Bandung, IDN Times - Sejumlah mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Jawa Barat (PMJB) meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan kepastian operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka mengaku telah mengeluarkan investasi yang tidak sedikit untuk membangun dapur, tetapi hingga kini sebagian fasilitas tersebut belum beroperasi sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kelanjutan usaha mereka.
Wakil Ketua Umum PMJB, Miftah Anwar Sani, menyebut sekitar 1.000 SPPG dari total jaringan yang diklaim mencapai 6.000 mitra belum beroperasi. Menurutnya, para mitra telah mengeluarkan biaya sejak tahap pembangunan hingga dapur siap digunakan, sehingga mereka membutuhkan kepastian dari BGN mengenai kapan fasilitas tersebut dapat mulai melayani penerima manfaat.
"Kapan kepastian bagi dapur moratorim semua, kapan mau dibuka?" kata Miftah seusai pertemuan dengan seluruh anggota PMJB di Bandung, Minggu (18/10/2026).
Ia menegaskan, pembangunan dan persiapan dapur dilakukan atas arahan BGN sehingga para mitra berharap pemerintah memberikan kejelasan mengenai kelanjutan fasilitas yang telah mereka bangun. "Yang menyuruh kita sebagai mitra melakukan pembangunan dan persiapan itu adalah BGN," katanya.
Selain kepastian operasional, PMJB mempersoalkan perubahan skema pembayaran kepada pengelola SPPG. Mereka meminta skema Rp6 juta per hari dikembalikan seperti ketentuan awal serta berharap dilibatkan dalam penentuan jumlah penerima manfaat, sementara tim advokasi paguyuban menyatakan akan menyiapkan gugatan perdata karena menilai perubahan ketentuan operasional dan pembayaran tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama.
