Comscore Tracker

7 Fakta Bahaya Permukaan Air Laut yang Terus Meninggi

Menanam pohon salah satu cara mengatasi reaksi alam ini

Kita mesti bersyukur telah hidup dan besar di Indonesia, di mana memiliki kondisi geografis yang serbamenguntungkan. Tak hanya memiliki 17.504 pulau, Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan total panjang 99.093 km. Tak heran, kita begitu mudah menemukan pantai yang indah dengan pesona laut yang menawan di negeri ini.

Namun, kita perlu waspada. Sebab, dari tahun ke tahun, permukaan air laut terus meningkat. Hal ini tak hanya mengancam Indonesia, tetapi juga seluruh dunia! Simak faktanya, yuk!

1. Sejak awal abad ke-20, permukaan laut global telah meningkat

7 Fakta Bahaya Permukaan Air Laut yang Terus Meninggie360.yale.edu

Ancaman permukaan laut yang meningkat telah disadari sejak lama. Setidaknya, antara tahun 1900 hingga 2016, permukaan air laut telah meningkat antara 16-21 cm, menurut U.S Global Change Research Program. Sementara, menurut NASA Goddard Space Flight Center, kenaikannya rata-rata 3,3 milimeter per tahun.

Saat ini, permukaan air laut rata-rata 13-20 cm lebih tinggi dari tahun 1900. Ini merupakan perubahan yang signifikan, karena selama 2000 tahun sebelumnya, permukaan air laut tidak banyak berubah, terang laman Ocean.

2. Permukaan air laut meningkat dari tahun ke tahun

7 Fakta Bahaya Permukaan Air Laut yang Terus Meninggiinhabitat.com

Tidak cuma itu, permukaan air laut juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kalau pada tahun 1900 ke 1990, permukaan air laut rata-rata naik 1,2 mm hingga 1,7 mm per tahun, maka di atas tahun 2000, angka itu meningkat jadi 3,2 mm sampai 3,4 mm per tahun, jelas laman Ocean.

Jika pemanasan global yang mengakibatkan gletser mencair tidak segera dicegah, maka angka ini akan terus-menerus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan, diperkirakan pada tahun 2050, permukaan air laut bisa meningkat sebanyak 19 inci (48,26 cm), terang laman PBS News Hour.

3. Setidaknya, ada 3 penyebab utama peningkatan permukaan air laut

7 Fakta Bahaya Permukaan Air Laut yang Terus Meninggisciencing.com

Jika ditelisik lebih lanjut, terdapat tiga faktor utama penyebab peningkatan permukaan air laut. Yakni, ekspansi termal, gletser yang mencair serta hilangnya lapisan es Greenland dan Antartika, terang laman National Geographic.

Pertama, ekspansi termal. Ketika air memanas, ia akan mengembang. Setengah dari kenaikan permukaan air laut selama 25 tahun terakhir disebabkan oleh lautan yang lebih hangat dan menempati lebih banyak ruang.

Lalu, gletser di gunung biasanya mencair saat musim panas tiba. Ini diakibatkan oleh suhu yang terus-menerus meningkat akibat pemanasan global. Dan terakhir, peningkatan panas juga menyebabkan lapisan es besar yang menutupi Greenland dan Antartika mencair lebih cepat. Akibatnya, permukaan air laut global jadi meningkat!

4. Apa efek buruk peningkatan permukaan air laut?

7 Fakta Bahaya Permukaan Air Laut yang Terus Meninggiwhoi.edu

Ada banyak efek buruk dari peningkatan permukaan air laut. Di antaranya, menyebabkan abrasi yang merusak, banjir, kontaminasi tanah pertanian dengan air garam hingga hilangnya habitat untuk ikan, burung dan tanaman, terang laman National Geographic

Terjadinya banjir di dataran rendah, khususnya bagi hunian di dekat pantai, memaksa orang untuk bermigrasi ke tempat yang lebih tinggi dan merugikan secara material. Ini juga bisa menyebabkan gelombang badai yang kuat dan bisa melenyapkan dalam sekejap! Tak hanya itu, peningkatan permukaan air laut juga bisa membuat infrastruktur komunikasi rusak dan memengaruhi akses internet.

Baca Juga: Ngeri, Ini 7 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Perubahan Iklim Global!

5. Diprediksi, kota-kota di dataran rendah akan tenggelam!

7 Fakta Bahaya Permukaan Air Laut yang Terus Meninggieconews.com.au

Jangan anggap ini sebagai omong kosong, sebab laman C40 Cities memprediksi pada tahun 2050 mendatang, akan ada lebih dari 570 kota-kota pantai di dataran rendah yang akan menghadapi kenaikan permukaan air laut!

Kenaikan itu tidak main-main, diperkirakan tingginya mencapai setengah meter. Akibatnya, ada lebih dari 800 juta orang yang terdampak dari naiknya permukaan air laut. Di Amerika, setidaknya ada 7 kota yang diprediksi akan menghilang di tahun 2100, yakni New Orleans, Miami, Houston, Atlantic City, Charleston, Boston dan Virginia Beach, ungkap laman Business Insider Singapore.

6. Jakarta juga diprediksi akan tenggelam!

7 Fakta Bahaya Permukaan Air Laut yang Terus Meningginytimes.com

Bagi kamu warga Jakarta, waspadalah. Sebab, penelitian dari Collaborative Knowledge Network Indonesia menunjukkan bahwa Jakarta akan tenggelam pada 6 Desember 2025 mendatang! Ini diakibatkan karena buruknya infrastruktur urban dan tata letak kota serta penyerapan air yang terbatas, padahal wilayah Jakarta dekat dengan laut.

Yang lebih mengejutkan, prediksi tenggelamnya Jakarta ini bukan karena perubahan iklim global, tetapi karena pertumbuhan infrastruktur yang tak terkendali. Hal ini diungkapkan oleh Jan Jaap Brinkman, pakar manajemen banjir Delft Hydraulics. Di tahun 2025 mendatang, daratan Jakarta lebih rendah 40-60 cm dari tahun 2008.

7. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah peningkatan permukaan air laut?

7 Fakta Bahaya Permukaan Air Laut yang Terus Meningginewscientist.com

Diperkirakan, hingga tahun 2100, suhu dan permukaan air laut akan terus meningkat dan akan berimbas pada jutaan orang di dunia. Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah? Menurut Clean Ocean Action, kita bisa melindungi area lahan basah karena wilayah ini akan bertindak sebagai penyangga alami untuk daerah pantai.

Lalu, aksi-aksi kecil seperti menghemat listrik, menanam lebih banyak pohon dan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor juga bisa dilakukan. Tetapi, ini tidak akan berhasil jika aksi ini tidak dilakukan secara serentak dan masif. 

Nah, itulah fakta-fakta seputar peningkatan permukaan air laut dan bahayanya bagi kita. Mari kita bersatu dalam mencegah perubahan iklim global, demi keberlangsungan bumi dan anak cucu kita!

Baca Juga: 10 Hal Kecil Ini Bisa Kamu Lakukan untuk Hentikan Pemanasan Global

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya