Bandung, IDN Times - Tren penyakit hati atau liver saat ini mengalami pergeseran yang signifikan. Dulu mayoritas kasus disebabkan oleh infeksi virus, tapi sekarang justru didominasi faktor non-infeksi, terutama gangguan metabolik seperti obesitas, kolesterol tinggi, dan diabetes.
Hal tersebut disampaikan Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan dalam diskusi di Bandung akhir pekan ini. Menurutnya kondisi ini menjadi tantangan serius karena sering tidak terdeteksi sejak dini.
“Penyakit hati metabolik, termasuk perlemakan hati (fatty liver), sering kali berkembang tanpa gejala. Banyak pasien baru menyadari kondisinya ketika sudah memasuki tahap lanjut," ujarnya melalui siaran pers diterima IDN Times, Minggu (12/4/2206).
