Bandung, IDN Times - Industri jam tangan di Bandung menghadapi tantangan di tengah pola belanja masyarakat yang semakin selektif. Produk jam tangan dinilai bukan kebutuhan primer sehingga pembeliannya sangat bergantung pada kondisi daya beli.
Kondisi itu juga dirasakan Gudang Jam yang telah menjalankan bisnisnya selama 13 tahun di Kota Bandung. Pemilik Gudang Jam, Francisco, mengatakan, bisnis arloji ini sempat mengalami masa kejayaan di mana penjualan sangat ramai pada periode 2017-2018.
"Zaman dulu paling rame itu di tahun 2017-2018, rame paling ramai-ramainya," ujar Francisco saat grand opening gerai baru Gudang Jam di Jalan Taman Pramuka Nomor 165, Kota Bandung, Senin (29/9/2026).
