Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-02-07 at 11.58.47 PM.jpeg
16 SMA di Bandung Raya Adu Kekuatan Sepakbola Lewat Ajang LSFC. IDN Times/Debbie Sutrisno

Intinya sih...

  • LSFC 2026 adu kekuatan sepakbola di Bandung Raya, 16 SMA berpartisipasi

  • Total hadiah puluhan juta rupiah, peserta dibatasi 16 sekolah untuk pengembangan kompetisi yang berkelanjutan

  • LSFC diawali konferensi pers resmi dan akan ditutup dengan closing ceremony yang lebih meriah, dukungan dari Pemkot Bandung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sebanyak 16 sekolah menengah atas (SMA) di kawasan Bandung Raya akan adu kekuatan dalam gelaran Ladang Selatan Football Championship (LSFC) 2026. Kegiatan turnamen sepakbola ini akan digelar di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, pada 9–14 Februari.

Kompetisi berlangsung selama lima hari, mulai babak 16 besar hingga final sekaligus penutupan. Ajang tersebut bukan sekadar pertandingan, tetapi juga wadah pembinaan karakter lewat sportivitas, kepemimpinan, kerja sama tim, dan solidaritas pelajar. Founder Ladang Selatan, Algi Permadi, mengatakan Bandung kembali dipilih karena atmosfer sepak bola pelajarnya dinilai paling hidup.

“Bandung ini bisa dibilang motherland Ladang Selatan. Antusiasme sepak bolanya luar biasa, mulai pemain, suporter, sampai dukungan sekolah itu bergerak bersamaan dan solid,” kata Algi, Minggu (8/2/2026).

Ia menilai kultur sepak bola pelajar di Bandung tak lepas dari pengaruh Persib Bandung dan basis suporter Bobotoh yang kuat. Prestasi Persib beberapa tahun terakhir ikut memantik minat pelajar menekuni sepak bola lebih serius.

1. Antusiasme tinggi, peserta tetap dibatasi

16 SMA di Bandung Raya Adu Kekuatan Sepakbola Lewat Ajang LSFC. IDN Times/Debbie Sutrisno

LSFC 2026 menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah. Juara pertama berhak membawa pulang Rp15 juta plus piala dan medali. Panitia juga menyiapkan penghargaan individu seperti MVP, Top Scorer, Best Goalkeeper, Best Coach, hingga Best Supporter.

Meski peminat banyak, peserta tetap dibatasi 16 sekolah. Menurut Algi, keputusan itu bagian dari pengembangan kompetisi yang berkelanjutan.

“Tahun lalu kami mulai dari 8 sekolah. Tahun ini kami naikkan ke 16 dulu. Kami ingin lihat peningkatan dari supporter, atmosfer pertandingan, sampai aktivitas pendukung seperti bazar,” ujarnya.

Sejak edisi pertama, turnamen ini berkembang pesat. Dari 8 sekolah dan sekitar 100 relawan, kini meningkat menjadi 16 sekolah dengan 250 relawan. Adapun SMA yang ikut serta tahun ini adalah:

1. SMAN 2 BANDUNG

2. SMAN 4 BANDUNG

3. SMAN 6 BANDUNG

4. SMAN 9 BANDUNG

5. SMAN 10 BANDUNG

6. SMAN 11 BANDUNG

7. SMAN 15 BANDUNG

8. SMAN 22 BANDUNG

9. SMAN 25 BANDUNG

10. SMAN 27 BANDUNG

11. SMAN 1 CIMAHI

12. SMAN 4 CIMAHI

13. SMAN 5 CIMAHI

14. SMA PASUNDAN 2 BANDUNG

15. SMA PASUNDAN 3 BANDUNG

16. SMA PASUNDAN 3 CIMAHI

2. Lebih dari pertandingan, ada pengalaman bertanding

16 SMA di Bandung Raya Adu Kekuatan Sepakbola Lewat Ajang LSFC. IDN Times/Debbie Sutrisno

Panitia mencoba menghadirkan pengalaman berbeda bagi pemain muda. Untuk pertama kalinya, LSFC diawali konferensi pers resmi dan akan ditutup dengan closing ceremony yang lebih meriah.

Algi ingin pemain pelajar merasakan atmosfer kompetisi seperti turnamen profesional.

“Saya ingin anak-anak tidak hanya bertanding, tapi juga mendapatkan experience yang berkesan,” katanya.

Menurut dia, pengalaman tersebut penting untuk membentuk mental bertanding sejak usia sekolah. Penyelenggara bahkan mulai membuka wacana penggunaan teknologi VAR di masa depan jika ada dukungan federasi dan sponsor.

“Pelan-pelan saja. Kalau ke depan ada dukungan, VAR itu sangat mungkin dan akan membuat kompetisi ini makin solid,” ucapnya.

3. Pemkot beri dukungan

16 SMA di Bandung Raya Adu Kekuatan Sepakbola Lewat Ajang LSFC. IDN Times/Debbie Sutrisno

Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Lukman, menilai kegiatan olahraga pelajar juga berdampak pada pergerakan wisata di Kota Kembang.

“Kebijakan Pak Wali Kota ingin Bandung jadi kota jasa dan banyak wisatawan datang. Kalau ada pertandingan, suporter dari luar kota datang, nonton, lalu menginap di Bandung. Hotel jadi penuh, itu ikut mendatangkan wisatawan,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, LSFC 2026 diharapkan menjadi panggung lahirnya talenta muda sepak bola Bandung Raya sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola pelajar yang berkelanjutan.

Editorial Team