situs purbakala cipari (instagram.com/kabupatenkuningan)
Kuningan bukan sekadar nama geografis. Ia pernah menjadi pulau sejarah yang hidup sebelum era penjajahan modern. Bukti arkeologis di situs seperti Situs Cipari menunjukkan jejak manusia sejak zaman neolitik, dengan artefak yang diperkirakan berasal dari 1000 SM hingga 500 Masehi.
Penemuan kuburan batu, perkakas, serta sisa bangunan megalitik membuktikan bahwa kawasan ini telah dihuni dan memiliki struktur sosial yang berkembang jauh sebelum kerajaan besar Nusantara mencuat.
Nama Kuningan sendiri diperkirakan berasal dari kata kuningan atau logam kuning, simbol kekayaan lokal atau dari tokoh historis seperti Pangeran Arya Kuningan yang menjadi figur penguasa wilayah pada abad ke-15.
Tradisi lisan ini dipadukan dengan historiografi yang menunjukkan kawasan ini bagian dari Kerajaan Galuh sejak abad ke-14.
Situs purbakala tersebut bukan sekadar peninggalan mati. Ia menunjukkan kalau wilayah ini merupakan jantung kehidupan awal yang memiliki pemukiman terorganisir, ritual kepercayaan, dan kemungkinan jaringan perdagangan antarzaman.
Hal ini memberi dimensi berbeda atas narasi umum tentang Kuningan yang hanya dikenal sebagai tujuan wisata alam.