Bandung, IDN Times - Nestlé MILO bersama Yayasan Garuda Anak Nusantara (GAN) kembali menggelar MILO National Championship di Stadion Ciracas, Jakarta pada 15-16 Februari 2025. Lebih dari 10.000 bibit pesebak bola Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia ikut dalam kompetisi ini.
Para peserta dibagi dalam dua kategori usia yakni U-10 dan U-12. Kompetisi ini sebagai wujud komitmen Nestlé MILO ikut kontribusi dalam mendukung pengembangan sepak bola Indonesia, dimulai dari menanamkan kecintaan olahraga sejak dini, sehingga mampu mendorong lahirnya bibit-bibit pesepak bola yang tangguh dan bermental juara.
Business Executive Officer Beverages & Culinary Dairy Business Unit PT Nestlé Indonesia Alaa Shaaban mengatakan, pada tahun ketiga penyelenggaraan ini peserta diikuti dari 19 kota di Indonesia. Ini terlihat dari semangat para peserta yang telah mengikuti babak penyisihan sampai final MILO National Championship.
"Kami berharap MILO National Championship dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka di bidang sepak bola. Kami percaya bahwa olahraga merupakan guru terbaik yang dapat mengajarkan nilai-nilai seperti sportivitas, percaya diri, pantang menyerah dan kerja sama tim,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Senin (17/2/2025).
Dia menjelaskan, dalam penyelenggaraan MILO National Championship 2025, Nestlé MILO juga memperkenalkan MILO Kartu Petir melalui sesi edukasi kepada 1.200 wasit dan pelatih sepak bola yang terlibat pada kompetisi ini sejak babak penyisihan yang dilakukan mulai Oktober tahun lalu.
MILO Kartu Petir merupakan panduan keselamatan 30/30 yang dapat digunakan wasit ketika memimpin pertandingan sepak bola di musim hujan. Aturan ini telah diterapkan oleh asosiasi sepak bola di luar negeri, termasuk di Australia yang mengacu pada standar petir Australia yang diterbitkan pada 10 Januari 2007, untuk memastikan keselamatan para pemain selama kondisi hujan yang disertai petir.