Comscore Tracker

7 Kontroversi Industri Video Game Tahun 2019 yang Hebohkan Dunia

Ada masalah ‘drift’ pada Joy-Con

Bisnis dan kontroversi selalu berikatan, begitu pula yang terjadi pada industri video game. Sejauh ini, perkembangan video game memang membawa kesenangan bagi masyarakat dunia. Namun, bukan berarti industri video game lepas dari berbagai macam kontroversi.

Di tahun 2019 ini, kontroversi tetap menghantam industri video game, dengan beberapa momen buruk, masalah hardware yang mengecewakan dan game yang gagal memenuhi ekspektasi. Berikut 7 kontroversi terbesar dari industri video game di tahun 2019.

1. Masalah ‘drift’ pada Joy-Con

7 Kontroversi Industri Video Game Tahun 2019 yang Hebohkan Duniatheverge.com

Teknologi selalu memiliki sejumlah kesalahan, terutama teknologi yang masih dalam tahap pertumbuhan. Dalam kasus ini, joy-con dari Nintendo Switch menjadi salah satu yang mendapat kesalahan itu. Disebut sebagai ‘drift’, ini merupakan masalah di mana joy-con melakukan input dengan sendirinya, padahal sedang tidak dioperasikan.

Untuk menangani masalah sekaligus keluhan banyak pengguna Switch ini, Nintendo menawarkan perbaikan secara gratis. Kendati demikian, sejauh ini masalah ini masih sering dialami, baik oleh pengguna baru maupun lama.

2. Microsoft ‘menguping’ para pemain Xbox One

7 Kontroversi Industri Video Game Tahun 2019 yang Hebohkan Duniacnet.com

Apa yang dikhawatirkan banyak orang terkait kemampuan ‘menguping’ Kinect milik Xbox One, berakhir menjadi kenyataan. Sumber terpercaya menyebut bahwa Microsoft mempekerjakan orang untuk mendengar rekaman audio yang terekam oleh Kinect, dan mencatat setiap kata atau kalimat yang diucapkan.

Terkait masalah ini, Microsoft menanggapi dengan mengatakan bahwa mereka selalu meminta izin pengguna untuk hal semacam ini. Terlepas dari itu semua, ini bisa menjadi masalah privasi baru yang bisa mencoreng nama besar Microsoft di masa depan.

3. Naiknya biaya berlangganan PS Plus

7 Kontroversi Industri Video Game Tahun 2019 yang Hebohkan Duniabusted.gr

Awal tahun ini, para pelanggan PS Plus untuk PS3 dan PS Vita dikecewakan dengan fakta bahwa mereka tidak akan lagi mendapat game gratis tiap bulannya. Buruknya lagi, pelanggan PS Plus untuk PS4 juga ikut ‘kecipratan’ masalah.

Bukan karena ‘hilangnya’ game gratis setiap bulan, namun biaya berlangganan PS Plus itu sendiri yang naik dengan cukup signifikan. Di Indonesia, harga PS Plus untuk satu tahun misalnya, naik dari yang awalnya Rp350 ribu menjadi Rp559 ribu. Ini tentu mengecewakan mengingat kualitas atau kuantitas game gratis yang diberikan tidak ikut naik.

Baca Juga: 7 Video Game Ini "Gagal" tapi Raih Pendapatan Fantastis, Kok Bisa?

4. Anthem hancurkan BioWare

7 Kontroversi Industri Video Game Tahun 2019 yang Hebohkan Duniagamer-info.com

Menyusul kekecewaan besar yang diperbuat oleh Mass Effect: Andromeda, Anthem merupakan ‘meteor’ kedua yang dengan kerasnya menghancurkan BioWare. Anthem mencoba meniru bagian terbaik dari Destiny, namun gagal melakukannya dengan cara yang baik dan berakhir sebagai game buruk, dengan sedikit hal baik.

EA sempat mengatakan bahwa Anthem menjadi salah satu game terbesar yang pernah mereka garap, namun kini mereka tidak ingin dikaitkan dengan itu lagi. BioWare perlu berhasil di Dragon Age terbaru jika ingin kembali dipercaya penggemar.

5. Stadia yang mengecewakan

7 Kontroversi Industri Video Game Tahun 2019 yang Hebohkan Duniafirstpost.com

Google mempromosikan Stadia sebagai sesuatu yang besar, namun faktanya belum sebesar itu. Stadia menjanjikan banyak hal menarik namun hampir ke semuanya, hanyalah klaim yang belum bisa dibuktikan dengan baik. Sejumlah demo yang dipamerkan Stadia misalnya, kebanyakan berjalan dengan tidak lancar.

Lalu, Stadia juga beroperasi sebagai layanan berbasis langganan yang mengharuskan pengguna untuk membayar game secara terpisah. Untuk sebuah teknologi dengan misi untuk menjadikan segalanya lebih murah dan efektif, Stadia masih tergolong mahal.

6. E3 2019 yang berantakan

7 Kontroversi Industri Video Game Tahun 2019 yang Hebohkan Duniatechradar.com

E3 edisi tahun 2019 mungkin menjadi salah satu yang paling mengecewakan dan berantakan. Salah satu penyebabnya adalah absennya Sony sebagai salah satu peserta, yang secara langsung menurunkan tingkat hype dari E3 itu sendiri.

Tidak hanya itu saja, fakta bahwa hampir setiap pengumuman besar bocor di sosial media beberapa hari sebelum E3 dimulai, juga membuat semuanya menjadi lebih berantakan. Untungnya, Keanu Reeves memperbaiki kekacauan E3 2019 dengan kehadirannya di Cyberpunk 2077. E3 2019, you’re not breathtaking…

7. Game eksklusif Epic Games Store

7 Kontroversi Industri Video Game Tahun 2019 yang Hebohkan Duniaengadget.com

2019 menjadi tahun di mana Epic Games mengumumkan bahwa mereka akan memiliki toko game sendiri. Sayangnya, hal ini tidak mendapatkan reaksi yang baik dari para gamer, terutama mengenai game eksklusif di Epic Games Store itu sendiri. Ada banyak game besar yang ‘dirampas’ oleh Epic Games dari toko lain seperti Steam.

Metro Exodus Collector Edition contohnya, yang berakhir sebagai game eksklusif Epic Games Store di menit-menit akhir perilisannya, meski pada awalnya tersedia di Steam. Ini mengecewakan dan Epic Games perlu membenahi itu.

Demikian tadi sedikit informasi menarik mengenai kontroversi besar dari industri video game di tahun 2019. 2019 sendiri belum berakhir, jadi bisa saja masih ada kontroversi lain yang akan tercipta di beberapa bulan ke depan.  

Baca Juga: 7 Game Keren yang Memulai Franchise Besar, Sudah Pernah Main Semua?

Topic:

  • Galih Persiana

Just For You