah 1.458 rumah.

"Sekarang yang sudah jadi 717, dan yang belum jadi 741. Sebelumnya 110 ini khusus di Kota Bandung," ujar Maruarar saat meninjau lokasi.

3. Kontrakan juga bisa mengajukan perbaikan

Perbaikan Rutilahu di Bandung. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Di sisi lain, Maruarar menyampaikan, perbaikan nantinya tidak hanya untuk warga yang memiliki rumah, melainkan yang tinggal di rumah kontrakan juga bisa mengajukan bantuan sepanjang memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

"Dia tinggal saja di situ, dia mau ngontrak mau apa itu boleh ya, yang penting ada keterangan dari lurah atau kepala desa," kata Maruarar.

Kendati begitu, menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan bantuan perbaikan rumah justru memberikan keuntungan lebih besar kepada pemilik bangunan. Sebab, setelah rumah diperbaiki menggunakan program pemerintah, ada potensi pemilik menaikkan harga sewa kepada penghuni.

"Jangan nanti pas perumahan kita perbaikin, negara yang perbaikin, tahu-tahu sewanya dinaikin," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article