Comscore Tracker

Alasan Ilmiah Si Kaya Berusia Lebih Panjang daripada Si Miskin

Semakin seseorang berduit, tubuhnya cenderung semakin sehat.

Kebanyakan orang bercita-cita menjadi orang kaya. Punya banyak duit sepertinya memang bisa membikin setiap urusan dalam hidupmu semakin mudah. Bisa hidup berkecukupan, makan enak, tidur nyaman, masa depan terjamin, dan bahkan bisa berlibur ke mana saja.

Memang orang bilang bahwa uang tak bisa membeli kebahagiaan. Namun, gak ada orang yang gak suka uang, kan? Dan banyak hal membutuhkan uang, bahkan kebutuhan dasar kita.

Ternyata bukan itu saja keuntungan menjadi orang kaya. Menurut studi terbaru yang diterbitkan di The Journals of Gerontology: Series A, orang kaya ternyata memiliki harapan hidup lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang miskin. 

Bagaimana bisa? Apakah ini berlaku untuk semua orang? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

1. Penelitian dilaksanakan di negara dengan kesenjangan yang besar

Alasan Ilmiah Si Kaya Berusia Lebih Panjang daripada Si Miskinlivemint.com

Studi ini dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, dua negara yang punya ketimpangan sosial sangat kentara. Para peneliti berasal dari University College London, Harvard University, dan berbagai institusi dari kedua negara.

Mereka melibatkan 25 ribu orang yang berusia lebih dari 50 tahun untuk melaksanakan studi tersebut. Faktor-faktor yang diteliti pun beragam. Mulai dari edukasi, kelas sosial, hingga seberapa besar kekayaan mereka. 

2. Seperti apa indikator sehat dan kaya menurut penelitian tersebut?

Alasan Ilmiah Si Kaya Berusia Lebih Panjang daripada Si Miskingq.com

Sebelum mengklasifikasikan setiap orang yang terlibat, peneliti terlebih dahulu membuat indikator sehat yang ingin digunakan. Dalam studi tersebut, orang yang sehat didefinisikan sebagai orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan hingga aktivitas mereka terganggu.

Sementara itu, dalam penelitian ini, para subjek diminta untuk menghitung semua kekayaan mereka. Termasuk uang, rumah, perhiasan, investasi, dan barang-barang lain yang berharga.

Semua itu dikurangi dengan jumlah hutang yang mereka miliki. Lalu, mereka dikelompokkan menjadi golongan berikut ini:

  • Orang miskin: kekayaan di bawah US$29 ribu (Rp396 juta);
  • Orang menengah: kekayaan di bawah US$180 ribu (Rp2,4 miliar);
  • Orang kaya: kekayaan di bawah US$980 ribu (Rp13,4 miliar).

Baca Juga: 7 Khasiat Minum Teh Setiap Hari, Dapat Cegah Kanker dan Diabetes

3. Selisih harapan hidup si kaya dan si miskin bisa mencapai 9 tahun

Alasan Ilmiah Si Kaya Berusia Lebih Panjang daripada Si Miskinazureedge.net

Setelah analisis dilakukan, terdapat beberapa kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini. Pertama, hasil menunjukkan bahwa orang laki-laki kaya diekspektasikan akan hidup hingga 31 tahun mendatang. Berarti, setidaknya mereka bisa tetap sehat hingga usia 81 tahun.

Sedangkan wanita kaya diekspektasikan hidup hingga 33 tahun mendatang, yaitu minimal hingga 83 tahun. Lalu bagaimana dengan si miskin?

Menurut perhitungan, orang miskin baik laki-laki maupun wanita memiliki harapan hidup lebih rendah 9 tahun dari si kaya. Kenapa bisa seperti ini? Keep scrolling!

4. Kenapa orang kaya bisa hidup lebih lama?

Alasan Ilmiah Si Kaya Berusia Lebih Panjang daripada Si Miskinbrightspotcdn.com

“Lebih banyak kekayaan berarti lebih mudah untuk konsultasi dengan dokter dan mendapatkan layanan tambahan yang tidak akan bisa didapatkan oleh orang miskin,” terang Dr. Loeckenhoff, direktur Healthy Aging Laboratory Corell University yang terlibat dalam penelitian, dilansir dari New York Times. 

Itu adalah alasan pertama kenapa orang kaya cenderung bisa hidup lebih lama daripada orang miskin. Alasan kedua, kemiskinan selalu berkaitan dengan tingkat stres yang lebih tinggi.

Seperti yang kita tahu, gangguan pada aspek psikologis bisa berujung pada gangguan kesehatan fisik kita. Penelitian pun mengatakan bahwa jumlah penderita sakit kronis pada kelompok miskin lebih banyak daripada kelompok kaya. 

5. Lalu apakah hasil ini bisa berlaku di Indonesia?

Alasan Ilmiah Si Kaya Berusia Lebih Panjang daripada Si Miskinundp.org

Ketimpangan sosial juga terjadi di Indonesia. Ada orang yang sangat kaya, ada pula orang yang sangat kekurangan. Melihat keadaan tersebut, tampaknya hasil penelitian itu bisa diterapkan juga di Indonesia. 

Selain itu, pelayanan kesehatan untuk kedua belah pihak pun berbeda. Orang yang kaya bisa mendapatkan pengobatan dengan lebih cepat dan nyaman. Berbeda dengan orang miskin yang biasanya dilayani lebih lama. 

Walaupun begitu, penelitian ini tidak bermaksud untuk membuat kita berkecil hati. Selagi usia masih muda, sebaiknya kita menjaga kesehatan sebaik mungkin. Gaya hidup yang sehat itu bisa dilakukan oleh semua orang. Tidak harus dengan ikut membership gym atau langganan catering diet sehat tertentu.

Olahraga secara teratur, menghindari makanan yang gak sehat, dan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran adalah beberapa cara mudah yang bisa dilakukan. Semoga kita tetap sehat hingga di masa tua nanti, ya!

Baca Juga: 9 Cara Menurunkan Kadar Trigliserida, Lemak Pemicu Penyakit Jantung

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya