Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Keanehan Liga 3, 4 Pemain Bandung United Dikartu Merah
IDN Times/Istimewa

Bandung, IDN Times - Tayangan pertandingan Liga 3 yang mempertemukan Bandung United vs Famel FC viral di media sosial. Adanya empat pemain Bandung United yang mendapat kartu merah membuat pertandingan ini dianggap 'settingan'.

Dalam pertandingan laga 32 besar Grup X di Stadion Jala Krida AAL, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/2/2022), Bandung United kalah dengan skor 0-3. Namun, kekalahan tersebut terkesan dilakukan sebagai bentuk kekesalan para pemain dan jajaran manajemen pada wasit di atas lapangan.

Dalam pertandingan tersebut, wasit asal Pekanbaru, Andri Novendra, memberi empat kartu merah ke pemain Bandung United. Andri memberi kartu merah langsung kepada Saiful pada awal babak kedua. Tak sampai 10 menit giliran Rizki Arohman yang dikartu merah. Dua kartu merah ini membuat permainan Bandung United melemah.

Pada pengujung pertandingan dua pemain Bandung United kembali diganjar kartu merah. Kiper Satrio Azhar diusir setelah meninju bola, sedangkan kapten Andri Ferbiansyah terkena kartu merah langsung karena protes.

1. Bandung United layangkan protes

IDN Times/Istimewa

Atas dugaan kepemimpinan wasit yang tidak benar, manajemen Bandung United tidak tinggal diam. Surat protes secara resmi sudah dilayangkan ke PSSI, yang ditandatangani manajer Bandung United, Yoyo S Adireja.

"Kami menilai ada beberapa kesalahan yang dilakukan baik wasit utama, asisten wasit 1 dan 2 yang dianggap sangat kontroversial dan merugikan tim," ujar Yoyo melalui surat tersebut dikutip IDN Times, Senin (21/2/2022).

Dia menjelaskan, untuk kartu merah pertama yang diterima Saiful. Di mana dia melihat temannya, Rizki Arohman mengalami kesakitan setelah terjadi benturan. Namun ketika Saiful melakukan diskusi dan ingin memberi tahu wasit kondisi Rizki. Namun anggapan wasit lain dan malah memberikan hukuman kartu merah langsung kepada pemain Bandung United, tanpa ada teguran atau peringatan lebih dulu.

Kemudian untuk kartu merah Rizki Arohman juga dianggap aneh karena tidak ada komunikasi langsung antara Rizki dan wasit. Jika ada hal menggangu wasit seharusnya bisa diberi peringatan dengan kartu kuning, tapi ini justru diberi kartu merah.

Untuk kartu merah ketiga yang diterima kiper Bandung United, Satrio Azhar, berlebihan karena pada saat duel di udara bola yang dilambungkan pemain Farmell FC melambung tinggi sehingga ditinju kiper meski mendapat gangguan dari pemain Farmell.

"Kami menilai setidaknya Penjaga Gawang memiliki sebuah keistimewaan ketika berduel didalam kotak pinalty sehingga sedikit gangguanpun akan menjadi pelanggaran untuk penjaga gawang, namun yang kami terima dipertandingan ini adalah sebaliknya," kata dia.

2. Wasit menolak ketika diajak bersalaman

Ilustrasi wasit. (Pixabay.com/planet_fox)

Hal lain yang dilaporkan manajemen Bandung United adalah tidak adanya kepedulian dari wasit usai pertandingan selesai. Pada saat itu tim pelatih atau official Bandung United hendak memberikan salam kepada wasit di akhir pertandingan, tapi wasit menolak dan terkesan menghindar lalu seketika berlari tanpa alasan menuju ruang ganti wasit.

"Hal ini bertolak belakang dengan budaya salam di Indonesia dan tidak menjunjung tinggi nilai sportivitas dan respect," kata Yoyo.

Adapun perangkat pertandingan dalam laga ini adalah:
W a s i t : Andri Novendra asal Kota Pekanbaru
Asisten Wasit 1 : Jaka Prasetia asal Jakarta Selatan
Asisten Wasit 2 : M. Kemal Muzafar asal Jakarta Selatan
Wasit Cadangan : Rukmana Aprisal asal Kab. Manokwari

3. Wasit liga 3 harus dievaluasi

Logo PSSI. (pssi.org)

Sehubungan dengan berbagai kelalaian ini, manajemen Bandung United memohon agar perangkat pertandingan yang bertugas dapat dievaluasi demi kemajuan sepakbola Indonesia.

"Demikian Surat ini kami buat bukan karena Tim Bandung United Kalah, melainkan semua berdasarkan data dan fakta yang ada dilapangan. Semoga ini menjadi bahan pertimbangan bagi PSSI, PT LIB dan Komdis PSSI," pungkas Yoyo.

Editorial Team