Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inovasi Tiga Mahasiswa ITB Bikin AI untuk Dunia Industri
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Tiga mahasiswa ITB mengembangkan prototipe AI berbasis GPU untuk menjawab kebutuhan industri, mencakup keselamatan kerja, distribusi barang berpendingin, dan pengelolaan sampah daur ulang.

  • REBA.ai menganalisis rekaman CCTV untuk memantau risiko postur pekerja berdasarkan standar REBA, sementara ColdTrack AI memprediksi perubahan suhu dan risiko keamanan kargo selama distribusi.

  • RecycledFiberAI mendeteksi kontaminan plastik serta logam dalam kertas daur ulang secara real-time; pengembangan ketiga proyek didukung laptop ASUS ROG Strix G16 dan NVIDIA GeForce RTX 5070.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kini

AI digunakan mahasiswa ITB untuk mengembangkan tiga prototipe bagi keselamatan pekerja, logistik rantai dingin, dan pengelolaan sampah daur ulang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tiga mahasiswa ITB mengembangkan prototipe AI untuk memantau postur pekerja, memprediksi keamanan suhu muatan logistik, dan mendeteksi plastik serta logam dalam kertas daur ulang.
  • Who?
    Izhar Alif Akbar, Tsabita Khoirunnisa, dan Muhammad Taufiq Al Fikri mengembangkan proyek tersebut melalui program GeForce Campus Leaders, dengan dukungan ITB dan NVIDIA Indonesia.
  • Where?
    Pengembangan dilakukan oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung di Bandung. Sistem dirancang untuk penerapan pada pabrik, distribusi rantai dingin, dan pengelolaan sampah daur ulang.
  • When?
    Waktu pengembangan dan peluncuran masing-masing prototipe per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Proyek dikembangkan untuk menjawab kebutuhan keselamatan ergonomi pekerja, pemantauan suhu barang selama distribusi, serta pemilahan kontaminan pada material kertas daur ulang.
  • How?
    Ketiga sistem memanfaatkan AI, computer vision, data telemetri, dan komputasi GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 pada ASUS ROG Strix G16 untuk eksperimen, pelatihan model, serta deteksi dan analisis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tiga mahasiswa ITB membuat AI untuk membantu pekerjaan. Izhar membuat AI melihat postur pekerja pabrik dari CCTV. Tsabita membuat AI menjaga suhu makanan di truk dingin. Taufiq membuat AI mencari plastik dan logam di sampah kertas. Mereka memakai laptop dan GPU. AI ini masih dibuat agar bisa membantu nanti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tiga proyek mahasiswa ITB menunjukkan bagaimana akses komputasi AI dapat mendorong pembelajaran yang lebih aplikatif dan kreatif. Dari pemantauan ergonomi, keamanan distribusi pangan, hingga pemilahan limbah daur ulang, prototipe tersebut menempatkan mahasiswa sebagai perancang solusi yang menghubungkan pengembangan teknologi dengan kebutuhan nyata di sekitar mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kecerdasan buatan atau artificial intellegence (AI) kini tak hanya digunakan untuk membuat gambar, mencari informasi, atau membantu pekerjaan sehari-hari. Di tangan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), teknologi ini dikembangkan untuk menjawab persoalan nyata, mulai dari keselamatan pekerja hingga pengelolaan sampah daur ulang.

Hal itu terlihat dari tiga proyek yang dikembangkan mahasiswa ITB melalui program GeForce Campus Leaders. Ketiganya memanfaatkan teknologi AI dan komputasi GPU untuk membuat prototipe yang berpotensi diterapkan di dunia industri.

Ketiga proyek tersebut dikembangkan menggunakan laptop ASUS ROG Strix G16 dengan NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU. Perangkat ini digunakan untuk mendukung proses eksperimen, training model, hingga pengembangan sistem AI.

1. AI pantau risiko postur pekerja di pabrik

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Izhar Alif Akbar dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB mengembangkan REBA.ai, sebuah sistem berbasis computer vision yang memanfaatkan rekaman CCTV untuk membantu memantau risiko ergonomi pekerja.

Sistem ini dirancang untuk menganalisis postur tubuh pekerja berdasarkan standar Rapid Entire Body Assessment (REBA). Dengan begitu, potensi risiko akibat postur kerja yang tidak tepat dapat dipantau secara lebih berkelanjutan.

Dalam pengembangannya, GPU membantu mempercepat proses training model dan eksperimen machine learning. Waktu pemrosesan yang lebih singkat memungkinkan Izhar menguji lebih banyak pendekatan selama mengembangkan sistem.

2. Ada AI prediksi keamanan makanan selama perjalanan

ilustrasi AI (pexels.com/@tara-winstead)

Inovasi AI lainnya dari mahasiswa ITB adalah menjaga kondisi barang selama proses distribusi. Tsabita Khoirunnisa mengembangkan ColdTrack AI, sistem pemantauan prediktif untuk rantai dingin (cold chain) pada sektor logistik.

Sistem tersebut memanfaatkan data telemetri dari truk berpendingin untuk memperkirakan perubahan suhu muatan. ColdTrack AI juga dirancang untuk mendeteksi potensi gangguan dan menghitung perkiraan waktu sebelum suhu muatan melewati batas aman.

Informasi tersebut kemudian diolah menjadi indeks risiko kargo dan status keamanan muatan. Sistem juga dapat memberikan rekomendasi tindakan berdasarkan tingkat risiko yang terdeteksi.

Untuk melatih model deep learning, Tsabita memanfaatkan akselerasi GPU. Kemampuan tersebut membuat proses eksperimen dapat dilakukan lebih cepat sehingga berbagai pendekatan bisa diuji secara berulang.

3. AI kenali plastik dan logam dalam sampah daur ulang

Ilustrasi daur ulang (pexels.com/cottonbro)

Sementara itu, Muhammad Taufiq Al Fikri mengembangkan RecycledFiberAI, sebuah prototipe computer vision untuk mendeteksi kontaminan dalam material kertas daur ulang. Sistem ini dirancang untuk mengenali material yang tidak seharusnya masuk dalam aliran kertas daur ulang, seperti plastik dan logam.

Dengan kemampuan deteksi secara real-time, teknologi tersebut diharapkan dapat membantu proses pemilahan material sehingga pengelolaan limbah menjadi lebih efektif. Taufiq menggunakan akselerasi GPU NVIDIA dalam pengembangan sistem AI untuk mengenali berbagai jenis material dalam tumpukan sampah daur ulang.

Ketiga proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu membangun teknologi untuk menyelesaikan masalah di sekitarnya.

Deputy Head of Dissemination and Communication Pusat AI ITB, Edward Ferdian, mengatakan, mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi dan mengembangkan teknologi AI secara langsung.

"Edukasi AI perlu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan sebagai builder dan inovator dalam pengembangan solusi AI," ujar Edward.

Sedangkan, Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia mengatakan, pihaknya berperan sebagai katalisator yang menjembatani dunia industri dan pendidikan untuk mempercepat inovasi AI.

Melalui dukungan teknologi dan akses terhadap komputasi AI, kata dia, NVIDIA mendorong mahasiswa untuk bereksperimen, mengembangkan keterampilan, dan bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta solusi AI.

"AI bukan jalan pintas yang menggantikan pemahaman keilmuan, melainkan teknologi yang memperkuat kemampuan manusia untuk menjawab tantangan nyata. Kami ingin mendorong lebih banyak mahasiswa menjadi AI builder yang mampu menghasilkan inovasi relevan bagi masyarakat dan industri," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article