Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Manfaatkan Kereta Lokal Bandung Raya Saat Berlebaran
Stasiun kereta communter line di Bandung Raya. Dok Istimewa
  • Selama libur Lebaran 2026, pengguna Commuter Line Lokal Bandung mencapai 664.637 orang, naik 6 persen dibanding tahun sebelumnya, menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
  • Lonjakan penumpang terpusat di stasiun besar seperti Bandung, Cikarang, dan Padalarang yang memiliki konektivitas tinggi dengan moda lain termasuk Kereta Cepat Whoosh dan Trans Metro Pasundan.
  • Banyak keluarga memanfaatkan kereta lokal untuk silaturahmi dan wisata hemat di Bandung Raya karena tarif terjangkau serta bebas macet, menjadikannya pilihan populer selama musim mudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Penggunaan Commuter Line di wilayah Bandung Raya mengalami peningkatan selama masa libur Lebaran 2026. KAI Commuter mencatat tren positif ini didorong oleh tingginya pergerakan pemudik lokal yang memilih transportasi publik.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta komuter. Selama periode Angkutan Lebaran pada 11–22 Maret 2026, volume pengguna Commuter Line Lokal Bandung mencapai 664.637 orang. Angka ini meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kenaikan ini membuktikan bahwa commuter line menjadi andalan masyarakat untuk bepergian tanpa harus terjebak macet,” kata Karina, Senin (23/3/2026).

1. Didominasi pemudik lokal dan perjalanan keluarga

Stasiun kereta communter line di Bandung Raya. Dok Istimewa

Berbeda dengan hari biasa, profil penumpang selama Lebaran didominasi rombongan keluarga. Banyak masyarakat memanfaatkan Commuter Line untuk bersilaturahmi maupun berwisata di kawasan Bandung Raya.

Tren ini juga selaras dengan kondisi lalu lintas menuju kawasan wisata seperti Lembang yang cenderung padat pada jam-jam tertentu, sehingga transportasi publik menjadi alternatif yang lebih efisien.

“Masyarakat kini semakin teredukasi untuk memilih transportasi publik yang aman dan nyaman,” ujar dia.

2. Stasiun utama dan konektivitas jadi faktor pendorong

Kondisi pengguna kereta api selama Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selama masa Lebaran, pergerakan penumpang terpusat di sejumlah stasiun besar seperti Bandung, Cikarang, Cicalengka, Rancaekek, dan Padalarang. Stasiun Bandung tercatat melayani 128.280 penumpang, disusul Cikarang 108.544 orang, Cicalengka 83.589 orang, Rancaekek 68.670 orang, dan Padalarang 58.785 orang.

Konektivitas antarmoda juga menjadi daya tarik. Stasiun Padalarang terintegrasi dengan Kereta Cepat Whoosh, sementara Stasiun Bandung dan Kiaracondong terhubung dengan kereta api jarak jauh serta layanan transportasi lanjutan seperti Trans Metro Pasundan.

3. Wisata murah meriah pakai kereta

Kondisi pengguna kereta api selama Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Salah satu penumpang kereta lokal, Setia, mengaku senang berlibur menggunakan kereta bersama keluarga untuk sekedar menghabiskan waktu. Pergi dari Stasiun Gedebage dia berangkat ke arah Padalarang untuk mendatangi Mall Ikea di Kota Baru Parahyangan (KBP).

"Bawa anak jalan-jalan aja naik kereta. Kalau di Kota Bandung sekarang udah biasa dan macet juga kan pasti. Jadi saya ajak aja anak naik kereta biar dia tahu juga rasanya," kata Setia.

Dengan harga yang terjangkau bepergian menggunakan kereta sebenarnya sudah cukup nyaman karena bisa mendapatkan tempat duduk dan terhindar dari kemacetan perkotaan.

Editorial Team