Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-01 at 10.28.30 PM (1).jpeg
Azmi Anugrah, kiper Timnas Indonesia, Dok Istimewa

Intinya sih...

  • Azmi Anugrah, kiper Timnas Futsal U-16 Indonesia, berhasil menjadi raja futsal Asia Tenggara dengan mengunci gelar juara ASEAN U-16 Boys Futsal Championship 2025.

  • Azmi mengikuti berbagai seleksi dan sempat merasa minder karena kurang tinggi dan badan kecil, namun dia tetap terpilih sebagai kiper utama timnas.

  • Ibu Azmi sebenarnya tidak ingin anaknya bermain futsal atau olahraga berat lainnya, namun akhirnya mengizinkan dengan syarat Azmi hanya boleh jadi kiper.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Timnas Futsal U-16 Indonesia berhasil menjadi raja futsal Asia Tenggara. Garuda Muda sukses mengunci gelar juara ASEAN U-16 Boys Futsal Championship 2025 setelah menumbangkan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 4-3 di Nonthaburi Hall, Thailand, Senin (29/12/2025. Satu nama yang cukup mencuat dari gelaran ini adalah Azmi Anugrah, kiper Timnas Indonesia yang tampil gemilang sepanjang kompetisi.

Azmi merupakan siswa SMA 12 Kota Bandung. Dia bersama satu orang temannya dari Kota Bandung, Faisal, turut serta mengharumkan nama Indonesia dalam gelaran tersebut. Ditemui di rumahnya, Azmi pun menceritakan awal mula dia berkecimpung di olahraga futsal dan tidak sepak bola seperti anak-anak lain yang lebih memilih olahraga tersebut.

"Ikut futsal dari kelas 3 SD. Mungkin dulu (ga ikut sepakbola) kehambat sama ekonomi juga. Jadi mending pilih futsak yang enggak begitu banyak keluarin uang pengeluaran," ujar Azmi, Rabu (31/12/2025).

Mulai berlatih futsal di sekolah dasar, dia meneruskannya hingga ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Latihan pun terus dilakukan baik di sekolah maupun di gelanggang olahraga (GOR) bersama teman sekolah.

1. Ikut berbagai seleksi

Azmi Anugrah, kiper Timnas Futsal Indonesia, Dok Istimewa

Di tingkat SMA ini kemudian Azmi mengikuti banyak kompetisi bersama SMA-nya mulai dari antar-SMA hingga antar-kota hingga kemudian dia punya kesempatan masuk tim yang membawa nama baik daerah lewat seleksi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Privinsi (PORPROV).

Setelah ikut seleksi untuk tim Kota Bandung, dia terpilih ikut pelatihan terpusat bersama 20 orang lainnya dari Jawa Barat. Perlahan tapi pasti dia terpilih untuk ikut dalam seleksi tim nasional di Jakarta.

"Ada empat kiper ikut seleksnas (seleksi tingkat nasional). Habis itu mungkin rezekinya Azmi ke panggil, ya sudah Azmi langsung ngebuktiin juga. Alhamdulillahnya jadi kiper utama juga," kata dia.

2. Sempat minder karena kurang tinggi dan badan kecil

Azmi Anugrah, kiper Timnas Indonesia, Dok Istimewa

Meski lolos sebagai salah satu calon kiper timnas untuk berlaga di ASEAN U-16 Boys Futsal Championship 2025, Azmi tetap merasakan kurang percaya diri. Kiper dari berbagai daerah saingannya memiliki badan lebih tinggi dengan otot yang lebih baik.

Namun, dia merasa bahwa untuk ukuran kiper cukup ideal karena tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek sehingga dianggap ideal. Yang jadi pekerjaan rumah adalah Azmi harus meningkatkan massa otot.

"Ini diminta sama pelatih bisa naikin tinggi badan san bobot massa ototnya," kata dia.

3. Menjadi kiper berkat Sang Ibu

Azmi Anugrah, kiper Timnas Indonesia, Dok Istimewa

Sementara itu, ibu Azmi, Yayah Rokhayah, mengatakan bahwa dia sebenarnya tidak ingin anaknya bermain futsal atau olahraga berat lainnya., sebab sejak kecil Azmi sering sakit-sakitan sampai usia lima tahun. Hal ini pula yang membuat Yayah punya ketakutan ketika anaknya harus berolahraga yang menguras tenaga.

Namun sang anak tetap ingin olahraga dan bermain bola khususnya futsal. Dia pun kemudian mengamininya tapi dengan satu syarat, Azmi hanya boleh jadi kiper, tidak yang harus berlari dan menendang bola terlalu sering.

"Udah gitu aja (syaratnya), ternyata nurut. Jadi bangga lah sekarang, keluarga bangga, sekolah bangga, Indonesia bangga karena jadi pemain inti lagi," ungkap Yayah.

Ketika pertandingan ASEAN U-16 Boys Futsal Championship, Yayah yang sehari-hari menjaga warung kelontongan pun sempat menyaksikan pertandingan Azmi di televisi. Sempat takut karena anaknya harus merasakan tendangan keras dari para lawan, Yayah akhirnya berbahagia karena sang anak bisa memberikan medali emas untuk Indonesia.

Editorial Team