Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cirebon-Purwakarta Disiapkan Jadi Pusat Komando Darurat Pemprov Jabar
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemprov Jawa Barat mematangkan mitigasi dampak aktivitas Sesar Lembang, termasuk skenario memindahkan pusat pemerintahan sementara dari Bandung.

  • Cirebon dan Purwakarta dinilai relatif aman berdasarkan kajian awal, sehingga disiapkan sebagai pusat komando darurat dengan fasilitas operasional penanganan bencana.

  • Kebutuhan aplikasi, ruang kendali, dan perlengkapan akan dibahas dalam APBD 2027, sembari Pemprov mendorong edukasi mitigasi gempa bagi masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (13/10/2026)

Pemprov Jawa Barat berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan mitigasi dampak aktivitas Sesar Lembang, termasuk kemungkinan memindahkan pusat pemerintahan sementara.

saat ini

Pemprov Jabar mempersiapkan kebutuhan di kantor negara di Cirebon dan Purwakarta sebagai pusat komando darurat. Pembahasan perencanaan dan penganggaran perlengkapan juga berlangsung.

2027

Kebutuhan anggaran perlengkapan pusat kendali akan dibahas bersama DPRD Jabar dalam APBD murni 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat menyiapkan Cirebon dan Purwakarta sebagai pusat komando serta pusat pemerintahan sementara jika aktivitas Sesar Lembang berskala besar terjadi.
  • Who?
    Pemprov Jawa Barat, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, gubernur Jawa Barat, pemerintah daerah, dan DPRD Jawa Barat terlibat dalam persiapan serta pembahasan anggaran.
  • Where?
    Persiapan difokuskan di kantor pemerintah provinsi di Cirebon dan Purwakarta. Pemprov Jawa Barat juga memiliki kantor pemerintahan di Bandung, Bogor, dan Garut.
  • When?
    Persiapan disampaikan Herman Suryatman pada Selasa, 13 Oktober 2026. Perencanaan anggaran perlengkapan sedang dibahas dalam APBD murni 2027.
  • Why?
    Cirebon dan Purwakarta berdasarkan kajian awal dinilai relatif lebih aman dari potensi dampak Sesar Lembang, sehingga disiapkan untuk menjaga fungsi pemerintahan dan penanganan bencana.
  • How?
    Pemprov berkoordinasi dengan pemerintah daerah, menyiapkan command center sederhana, alat berat, aplikasi, ruang operasional, dan perlengkapan pemantauan bencana, serta mendorong edukasi mitigasi kepada masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Barat sedang menyiapkan Cirebon dan Purwakarta sebagai tempat memimpin saat ada gempa besar dari Sesar Lembang. Pak Herman dan pemerintah daerah bekerja bersama. Mereka mau menyiapkan alat, ruangan, dan aplikasi untuk menolong saat bencana. Uangnya akan dibahas untuk tahun 2027. Warga juga akan diajari cara menyelamatkan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persiapan pusat komando di Cirebon dan Purwakarta menunjukkan upaya antisipatif Pemprov Jawa Barat untuk menjaga kesinambungan layanan pemerintahan saat keadaan darurat. Koordinasi lintas daerah, perencanaan perlengkapan operasional, pembahasan anggaran, serta penekanan pada edukasi masyarakat mencerminkan perhatian yang menyeluruh terhadap kesiapsiagaan bencana dan keselamatan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai melakukan mitigasi dan mematangkan semua skenario terhadap dampak aktivitas sesar Lembang. Salah satunya memindahkan pusat pemerintahan sementara di Cirebon dan Purwakarta.

Sekda Provinsi Jabar, Herman Suryatman mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan dampak terburuk jika terjadi aktivitas Sesar Lembang, termasuk memindahkan pusat pemerintahan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kantor pemerintahan, termasuk di Bandung, Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Garut. Perlu dipastikan sarana pendukung yang dibutuhkan ketika bencana terjadi tersedia, termasuk alat berat dan perlengkapan lainnya," ujar Herman, Selasa (13/10/2026).

1. Cirebon dan Purwakarta dinilai lebih aman

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Berdasarkan hasil kajian, Cirebon dan Purwakarta merupakan daerah yang tergolong aman untuk dijadikan pusat pemerintahan sementara jika terjadi aktivitas Sesar Lembang dengan skala besar.

Oleh karena itu, Pemprov Jabar saat ini tengah mempersiapkan semua kebutuhan di dua kantor negara milik pemerintah provinsi di dua daerah tersebut.

"Khusus di Cirebon dan Purwakarta yang berdasarkan kajian awal relatif lebih aman dari potensi dampak Sesar Lembang, Pak Gubernur meminta agar disiapkan command center sederhana," katanya.

2. Fasilitas pemantau bencana harus disempurnakan

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Ada beberapa fasilitas mitigasi bencana yang saat ini masih belum tersedia di gedung negara itu. Herman mengatakan, salah satunya yaitu perlengkapan untuk memantau penanganan bencana alam agar nantinya ketika terjadi bencana alam besar bisa langsung digunakan.

"Pusat kendali tersebut perlu dilengkapi aplikasi dan ruang operasional yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan penanganan bencana. Dengan begitu, kantor pemerintah di Cirebon maupun Purwakarta dapat difungsikan sebagai pusat komando apabila diperlukan," tuturnya.

3. Anggarannya akan dibahas di APBD murni 2027

Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Mengenai ketersediaan anggaran untuk perlengkapan tersebut, Herman mengungkapkan, hal itu nantinya akan turut dibahas bersama DPRD Jabar dalam APBD murni 2027 yang saat ini sudah masuk pembahasan.

"Kami sudah membahas hal ini agar perencanaan dan penganggarannya dapat dipersiapkan, terutama karena sekarang kita memasuki pembahasan APBD 2027," kata dia.

Kendati begitu, Pemprov Jabar turut meningkatkan agar pemerintah daerah juga memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai mitigasi kebencanaan termasuk penanganan saat terjadi gempa bumi dengan skala besar.

"Yang tidak kalah penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Minimal, masyarakat harus mampu menyelamatkan dirinya sendiri, keluarganya, dan orang lain di sekitarnya," kata Herman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article