Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2.316 Personel Siap Amankan Laga Persib vs Persik di Stadion GBLA
Para pemain Persija gunakan mobil rantis masuk ke stadion GBLA. IDN Times/Istimewa
  • Polrestabes Bandung menurunkan 2.316 personel untuk mengamankan laga Persib vs Persik di Stadion GBLA, dengan pengamanan dimulai sejak siang hari demi kelancaran dan kenyamanan penonton.
  • Tiga titik penyekatan disiapkan di Babakan Sayang, Rancanumpang, dan Cimencerang untuk memastikan hanya pemilik tiket resmi yang bisa masuk ke area stadion.
  • Suporter tim tamu dilarang hadir sesuai regulasi Liga 1, dan panitia akan melakukan pemeriksaan ketat guna mencegah pelanggaran serta menjaga keamanan pertandingan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menerjunkan sebanyak 2.316 personel untuk mengamankan pertandingan pada pekan ke-25 melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (9/3/2026) malam pukul 20.30 WIB.

“Total pengamanan untuk pertandingan Persib melawan Persik Kediri erjumlah 2.316 personel. Sehingga pertandingan bisa berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi para penonton yang hadir di stadion,” kata Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin.

Dia menyebut personel mulai diturunkan sejak pukul 14.00 WIB untuk melakukan skrining awal di titik-titik tersebut sebelum suporter diarahkan ke pintu masuk stadion. Selain pengamanan di sekitar stadion, Polrestabes Bandung juga menyiapkan personel di area penukaran tiket seperti di Kircon, tepatnya di area milik TNI yang sebelumnya menimbulkan kepadatan.

“Rekayasa lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta fleksibel, kita tahu itu jalan nasional, di Gedebage itu kita akan melaksanakan mitigasi,” kata Asep.

1. Siapkan tiga titik penyekatan

Instagram/@gbla_lovers

Asep mengatakan ada tiga titik penyekatan yang akan diberlakukan untuk menyaring penonton yang akan masuk ke area stadion, yaitu di Babakan Sayang, Rancanumpang, dan Cimencerang.

Selanjutnya, para penonton itu dipersilakan masuk area stadion dan dilakukan lagi pemeriksaan saat masuk ke tribun sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat pertandingan berjalan.

“Kalau ada suporter yang tidak memiliki tiket, akan kami putar balik. Kami pastikan yang masuk ke GBLA adalah mereka yang memiliki tiket resmi,” ujarnya.

2. Antisipasi kepadatan lalin di perlintasan kereta

Vaksinasi TNI dan Polri di GBLA (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain itu, polisi juga melakukan rekayasa arus lalu lintas di kawasan yang menuju Stadion GBLA agar para penonton maupun wisatawan yang akan mengarah menuju Masjid Al Jabbar dapat terurai.

“Kami juga akan melakukan sterilisasi di sepanjang Jalan Gedebage agar area sekitar stadion steril dari kendaraan, mengingat ada kereta yang melintas setiap 15–20 menit sekali,” katanya.

3. Suporter lawan diminta tak hadir

Pemain Persik Kediri saat melawan PSBS Biak. IDN Times/Persik Kediri

Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama menekankan larangan kedatangan suporter tamu ini memiliki landasan regulasi yang wajib dihormati oleh semua pihak. Ketentuan tersebut mengacu pada Regulasi Liga 1 2025/26 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.

"Aturan ini dengan tegas melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion," ujar Adhi Pratama.

Untuk mengantisipasi adanya suporter tamu yang tetap memaksakan diri membeli tiket atau datang ke Bandung, pihak penyelenggara pertandingan akan melakukan pemeriksaan ketat. Panitia Pelaksana (Panpel) akan melakukan skrining ketat di setiap ring pengamanan menuju stadion.

Adhi memperingatkan bahwa suporter tamu yang terdeteksi di area stadion akan langsung diminta meninggalkan lokasi demi keamanan bersama. Bahkan, pihaknya tidak bertanggung jawab mengembalikan tiket yang sudah dibeli, atau tidak akan diganti karena tidak ada proses refund.

"Hal ini untuk menghindari sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang dapat merugikan kedua klub. Kami meminta kerja sama dari semua," ucapnya.

Editorial Team