Subang, IDN Times - Buah nanas menjadi produk hortikultura unggulan di Kabupaten Subang sejak lama. Namun, belum banyak yang tahu, ternyata daun nanas juga bisa diolah menjadi produk serat kain yang berkualitas dengan potensi ekonomi cukup besar untuk Subang pada masa mendatang.
Seorang warga lokal asal Desa Cikadu Kecamatan Cijambe, Alan Sahroni (33) membuktikan potensi tersebut. “Dari satu hektare itu bisa dapat 10-15 ton (bahan baku daun nanas). Di Subang ada sekitar 3.000 hektare, jadi kita punya bahan baku yang banyak,” katanya belum lama ini.
Alan mengakui pada awalnya daun nanas kurang bernilai ekonomis. Setelah dipanen, daun nanas biasanya dibuang atau hanya dijadikan pupuk dan pakan ternak. Namun, para petani bisa mendapatkan keuntungan tambahan setelah ia mulai mengolah limbah tersebut menjadi produk yang menarik.
