Mal di Kota Bandung Tidak Keberatan dengan Adanya Rojali dan Rohana

- Fenomena Rojali dan Rohana di mal Bandung masih ramai diperbincangkan
- Pengunjung yang hanya melihat barang bukan berarti tidak membeli, bisa melakukan pembelian secara online
- Kemunculan Rojali dan Rohana memiliki sisi positif, meningkatkan jumlah kunjungan dan dinamika perilaku pengunjung
Bandung, IDN Times - Fenomena kemunculan tipe pengunjung pusat perbelanjaan modern atau mal dengan istilah rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya (Rohana) kini masih ramai diperbincangkan. Mereka dinilai turut menjadi faktor salah satu melemahnya daya beli masyarakat.
Kemunculan Rojali dan Rohana ini hampir ada di seluruh mal yang ada di Indonesia, hal ini termasuk Kota Bandung. Mereka datang dari tenan satu ke tenan lainnya. IDN Times pun sempat mewawancarai langsung salah satu pengunjung mal yang terlihat hanya mencoba barang dan tidak membelinya.
Mereka menyampaikan, melihat barang secara langsung ke mal bukan berarti tidak membelinya. Karena, untuk proses pembelian akan dilakukan melalui online. Artinya, datang ke gerai hanya untuk menjajal dan melihat langsung produk yang akan dibeli.
"Saya ke tenan langsung yang ada di mal ini cuma buat cek ukuran sepatunya saja. Belinya di online. Terus kan saya juga gak mau salah beli jadi ngecek langsung dulu," ujar Umar saat ditemui di salah satu mal di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (22/8/2025).
1. Banyak warga datang ke Mal cuma untuk liat barang kemudian membelinya di online store

Umar yang merupakan mahasiswa di salah satu universitas swasta di Kota Bandung ini mengatakan, enggan mengambil pusing soal keberadaan Rojali dan Rohana. Menurutnya, pengunjung yang hanya melihat barang bukan berarti tidak membeli.
"Itu sebenarnya hal pengunjung yah. Nanya, melihat barang yang mereka suka. Dan bukan berarti tidak membeli, siapa tahu mereka nantinya membeli secara online, atau masih ngumpulin uangnya," katanya.
Oleh karena itu, menurutnya Rojali dan Rohana ini merupakan perilaku konsumen yang wajar terjadi dalam kondisi seperti saat ini yang mana belanja tidak melulu ke tenan mal, melainkan bisa secara online.
"Sekarang juga para tenan membuka layanan jual beli online langsung dari laman resmi mereka. Jadi sama saja, bahkan mal juga untung karena kami kan parkir kendaraan juga. Menurut saya tidak masalah," jelasnya.
2. Fenomena ini muncul karena dinamika

Sementara, Marketing Communication Trans Studio Mal (TSM) Bandung, Putri Pratiwi juga mengatakan, kemunculan Rojali dan Rohana merupakan hal yang wajar, dan bukan berarti menjadi persoalan yang buruk terhadap pusat perbelanjaan modern.
Menurutnya, kemunculan Rojali dan Rohana ini tetap ada sisi positif yang bisa diambil yaitu, turut membuat jumlah kunjungan meningkat. Selain itu, gemuk ini juga merupakan dinamika pengunjung.
"Fenomena ini wajar muncul sebagai bagian dari dinamika perilaku pengunjung. Mereka menambah keramaian sekaligus memperkaya atmosfer mal," ujar Putri kepada IDN Times, Jumat (22/8/2025).
Banyak sisi baik yang bisa diambil dari munculnya fenomena Rojali dan Rohana ini. Termasuk para tenan di dalam mal yang nantinya bisa dikonversikan sebagai transaksi.
"Karena tetap berkontribusi pada peningkatan traffic dan memberi peluang bagi mal maupun tenant untuk mengonversinya menjadi transaksi," katanya.
3. Rojali dan Rohana bisa dimanfaatkan agar bisa menjadi pembeli

Bahkan, fenomena ini, dikatakan Putri bisa dijadikan peluang agar pembelian bisa lebih ditingkatkan dengan membuat berbagai program khusus yang nantinya para tipe pembeli ini bisa langsung membeli produk di tenan mal.
"Melalui program pemasaran yang relevan, aktivasi pengalaman di mal, serta kolaborasi strategis dengan tenant agar pengunjung terdorong untuk bertransaksi," katanya.
Di sisi lain, fenomena Rojali dan Rohana ini, kata Putri hampir ada di semua pusat perbelanjaan modern. Namun, tentunya masing-masing manajemen mal memiliki sikap yang berbeda-beda.
"Fenomena ini umum di berbagai pusat perbelanjaan, namun setiap mal memiliki strategi berbeda untuk merespons dan mengoptimalkannya," tuturnya.
TSM sendiri berada di dekat pusat Kota Bandung, pengunjung yang datang dari berbagai kalangan, termasuk Gen Z. Meski begitu, Putri menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan mengenai adanya Rojali dan Rohana.
"Gen Z datang dengan motivasi beragam: rekreasi, hiburan, sekaligus content creation. Bagi TSM, ini peluang besar untuk menciptakan program yang bisa menghubungkan gaya hidup digital mereka dengan transaksi nyata di tenant," kata dia.