Bandung, IDN Times - Bank Indonesia (BI) Jawa Barat mewaspadai tekanan harga pangan dalam tiga bulan ke depan seiring potensi penurunan produksi akibat musim kemarau dan meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kewaspadaan tersebut disampaikan setelah inflasi Jawa Barat pada September 2026 tercatat 0,23 persen secara bulanan. Secara tahunan, inflasi Jabar mencapai 3,16 persen, masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Ke depan, tekanan inflasi masih perlu diwaspadai, terutama bersumber dari instabilitas geopolitik global, dinamika harga global, dan potensi gangguan pasokan pangan akibat musim kemarau yang lebih panjang," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan dalam keterangan resminya dikutip IDN Times, Jumat (2/10/2026).
