Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
39 Rutilahu di Ciamis Masuk Sasaran Perbaikan Gerakan Poe Ibu Jabar
Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Sebanyak 39 rutilahu di Desa Kaso, Ciamis, menjadi sasaran perbaikan Pemprov Jabar; 30 milik warga kurang mampu dan sembilan terdampak pergeseran tanah.
  • Tahap pertama mencakup 11 rumah, setelah satu rumah milik Teddy direnovasi. Pendanaan berasal dari urunan ASN melalui Program Poe Ibu, melibatkan perangkat daerah dan Pramuka.
  • Gerakan Poe Ibu berjalan sejak Oktober 2025 dengan iuran sukarela Rp1.000 per hari; dana juga membangun 18 rumah dan fasilitas sanitasi di Cikelet, Garut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1 Oktober 2025

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menandatangani Surat Edaran Nomor: 149/PMD.03.04/KESRA tentang Gerakan Poe Ibu.

Oktober 2025

Gerakan Poe Ibu mulai berjalan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pengumpulan donasi sukarela Rp1.000 per hari.

Rabu (19/11/2025)

Gerakan Poe Ibu telah mengumpulkan Rp1,485 miliar. Sebagian dana didistribusikan kepada 787 penerima manfaat.

Selasa (8/9/2026)

Dana Gerakan Poe Ibu digunakan untuk membantu pembangunan sekitar 18 rumah tidak layak huni serta fasilitas sanitasi di Desa Girimukti, Cikelet, Garut.

Kamis (15/10/2026)

Pemprov Jabar menyatakan 39 rumah di Desa Kaso, Tambaksari, Ciamis, menjadi sasaran perbaikan melalui Gerakan Poe Ibu. Tahap pertama menyasar 11 rumah, setelah satu rumah warga bernama Teddy lebih dulu direnovasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 39 rumah tidak layak huni di Desa Kaso, Ciamis, menjadi sasaran perbaikan melalui Gerakan Poe Ibu Jawa Barat. Tahap pertama mencakup renovasi 11 rumah.
  • Who?
    Pemprov Jawa Barat, ASN Pemprov Jabar, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, Bapenda Jabar, Dinas Pendidikan Jabar, serta warga Desa Kaso termasuk pemilik rumah bernama Teddy terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Perbaikan berlangsung di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
  • When?
    Satu rumah milik Teddy telah direnovasi sebelum keterangan Gubernur Dedi Mulyadi yang dikutip pada Kamis, 15 Oktober 2026. Jadwal penanganan rumah lainnya hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Program menyasar 30 rumah warga kurang mampu dan sembilan rumah yang terdampak bencana pergeseran tanah, untuk membantu peningkatan kualitas hunian.
  • How?
    Renovasi didanai urunan sukarela ASN Pemprov Jabar melalui Program Poe Ibu atau Sapoe Sarebu. Tiga rumah ditangani Kwarda Pramuka Jabar, dua oleh Bapenda dan Dinas Pendidikan, serta enam melalui kolaborasi perangkat daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Desa Kaso, Ciamis, ada 39 rumah yang mau diperbaiki karena kurang layak. Sembilan rumah kena tanah bergeser. Pak Dedi Mulyadi bilang rumah Pak Teddy sudah diperbaiki. Sekarang, 11 rumah akan diperbaiki dulu. Uangnya dari pegawai Jawa Barat yang menyisihkan seribu rupiah. Rumah lain belum tahu kapan diperbaiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gerakan Poe Ibu menunjukkan bagaimana kontribusi sukarela ASN dapat diterjemahkan menjadi bantuan hunian yang nyata bagi warga Ciamis, termasuk keluarga kurang mampu dan terdampak pergeseran tanah. Kolaborasi perangkat daerah serta Pramuka memperkuat semangat kepedulian bersama, sementara pengalaman penanganan rumah dan sanitasi di Garut memberi dasar pelaksanaan program yang terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Sebanyak 39 rumah di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, masuk sasaran perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, sembilan rumah di antaranya terdampak bencana pergeseran tanah.

Pada tahap pertama, perbaikan akan menyasar 11 rumah. Renovasi ini didanai melalui urunan aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jabar lewat Program Poe Ibu, dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan organisasi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, satu rumah milik warga bernama Teddy telah lebih dulu direnovasi. Selanjutnya, perbaikan akan dilakukan terhadap 11 rumah lainnya pada tahap pertama.

Dari 11 rumah tersebut, tiga rumah akan ditangani Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat. Sementara delapan rumah lainnya mendapat dukungan dari perangkat daerah Pemprov Jabar.

1. Program ini gotong royong membantu masyarakat langsung

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Pendidikan Jabar masing-masing akan membangun satu rumah. Adapun enam rumah lainnya ditangani melalui kolaborasi sejumlah perangkat daerah.

"Semangat rereongan ini menjadi wujud kepedulian bersama bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah secara kelembagaan, tetapi juga merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh unsur aparatur," kata Dedi, dikutip Kamis (15/10/2026).

Dari total 39 rumah yang masuk sasaran, sebanyak 30 merupakan rumah milik warga kurang mampu, sedangkan sembilan lainnya terdampak pergeseran tanah.

Namun, belum seluruh rumah tersebut masuk tahap pertama perbaikan. Pemprov Jabar belum merinci jadwal penanganan untuk rumah yang belum menjadi prioritas maupun target penyelesaian keseluruhan program.

2. Targetnya untuk perbaikan rutilahu

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Sebelumnya, uang hasil dari Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Sehari Seribu dari ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga digunakan untuk membangun 18 rumah tidak layak huni bagi warga Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan program yang mendorong agar ASN mengalokasikan seribu rupiah setiap harinya merupakan bagian dari upaya pemprov meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya dari sisi perumahan, permukiman, sanitasi, kesehatan hingga ketahanan pangan.

"Diinisiasi Pak Gubernur, kita mengadakan program namanya Poe Ibu, Sapoe Sarebu. Hasil dari Sapoe Sarebu dialokasikan untuk membantu warga masyarakat yang rumahnya kurang layak," kata Herman dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

3. Program ini sudah berjalan sejak tahun kemarin

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Menurut Herman, dana yang terkumpul dari Gerakan Poe Ibu digunakan untuk membantu pembangunan sekitar 18 rumah warga di Cikelet. Selain pembangunan rumah, program tersebut juga mencakup penyediaan sarana sanitasi seperti mandi, cuci, kakus (MCK).

Herman mengatakan pembangunan rumah dan fasilitas sanitasi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menantikan peningkatan kualitas hunian.Dia menilai hunian yang layak memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

"Masyarakat menunggu adanya peningkatan kualitas kehidupan, utamina di bidang kesehatan, perumahan, dan permukiman," katanya.

Gerakan Poe Ibu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berjalan sejak Oktober 2025. Gerakan ini mendorong para pegawai menyisihkan seikhlasnya satu hari Rp1.000 rupiah yang dikumpulkan dalam rekening khusus di Bank bjb.

Pada Rabu (19/11/2025) gerakan tersebut sudah mengumpulkan uang sebesar Rp1.485 miliar dan sebagian telah didistribusikan kepada 787 penerima manfaat. Gerakan Poe Ibu sendiri tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 149/PMD.03.04/KESRA yang ditandatangani secara elektronik oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 1 Oktober 2025.

Gerakan ini sifatnya sukarela, di mana ASN, masyarakat di 27 kabupaten dan kota menyisihkan uang seribu dalam sehari yang dikumpulkan bendahara di desa atau kelurahan dalam rekening Bank bjb.

Curated For You

Editorial Team

Related Article